TERJEBAK Pernikahan

TERJEBAK Pernikahan
Sosok yang sempurna


__ADS_3

El masih mematung dengan wajah pias.


"Bagaimana ini" gumam hatinya


Erik menatapnya tajam,


"Kenapa kamu tidak mau menggunakan uangku?" Tanyanya kesal


"Apa dia marah? kenapa dia nggak pakai sayang lagi?" gumam hatinya lagi.


"Eh itu sayang, maaf ya ada sekretaris Jim" alasan El.


"Tenang dia akan jadi patung untuk itu" Ucap Erik datar


"Maaf sayang bukan gitu, simpanan aku masih ada jadi..."


"Jadi kamu menolak pemberianku?"


"Bukan Sayang, bukan gitu. Wajah El kembali pucat


" Lantas apa? Selama ini aku belum menjalankan kewajibanku sebagai istri. bagaimana aku akan menuntut hakku" Ucap dia tercekik, air mata sudah menggenang di pelupuk matanya dia tertunduk terisak. dia takut kalau Erik marah.


Erik menggenggam tangan El


Baru dia lihat Sisi lain Erik yang tegas, dan tidak bisa dibantah. Entah kenapa sekarang nyalinya ciut.


"Jangan nangis Sayang, sekarang kamu sudah melaksanakan kewajibanmu sebagai istri. Pakailah kartu itu untuk belanja kebutuhanmu" Erik tersenyum dia tidak mau istrinya menangis lagi


"Bagaimana dengan kebutuhan dapur Sayang?"


"Kebutuhan dapur ada yang mengurus, kamu cukup belanja kebutuhan pribadi kamu saja" terangnya


"Lalu bagaimana tugasku sebagai Istri?"


"Cukup layani aku di ranjang, belanjakan uangku dan patuhi aturanku" Ucap dia tegas


El tertegun mendengar kata-kata di ranjang, seketika dia menoleh pada sekretaris Jim yang seperti patung.


"Ternyata sekretaris Jim ini benar-benar sudah jadi patung" Gerutu El


"Sepertinya mulai hari ini kau harus terbiasa Nona El. Karena sebentar lagi Erik akan naik Tahta di perusahaan dia akan memimpin perusahaan besar" Bisik hati sekretaris Jim


"Aturan apa sayang" El mulai cemas


" Aturan pertama, jangan pernah keluar rumah tanpa izinku, dan sendirian tanpa pengawasan"


"Baiklah apa lagi Sayang"

__ADS_1


"Aturan kedua, belanjakanlah uangku jangan anggap aku orang lain"


"Ok, selanjutnya"


"Cukup itu saja dulu Sayang" Erik tersenyum


"Aku melakukan semua demi kebaikan dan keselamatanmu Sayang" Erik menggosok kepala El


"Sayang, apa aku masih boleh bekerja?"


"Nanti kita bicarakan lagi ya Sayang" Erik tersenyum


"Ayo makan lagi"


Mereka melanjutkan makannya.


"Sekretaris Jim, kamu tidak ikut sarapan".


" Terimakasih Nona" Jawabnya singkat


"Sayang, kenapa sekretaris Jim tegang sekali. Apa dia tidak bisa rileks sedikit" El mengunyah roti.


"Memang begitu karakternya Sayang. Tapi satu hal yang harus kamu ketahui Sekretaris Jim orang terpercaya di perusahaan Papa. Dia selama ini membantu Papa mengurus perusahaan. Selain itu dia bisa banyak hal dan dapat diandalkan" Terang Erik


"Oh begitu, apakah di sudah punya istri atau pacar?" El mendekatkan wajahnya bertanya serius sedang sekretaris Jim tetap seperti patung walaupun sedang mendengar pembicaraan El dan Erik.


"Apa, hahaha. Sekretaris Jim santailah sedikit kenapa ekspresinya seperti manekin gitu. gadis mana yang akan tertarik.Iya kan Sayang?". Erik tersenyum geli dengan perkataan Erik.


" Ya sudah, aku berangkat ke kantor dulu ya sayang"


"Semoga semua lancar yang sayang" El bersalaman dengan Erik dan mencium keningnya.


lanjut Erik mencium bibir El.


"Sayang, malu tau" Ucapnya


"Ah nggak apa-apa mana tahu habis ini sekretaris Kim ingin cari pacar" Erik terkekeh


"Iya ya hehehe" El ikut menertawakan sekretaris Jim


"Saya senang Tuan dan Nona bahagia. Meski saya jadi bahan lelucon".bisik hatinya tanpa eskpresi


Setelah itu pergilah Erik bersama sekretaris Jim.


diperjalanan.


" Maaf Tuan, boleh saya bicara pribadi?"

