TERJEBAK Pernikahan

TERJEBAK Pernikahan
Perasaan


__ADS_3

Perlahan lampu menyala dan hamparan langit biru terpampang pada layar panggung. Samar - samar suara dentingan piano mengisi ruang dengar di antara keheningan para penonton.


Langitpun seakan terbelah dan memunculkan Toby yang sedang bermain piano dengan Jubah putih seperti awan.


Sepasang maniknya menatap lurus dengan wajah rata tanpa expresi seperti Toby yang aku kenal di layar kaca.


"Apa kabar semua?" Sebuah suara berat dan menggema khas Toby menyapa seisi arena.


Dan riuh segera muncul bersahutan,


Tobypun berdiri dan memulai menyanyikan satu lagi yang aku tidak pernah tahu, mengingat aku bukan penggemar music hip hop.


Meski sukit menangkap kalimatnya, tapi secara keseluruhan isi lagu itu menyampaikan bahwa dia bukanlah orang yang bisa di remehkan.


Toby berjalan tegap lurus di atas panggung, di ikuti oleh beberapa penari yang perlahan muncul. Kali ini dia melepas jubahnya dan kemudian menari dl seperti boneka dengan mata yang terus terbuka.


Toby sungguh gila.. Apakah dia tidak ingat bahwa dia masih di infus satu jam yang lalu?


"Kenapa kamu tidak menyukainya?" Protes Jorge yang entah sejak kapan mengamati expresiku yang kurang nyaman.


"Aku bukan penggemarnya atau pun jenis musicnya, aku l3bih suka diam di rumah" jawabku diplomatis.


"Kamu sendiri yang meminta padaku untuj m3ndapatkan tiket VViP nya" Protest Jody yang merasa tertipu olehku.


"Aku hanya ingin tahu saja, mahkluk seperri apa yang membuat temanku merelakan setengah gajinya untuk melihat konsernya"


"Huh... Alasan.." sergah Jody tanpa melepas pandanganya pada panggung pertunjukan.

__ADS_1


Pantas saja konsernya selalu sold out dengan cepat. Meski issue negative bergulir liar di luar sana, termasuk demo tentang penolakannya. Konser Toby tidak hanya menampilkan musikalitasnya. Tapi cerita dan thema yang berganti ganti.


Sekarang aku tahu bahwa bakat mengarang cerita itu m3mang sudah tumbuh dalam diri Toby sejak lama.


Tentu saja berbanding lurua dengan actingnya. Toby sama sekali tidak menunjukkan sosok yang masih belum pulih 100%.Bahkan aku sempat lupa bahwa dia sempat terkapar beberapa hari lalu.


Ternyata menjadi Celebriry bukanlah hal yang mudah, meski memiliki bakat dan fisik yang hampir sempurna. Ada banyak perjuangan lain yang harus terua berjalan meski kamu sedang di puncak karirmu.


________


Jemari hangat perlahan meraih jemariku. Tapi tentu ini bukan milik Toby. Manikku segera beralih pada pemilik jemari panjang itu.


"Apa harus sejauh ini?" Jorge yang duduk di sebelahku berbisik lirih di ntara sorakan semua pengunjung termasuk Nora dan Jody.


Wajahnya teduh seperti biasa, hanya sorot matanya yang aku rasa berbeda.


"Apanya yang jauh" Aku melepas jemariku dari genggamannya. Jantingku sempat berdesir sejenak, tapi...


"Hubunganmu dan Toby"


"Pernikahan tidak barrometer, tidak ada jauh dan dekat"


"Bukankah pernikahan kalian hanya sebatas misi menyelamatkan karir Toby?"


Deg...


Wajahku yang baru saja melambungkan pandangan pada arah panggung seketika kembali menatap Jorge yang seperti mengharapkan jawaban dariku.

__ADS_1


"Jangan mudah terhasut"


"Tidak...!" Jorge kini menarik jemarinya dan mulai bersedekap "Aku mendengar langsunh dari pembicaraan om Yoga dan Rizal.


Oh dear... Nama itu lagi.


" Lagi pula itu bukan urusanmu, kami bisa mengatasi sendiri "


" Awalnya aku juga sudah pasrah, tapi aku berhak memperjuangkan harapanku yang tipis "


Oh please... Jangan lagi.


"Apakah kamu pernah mencintaiku? Karena aku Sebenarnya jatuh cinta padamu"


Seharusnya aku bahagia bukan? Lelaki yang pernah aku idamkan kini m3mjawab perasaan sesuai keinginanku.


Tapi itu keinginanku sebelumnya, karena entah apa yang salah. Aku tidak merasakan apapun atas pernyataan Jorge barusan. Aku justru sedih, karena sepertinya diriku telah menjebak Nora dalam cinta yang hanya sepihak.


"Bagaimana dengan Nora?"


"Bagaimana denganmu? Bukankah kamu ada pilihan yang lebih aman dari pada Rizal? Dan tidak akan ada hal yang menganggu di antara kita."


Sungguhkah ini Jorge yang aku kenal? Meski mungkin dia menginginkanku dan mengahiri hibubgannya dengan Nora. Tapi bukan begini caranya.


" Aku hamil Jorge dan aku tidak sedang berpura - pura soal ini "


Jorge kembali melempar pandang pada Toby yang bernyanyi dengan sangat energic.

__ADS_1


"Apakah karena dia bisa membuat bayi sebagus dia melakukan performanya? Hingga kamu mati - matian bertahan. Meski tidak ada cinta?"


Saat ini aku ingin menampar Jorge. Aku sungguh tidak serendah itu. Namun... Aku tidak ingin alasanku melakukannya di ketahui oleh kedua temanku, terutama Nora.


__ADS_2