
Sepasang mataku dan Toby bertemu,
"Kamu sedang mengagumiku?"
Aku tersenyum tipis,
Toby juga bertahan demi rumor bohong itu bukan?
"Setidaknya ke egoisanku itu tidak sendirian, kamu adalah partnerku"
Aku memasukkan cannape yang ketiga kedalam mulutku. Mengunyahnya kasar dan segera menelannya secepat mungkin.
*****
"Hi Tob" Sebuah suara lembut dan mendayu menggema di antara kami.
"Hi.. Chel.. !"
Chel...?? Dari kata Ra.. Chel..??
Aku segera mendaratkan manikku pada tubuh semampai dan anggun yang segera bergabung di antara kami.
Perempuan yang selalu aku dengar namanya. Namun baru kali ini aku melihatnya dengan mata kepalaku sendiri.
Dia adalah Perempuan yang sama, yang aku lihat bersama Rizal beberapa menit yang lalu.
Cantik, anggun dan terlihat mewah, aku yakin dia juga tampak luar biasa meski tanpa makeup atau balutan gaun designer.
"Lama tidak bertemu" lanjutnya dengan suara lembut seperti sebelumnya.
Rachel mungkin tak banyak terlihat di dalam negeri, katanya dia telah mengukir banyak prestasi sebagai model international.
Tubuhku rasanya mengkerut, di pikir bagaimana juga tidak bisa di pungkiri bahwa Toby dan Rachel nampak cukup serasi.
Sama - sama rupawan, sama - sama popular, karir yang bersinar dan bentuk tubuh yang indah. Pantas saja, ketika ahirnya Toby memutuskan menikah denganku, itu serasa kutukan bagi banyak orang, terutama para penggemarnya.
"Apa kabar" Rachel melempar senyum bergantian ke arahku dan Toby.
__ADS_1
"We are good"
Keduanya kemudian mendentingkan gelasnya.
Cemburu? Rasanya tidak pantas. Lelaki manapun pasti akan tergoda dengan Rachel meski dia tidak sedang menggoda. Aku saja tergoda meski aku wanita.
"Banyak yang ingin me wawancaraiku ketika berita pernikahanmu mencuat" Rachel mulai membuka Topic.
"Tidak ada hubungannya denganmu"
"Itu kenapa aku menolak" Kali ini wajah rachel tertuju padaku "Seleramu sungguh berubah"
"Tapi masih tergolong aman" Suara rachel kali ini seperti terdengar sedikit menyesal. "Selamat untuk kalian berdua dan juga untuk filmmu, actingmu selalu memukau seperti biasa"
"Thank you"
"Aku dengar Mama terlibat kasus yang serius?" Tanya Rachel yang sepertinya cukup akrab dengan ibu Toby, hingga tanpa canggung memanggil Mama.
"Begitulah" untuk sekian kali jawaban Toby cukup singkat.
"Aku Sebenarnya memiliki beberapa agenda dengan mama usai kembali dari new York, sayang sekali"
"Titip Toby ya... Jangan biarkan dia nakal" Rachel tersenyum padaku penuh arti. Dan pergi usai mengusap ringan pundak Toby.
Kenapa Toby hanya mematung dan menerima sentuhan Rachel begitu saja...?? Aku jadi lebih merasa kesal? Meski iti hanya sekedar sentuhan.
Padahal baru satu jam yang lalu aku menyaksikan Toby mencium wanita lain saat dalam film. Tapi saat itu aku sama sekali tidak merasakan apa - apa.
Kepalaku mendadak pusing..
Whoach....
Perutkupun rasanya mulai seperti di aduk,
" Are you ok?" Toby memperhatikan mimikku yangvtak nyaman.
Whoach..
__ADS_1
Aku menutup mulutku dan segera bergegas ke toilet, dengan setengah berlari.
God...
Aku tidak menyukai Rachel, keluhku usai menumpahkan isi perutku. Apakah aku merasa terancam? Karena nampaknya Rachel menaruh hati pada Toby. Dan sepertinya Toby tidak begitu menolak.
Ini bukan hanya soal fisiknya yang sempurna. Tapi juga ada kenangannya bersama mereka berdua yang lebih banyak tidak aku miliki.
Ada waktu di antara mereka yang tidak bisa aku kejar.
"Sandra..." Suara Toby menggema.
Aku segera membasuh wajahku, meski mungkin makeupku mungkin akan luntur.
***
"Aku mau pulang" aku memutuskan ketika bertemu Toby di pintu toilet.
"Hah...jangan bercanda, acara belum selesai"
"Aku sedang tidak baik - baik saja, mungkin efek kehamilanku saja" alasanku tidak sepenuhnya salah.
Tapi yang lebih tepat adalah aku menata diri untuk kemungkinan terburuk.
"Benarkah? Seburuk itu? "
"Hanya tidak lebih baik"
Toby menarik nafas dalam "Tapi aku harus tetap di sini hingga ahir" Toby meraih ponsel dari sakunya. Dan..
"Aku akan menghubungi Tia untuk mengantarmu pulang"
Aku mengangguk setuju.
Entah hanya perasaanku atau memang terjadi, sepertinya Rachel terua mengawasi kami.
'jangan pulang nanti Rachel lebih leluasa bersama Toby' hati kecilku seperti itu. Tapi kenyataannya, bukankah dari awal tidak ada cinta di antara kami.?
__ADS_1
Cinta yang kami miliki adalah tumbuh di antara ketergantungan satu sama lain. Tidak sekuat kenangan yang dirajut dengan romantis seperti pasangan pada umumnya.
Dari pada bertarung untuk hal yang tidak mungkin aku menangkan. Lebih baik bersiap untuk bangkit dati kekalahan. Setidaknya aku akan kaya saat itu.. Uhf..