__ADS_1


Jika sekretaris Jim sudah memberi kode pribadi itu berarti dia akan bicara santai. Untuk itu dia melihat mood Tuannya terlebih dahulu


"Boleh sekretaris Jim Biacaralah" Ucap Erik yang moodnya sedang baik.


"Maaf Tuan, sepertinya Nona El begitu kepo dengan Saya?"


"Memang begitulah dia. Tetaplah bersikap seperti itu di depannya supaya dia tidak mengerjaimu dan bisa menghormatimu. Aku butuh kau untuk mengontrol El sewaktu waktu"


"Baik Tuan, saya mengerti dengan posisi anda yang seperti sekarang. Anda pasti ingin semua baik-baik saja"


"Iya seperti itulah".


" Oh ya. Apakah Nona El akan mengerjai saya Tuan?" Sekretaris Jim agak khawatir


"Mungkin. Jika kamu tidak jeli. Kamu tahu itulah kenapa aku sangat mencintainya. Dia memiliki kepribadian yang unik dan dia wanita pertama yang tidak jatuh cinta kepadaku pada pandangan pertama" Wajah Erik berbinar


"Wah Nona El memang hebat. Sepanjang pengetahuan saya hanya Nona yang dapat membuka hati Tuan" Ucap Sekretaris Jim.


"Iya kamu betul sekali. Dia wanita pertama dan terakhirku. Aku akan pastikan hidupnya bahagia denganku" Ucap Erik.


"Tentu saja Tuan. Saya dapat melihat pancaran bahagia di wajah Nona. Tapi menurut saya Nona juga takut kalau Tuan marah"


"Begitulah harusnya kita sebagai suami sekretaris Jim. Kita harus memberi kebahagiaan pada istri, disamping itu kita juga menanamkan rasa hormat dengan bersikap tegas dan disiplin. Agar wanita kita bahagia dan selamat" Terang Erik.


Sekretaris Jim sangat bangga dengan sikap Erik yang sangat pandai menempatkan diri. Tentu hal ini membuat orang-orang sangat menyeganinya, selain sikapnya yang mandiri, cerdas, senang membantu sesama ditambah wajahnya yang tampan sempurnalah sudah.


***


Axena Inc. merupakan salah satu perusahaan besar yang memproduksi berbagai macam produk makanan, minuman pakaian dan jaringan yang luas di bidang restoran. Sebagai salah satu perusahaan yang telah merambah ke area rumahan bahkan ekspor luar negeri selain itu juga memiliki anak cabang di berbagai daerah tak heran omsetnya mencapai Triliunan.


Di kantor pusat Axena Inc dilakukan


Penyambutan terhadap CEO baru mereka.


Semua staf penting telah berbaris menyambut Erik. Semua mata memandangnya kagum


"Tampan sekali dia" begitulah decak kagum para staf yang melihatnya.


Setelah kehilangan Pak Chen yang menyisakan luka yang mendalam, mereka kembali bersuka cita karena rumor yang beredar CEO baru memiliki kemiripan sikap dengan papanya.


Setelah diadakan rapat yang dibuka oleh Sekretaris Jim. Kemudian Erik memperkenalkan diri dan memberikan kata sambutan.


"Perusahaan yang besar tidaklah kokoh tanpa staf dan para karyawan yang hebat. Saya percaya rekan semua sangat berpengalaman dari saya. Saya mengharapkan kerjasama kita semua. Semoga perusahaan kita ini akan sukses lagi kedepannya" Itulah potongan sambutan Erik.


Para karyawan memandangnya sebagai seorang berkharisma ramah dan juga tegas. Dengan wajah yang tampan membuat para staf khusunya para gadis-gadis berdebar. Tatapan mata mereka mengungkapkan kekaguman yang tersimpan. "Beruntung sekali orang yang dapat memilikinya" gumam hati mereka


Setelah acara penyambutan, Erik dan sekretaris Jim mempelajari beberapa file penting perusahaan. Dengan otak yang cerdas, mudah bagi sekretaris Jim membimbing Erik ditambah dia tidak pernah bersikap sombong dan selalu rendah hati. Membuat sekretaris Jim nyaman dan senang bekerja dengan Erik. Setelah beberapa agenda penting ini tuntas. Sekretaris Jim akan mengajukan cuti beberapa minggu untuk urusan penting. Jadi mungkin nanti jabatan sekretaris akan digantikan sementara oleh staf lain. Rumor ini telah sampai ketelinga Miranda. Melihat wajah Erik yang tampan, tampaknya dia sangat antusias untuk jabatan sementara itu. Walaupun sementara tapi baginya itu adalah kesempatan emas yang tidak boleh terlewatkan. Akhirnya dengan ketampanan Erik membuat rasa keprofesionalannya luntur walau selama ini dia dinobatkan sebagai pegawai berprestasi dan profesional di perusahaan.

__ADS_1


bersambung


__ADS_2