
"Kamu sakit Tob..." tanya om Yoga segera ketika melihar map bertuliskan medical check up.
"Tentu saja, aku bekerja cukup keras ahir ahir ini" jawab Toby santai sambil melenggangkan langkahnya.
"Ksmu mau ke mana?"
"Kami punya konferensi Pers di Aula" Jawab Albert yang baru berdiri dari memunguti kertas dan dokumen yang berceceran.
"Tapi.. Aula sedang digunakan untuk pengenalan Artist baru"
"Apa??" Toby dan Albert saling memandang sesaat.
"Aku sudah membuat reservation untuk menggunakan Aula" Albert menyodorkan bukti jadwal sari tabletnya.
"Tapi aku harus menggunakannya, ada Celebrity baru yang bergabung dan aku akan mengumumkannya"
"Tapi wartawan itu aku yang undang..."
Om Yoga tersenyum tipis dan menfarahkan wajahnya pada Toby yang terpaku menahan amarah.
"Toby..." jemarinya menepis punsah Albert yang berada di antara mereka "Kamu sudah cukup kelelahan bukan? Seharusnya kamu istirahat saja. Aku tidak ingin membebanimu dengan banyak pekerjaan, tapi aku butuh uang yang banyak untuk bertahan"
Toby masih terdiam dengan giginya yang mulai menferat.
"Seharusnya kamu berterima kasih, Setidaknya aku sudah tidak memaksamu untuk bercerai "
" Pak... Tapi wartawan akan kecewa karena beritanya berbeda" Albert kembali menyela di antara keduanya.
" Tentu tidak, kalau kamu tahu siapa Celebritynya. lagi pula hal sepele seperti plagiat buksnlah hal besar yg perlu di permasalahkan kalau kenyataannya itu bukan masalah. Lebih baik kamu pulang dan urusi istrimu yang sedang hamil"
"Memang siapa Celebrity - nya?"
"Tunggu saja di berita.." Om Yoga melewati Toby begitu saja, namun baru beberapa lanfkah dia mulai memutar tubuhnya "Oh iya... Ibumu juga ingin kamu menjenguknya di penjara"
"Itu bukan urusanmu" Gumam Toby setengah jengkel.
"Jadi kita harus bagaimana? Meski kenyataannya bahwa kamu bukan seorang plagiat, masyarakat tidak akan repot mencari kenyataan. Mereka hanya membaca apa yang tersaji di berita"
__ADS_1
Toby menepuk pundak Albert ringan. "Entahlah... Ikut aku"
Langkah keduanya kembali ke dalam lift.
"Apa Om Yoga mau mengubah wajah utama Agency? Bisa - bisanya dia menyabotase dirimu begitu saja ckckck" Tanya Albert ketika sudah di dalam lift.
Toby hanya termenung memandangi dirinya.
"Kita ke basement?" Tanya Albert melihat tombol yang menyala.
"Bukankah kita tidak ada urusan lagi, jadi sebaiknya kita pergi"
"Bagaimana meeting dengan penulis naskah?"
"Kamu bilang dia belum konfirmasi bukan?"
"Benar"
Toby hanya mengangguk dan membiarkan suasana hening.
Ting...
"Apakah kamu sudah membaca keseluruhannya?" tanyanya ketika mobil mulai melaju.
"Aku belum sempat"
"Hmm..." Toby mulai membuka lembaran demi lembaran yanf keluar dari amplop itu.
Hinggaa...
"Kita ke alamat ini...." Toby menuliskan sederet alamat di area pinggiran kota.
"ini siapa?"
"Nanti kamu juga tahu"
Tanoa banyak bicara Albert segera memutar kemudinya menuju tujuan yang dimaksud Toby.
__ADS_1
****
"Kamu kenal pria ini" Tanya sang detective swasta yang bernama vincent.
Aku menggeleng cepat.
"Suamimu dan Rizal sama - sama menemuinya"
Aku meraih kembali foto pria tampan berambut ikal sebahu. Wajahnya nampak tidak asing, tapi juga tidak akrab.
"Apa kamu yakin suamimu normal?" tanyanya lagi "Maksudku untuk orientation..."
Aku tahu kemana arah pertanyaannya.
"Tentu saja..."
"Maaf saya menanyakan itu, mengingat gossip hubungan beliau dengan lelaki tersebut pernah menjadi gossip, dan pak. Rizal mulai mencari anda sejak beliau mulai akrab dengan lelaki yang sama"
"Aah.... Apa dia Billy Wang?" Aku mencoba memastikan.
Vincent mengangguk tegas.
"Tapi bukankah dia di penjara?"
"Awalnya, namun beliau berhasil mengajukan banding dan berhasil mendapatkan rehabilitasi dan rak lama setelahnya pak. Rizal muncul dan mulai menemui beliau"
Billy Wang memang lebih dari sekedar tampan, dia juga bisa terkaregorikan cantik. Mata yang indah dengan bulu mata yang lentik. Perawakannyapun cukup ramping namun nampak padat dan kokoh. Kesan feminin lebih kuat dengan rambut indahnya yang bergelombang sebatas bahu.
"Apakah kamu mengira bahwa ada kemungkinan rumor Toby dan Billy Wang itu nyata? Dan akulah penghalangnya?"
Vincent mulai menarik nafas dalam.
"Saya baru memulai beberapa hari lalu, tidak bisa memastikan soal itu. Apalagi Billy juga cukup pendiam di kalangannya. Selain karya, informasi yang lainnya cukup sulit untuk di gali"
Aku mendesah perlahan, "Tapi... Bagaimana menurutmu, tentang mereka bertiga.. Maksudku Toby, Rizal dan Billy?"
"Maaf saya adalah detective, tanpa bukti saya belum bisa memastikan"
__ADS_1
Aku hanya mengangguk tanpa melepas pandang Pada tampillan foto kedekatan Toby dan Billy yanf nampaknya jauh sebelum bersamaku.