TERJEBAK Pernikahan

TERJEBAK Pernikahan
Jadian


__ADS_3

"Aku tidak jago acting seperti Billy yang bisa berpura - pura dengan orientasi seksualnya"


Toby menarik nafas dalam - dalam... Billy, Sandra, Mama, Papa dam juga Rizal. Kenapa dia harus banyak memikirkan masalah dari banyak orang. Sementara saat ini kehidupannya juga di ujung tanduk.


Bukan hanya urusan karir.. Tapi...


Toby memandangi kelima Jari tangan kirinya yang mulai bergetar sebelum dia meraih botol mineral water di sampingnya.


"Well... Selalu ada pengorbanan untuk suatu tujuan" desisnya sebelum mulai meneguk isi boto mineral itu sampai habis.


****


usai dari kantor Papa...


****


Sepasang mataku mulai mengatup dengan kepala yang tersandar, meski ingin terlelap. Namun pikiranku sulit untuk beristirahat.


Lantunan nada dan suaradari Radio yang terputar membawa lagu Nothing Wrong milik kami hadir dalam ruang dengarku.


uhf... Tob... Andaikan cerita cinta dalam lirik itu benar, andaikan setiap cerita yang kita gemborkan dalam setiap media adalah nyata.


Mungkin aku punya kekuatan lebih dalam menghadapi semua yang terjadi. Dan tidak merasa konyol tentang tujuan aku berjuang selain tentang Anak kami?


"Cinta..." desisku sejenak, aku sebdiri tidak bisa merasa yakin.


Aku dan Toby terikat satu sama lain karena butuh. Toby butuh aku untuk menyelamatkan karirnya dan aku mulai butuh Toby untuk....


Aku mengelus perutku sejenak.


Setidaknya untuk menjadi ayah yang baik bukan?

__ADS_1


**


"Kita sudah Tiba..."


Sebuah suara tidak asing menggema usai pintu mobil terbuka.


"Jorge...?" Aku bergikir bahwa aku mungkin bermimpi, karena mendapati Jorge yang mumcul membuka pintu mobilku.


"Hi...."Sapa Nora yang segera muncul di belakangnya.


" Kalian....??"Tanyaku yang masih bingung dengan kehadiran mereka yang tanpa pemberitahuan.


" Ada hal. Penting yang perlu kami konfirmasi padamu "


Jorge melempar senyum. Kepada para bodyguardku sebelum menarikku masuk.


" Kamu mengenal mereka? "Tanyaku pada Jorge yang nampak ramah pada mereka.


" Ah... Aku lupa kalau kamu sepupu Toby "


Albert mengangguk dan membantuku membuka pintu rumah.


" Jadi... Sejak kapan aku dan Jorge pacaran?" Tanya Nora tanpa membuang waktu.


" Hah...?? "Aku jujur terkejut." Kalian pacaran...? "Aku bertanya kembali.


" Itu Katamu Sand... "Timpal Jorge, dengan nada kurang nyaman.


Oh God.... Aku baru ingat, aku berbohing pada Toby soal itu beberapa saat lalu.


Aku memang bukan pembohong yang baik. Bagaimana mungkin aku lupa akan kebohongan ku sendiri.

__ADS_1


"Bukankah.. Kamu menyukai Nora?" tanyaku pada Jorge yang sudah mengambil duduk di salah satu stools bar.


"Tapi aku belum bilang pada Nora" kilah Jorge


Nora yang sedang melingkarkan tangannya padaku seketika terperanjat menatap aku dan Jorge bergantian.


"Apakah yang kalian debatkan itu benar?"


"Aku hanya mempercepat processnya" Keluhku yang sudah lelah dengan semua masalah.


"Apakah iti benar Jorge?" Nora memcoba mengkonfirmasi lebih jelas pada Jorge.


Jorge menatapku sesaat, ada sesuatu yang sulit aku tangkap.


"Tentu.." Jawabnya datar tanpa melepas pandang dariku.


aku memang salah mengarang cerita tentang hubhngan mereka pada Toby. Tapi harusnya Jorge berterima kasih karena aku membantunya menyatakan cinta.


" Yes...!!!! Aku mau jadi pacar... Sungguhan..? "Nora yang kegirangan segera mendekati Jorge dan memeluknya.


" Kalau kamu tidak keberatan "Jawab Jorge memyambut pelykan Nora dengan senyum ramah seperti biasanya.


Kenapa justru aku merasakan kesedihan yang susah di ungkapkan. Aku Senang, karena mereka senang. Tapi juga Sedih... Karena justru Nora yang mendapatkan kehidupan Damai, bukan aku.


"Apakah aku bisa mendapatkan ucapan terimaksih?"


Nora yang sedang berbunga menjawabku dengan cepat "Pasti..."


Keduanyapun langsung menatap ke arahku secara serempak, tapi dengan expresi yang berlawanan.


Ups...!! Apakah aku melakukan kesalahan pada Jorge..

__ADS_1


__ADS_2