
Jangan pulang nanti Rachel lebih leluasa bersama Toby' hati kecilku seperti itu. Tapi kenyataannya, bukankah dari awal tidak ada cinta di antara kami.?
Cinta yang kami miliki adalah tumbuh di antara ketergantungan satu sama lain. Tidak sekuat kenangan yang dirajut dengan romantis seperti pasangan pada umumnya.
Dari pada bertarung untuk hal yang tidak mungkin aku menangkan. Lebih baik bersiap untuk bangkit dati kekalahan. Setidaknya aku akan kaya saat itu.. Uhf..
****
Toby mulai mencoba menghubungi Tia, namun rupanya tidak di angkat.
"Kamu Bisa menggunakan jasaku untuk mengantarnya pulang" Rizal yamg baru keluar dari toilet pria segera bergabung tanpa permisi.
Dengan percaya diri dia mengulurkan tangannya begitu saja ke arahku.
Aku otimatis segera meraih salah satu lengan Toby dan bersembunyi di baliknya. Entahlah Kenapa menjadi garang pada Rizal lebih sulit dari pada berurusan dengan Toby.
Apa mungkin karena aky mengemban salah, dari masa lalu kami? Inikah yang dinamakan rasa bersalah itu. Meski aku sebenarnya punya memiliki kemampuan menyalak, rasa bersakah itu seakan seperti dahak yang menutup tenggorokanku.
"Dia istri ku sepenuhnya tanggung jawabku, get a way from my plate dude!"
"She was mine!!" Rizal tak mau kalah. Kali pandangannya kearahku yang madih diam seribu bahasa. "Filmmu cukup sukses, tapi bagaimana selanjutnya? Apakah para investor masih berkenan dengan putra seorang criminal keuangan sepertimu?" Rizal memajukan bibir bawahnya membwri kesan mengejek Toby.
Ahh.... Aku tak tahan.
__ADS_1
"Apa hanya karena aku, atau memang kamu sengaja menyerang Toby?" aku ahirnya mulai memasang badan. Kata - kata itu mencuat begitu saja dari mulutku.
"Rupanya kamu mulai mempertimbangkan untuk mencarikan suamimu yang superstar ini? "
"Andaikan saja Iya..."
"Sandra ...!!" Toby memotong ucapanku.
"Hanya melepaskan Toby, itu terlalu murah untukku, tidak akan sebanding dengan masa depan anakku yang tidak tumbuh dengan ayah kandungnya" Aku kini menemukan keberanian
"Berikan aku tawaran lebih baik, yang mungkin bisa aku pertimbangkan bukan permainan pengecut yang bisa hanya mengancam" sambungku dengan berakting sedikit congkak.
Rizal tertawa kecil "Sandra, kamu sungguh mengecewakanku, kamu berani menantang orang dengan posisi sepertiku hanya untuk pria seperti Toby?"
"Kita sudah berahir dan selesai, lihatlah..." Aku menunjuk pada beberapa perempuan cantik lain yang wara wiri. "Banyak perempuan cantik di sini"
"Justru karena kamu tidak secantik mereka, aku tidak sudi kamu campakkan" rizal menarik nafas dalam "Demi apa kamu melakukannya"
Hah..!? Ucapan Rizal hampir sama dengan Toby saat aku menolaknya di awal.
Kedua lelaki di sekitarku ternyata sama saja.
Apakah kami yang tidak super cantik tidak boleh menolak pria - pria superior. Tidak semua wanita memiliki type seperti mereka.
__ADS_1
Contohnya aku, typeku sangat sederhana. Hanya yang kharismatic, lembut, perhatian dan tanggung jawab. Seperti Jorge...
Jorge.. Sedang apa dia berlari kecil menghampiri kami.
"Demi masa depan yang lebih baik tentunya?" Jawab Toby akan pertanyaan Rizal. "Masa lalumu hanya putra cadangan dari Dharma Adilokso dari istri kedua, sedangkan aku adalah putra tunggal dari.."
"Jadi..."Rizal memotong" Kamu selingkuh dari aku? "
Selingkuh? aku?
" mulai kapan? "Rizal meraoj tanganku cepat.
Bagaimana ceritanya aku srlingkuh. Jarak aku putus dengan Rizal dan Toby sudah bertahun - tahun lamanya.
Toby segera meraih kembali tanganku.
" Sejak dia mengenalku? " Toby segera menyrahkan lenganku pada Jorge yang sudah tjba di antara kami "Puass..??"
Oh God.... Beginikah rasanya diperebutkan laki - laki? Bisakah di cabut saja?
"Antar Sandra pulang, pastikan dia aman sampai rumah"
Kedua tangannya segera menangkap kunci mobil yang di lempar Toby ke arahnya.
__ADS_1
"Ok..!?" Jorge segwra menarikku dari dua pria yang nampak masih bersitegang hingga aku menghilang di balik kerumunan.