TERJEBAK Pernikahan

TERJEBAK Pernikahan
Nothing Wrong


__ADS_3

Cih..


Tanpa sadar aku otomatis meludah ke wajah menyebalkan Rizal.


Rizal tertawa ringan, "Lain kali kamu boleh menjilat kembali ludahmu di wajah tampan ku ini"


Rizal mengelap perlahan wajahnya dengan sapu tangan dari sisi saku kemejanya.


Dan dalam hening ruangan, suara sepatu Rizal yang terkesan riang perlahan menghilang seiring tubuhnya yang tenggelam di balik pintu kaca ruangan.


Brak..!!!


*******


Single Toby berjudul "Nothing Wrong" segera menduduki tangga lagu dan terus naik ke peringkat atas, usai peluncurannya di Hongkong.


Aku sengaja memutarnya beberapa kali saat aku memutuskan seger pulang tanpa menyapa Om Yoga.


Dan juga tidak kembali ke rumah Mama, aku sudah busa membayangkan wanita itu akan menyerah pada Rizal tanpa syarat dalam situasiku ini.


Tapi bagaimana Toby?


Apa sikap yang akan dia ambil, bila dia tahu bahwa ancaman Rizal bukan hanya soal karirnya tapi juga soal ibunya yang sangat dia sayangi?


Aku meminta Tia untuk terus mengulang lagu Toby terus menerus. Lagu Duet yang kami lakukan bersama, dengan lirik yang menyentuh seakan cinta kami tak bercela. Meski kenyataannya, itu hanya sebatas lagu. Dan pernikahan kami berawal dari sandiwara konyol semata.

__ADS_1


*****


Di perebutkan pria itu mungkin menjadi pencapaian pada beberapa wanita.


Tapi bagiku, itu seperti bencana alam yang hanya bisa aku rasakan sendiri.


"Kita ke rumah Toby saja, nanti kamu beresin barangku di rumah orang tua Toby dan pindahin"


"Tapi... Kita belum bilang sama Pak Toby"


"Nggak usah, biar dia konsentrasi dengan projectnya saat ini"


Aku melepas pandang pada jalanan panjang yang akan kami belah sore ini.


****


"Dari awal aku tidak setuju perihal masuknya Sandra dalam Agency kita" Albert protest di tengah perjalan Toby ke hotel.


Jemarinya langsung menyerahakan Tablet, dwnga tampilan email dari Om Yoga kepada Toby.


"Aku ingin tahu apa yang menjadi topik antara istrimu dan Pak Rizal?


Pembatalan beberapa kerja sama sudah mulai di bahas dan istrimu dan managernya tidak bisa di hubungi


Yoga

__ADS_1


\=\=\=\=


" wanita itu sudah melakukan hal yang benar, kamu tidak perlu membahas karena seharusnya kita tidak tahu bukan?" Toby menanggapi dengan nafas yang sedikit berat.


"Perasaanku jadi tidak enak dengan kata pembatalan lagi" Albert menutup tablet dari tangan Toby.


"Apakah kadang kamu tidak lelah?" Toby mulai membuka jendela mobilnya dan menatap kelangit luas yang gelap "Setelah sekian lama denga keringat dan juga waktu yang aku habiskan, kita selalu terancam hanya karena rumor tak berdasar?"


"Maksudmu...??"


Toby menatap managernya yang sudah menemaninya lebih dari lima tahun itu.


"Kenapa mereka tidak menikmati musikku saja, atau setidaknya penasaran akan actingku dalam peran yang berbeda?" Toby meneguk beer yang baru saja di bukanya.


"Dari pada mengurusi orientasi seksualku atau tentang kehidupan pernikahan dan apapun perihal berikutnya yang sama sekali bukan hal yang bisa aku kendalikan" Toby kembali meneguk beernya hingga tandas.


"Apa mereka lupa bahwa aku juga manusia biasa seperti mereka? Aku berhak memilih siapapun untuk menjadi pendampingku, aku juga mungkin teledor sesekali dan aku juga tidak bisa mengendalikan situasi..."


"Setidaknya kamu terlahir dari keluarga kaya dan terhormat" Albert mencoba menghibur denga sisa takdir Toby yang nampak masih indah.


Toby menggeleng "Albert... Hidup ini tidak ada yang sempurna, menurutku hal yang kamu sebutkan adalah bagian yang terburuk. Karena citraku sudah di tuntut sempurna dari aku lahir"


Toby kembali membuka kaleng beernya yang kedua.


"Sorry.. Sandra untuk kesekian kalinya aku belum bisa menurutimu untuk berhenti minum" gumamnya sambil meninghikan kaleng beernya ke langit lepas.

__ADS_1


Cheers!!!


__ADS_2