TERJEBAK Pernikahan

TERJEBAK Pernikahan
Cinta pertama


__ADS_3

"Aku sudah datang menghampirimu sesuai janjimu, dan aku tidak keberatan kalau kamu sudah janda"


Kakiku mulai lemas... Baru saja aku berdamai dengan satu orang aneh yang memaksaku menikah.


Kini muncul orang aneh lain yang...


"Prosesnya akan tidak sulit asal kamu bersedia, aku akan mengurusnya"


Berusaha memaksaku bercerai.


*****'


Bila cinta pertama, begitu indah. Saat ini cinta pertamaku adalah hal yang paling aku sesali.


Aku memilih menenangkan diri di salah satu biliok toilet usai muntah sebanyak tiga kali.


"Baru saja bekerja sudah ketemu orang gila" gumamku sendiri.


Aku mengeluarkan benda pipih canggih dari sakuku. Sederet pesan dari Toby menghiasi layarku.


" Bagaimana pekerjaan pertamamu? dan anakku? Beri aku pesan suaramu, aku merindukanmu "


Aku memijit pelipisku.


" Tuhan, kalau memang dosaku banyak, bisakah kamu memberiku cara lain untuk menebusnya?"


******


Masa lalu


Saat itu masih masa remaja, Rizal adalah siswa pindahan pada semester ke dua.


Tampak jelas bahwa Rizal berusia lebih muda dari kami semua. Baik secara ukuran tubuhnya maupun kepolosannya.

__ADS_1


" Kamu bisa duduk di bangku belakang, sebelah Sandra dan Catur"


Rizal yang belum hafal benar ketika kami mengenalkan diri sebelumnya, bingung menebak dimana letak bangku yang di maksud. Karena saat itu ada juga bangku Asep yang kososng karena memang sedang absen.


Aku mengangkat tanganku segera dan menunjukkan bangku mana yang di sebutkan wali kelas kami, bu. Anita.


Tanpa banyak bicara Rizal segera melangkah menuju bangku yang di maksud.


"Jangan lupa bantu temannya baik - baik ya.. Jangan sampai buat masalah, Bapak Priambodo akan segera mengisi pelajaran matematika sepulub menit lagi"


"Siap buuuuu..."jawab kami serempak.


Tapi bukan remaja kalau mereka patuh.


Tanpa aba - aba, Ali, joni dan Randy segera menghampiri rizal yang mulai sibuk menyiapkan pelajaran matematika.


" Anak orang kaya nih rupanya "Sapa Ali denan tanpa segan mengangkat satu lengan rizal yang berhiaskan jam tangan mahal.


Rizalpun otomatis menarik tangannya.


Serempak ketiganya bilang" benar"


Dasar anak berandalan.


Tanpa ingin membuat kegaduhan lebih rizal memberikan jam tangannya.


"Tapi balikin ya.."


"Tenang, kelar kelas kita balikin" Ali yang posisonya lebih dekat segera melepas jam tangan daribtangan rizal dan segera tertawa lepas.


Namun, janji hanyalah janji. Hingga jam belajar berahir jam tangan rizal tidak juga kembali.


Rozal berusaha menahih ke Ali, tapo Ali bilang dia telah memberikan ke Jony, dan saat Rizal meminta ke Jony bilang bahwa dia memberikan pada Randy. Dan begitu seterusnya hingga beberapa menit berjalan.

__ADS_1


"anak - anak itu nggak tahu kasihan" Keluh Catur yang mulai bersimpaty pada sosok Rizal.


Aku mulai ikut memperhatikan rizal yang wajahnya memerah. Karena sepertinya dia sangat menginginkan jam tangan itu debgan alasan yang enggan dia ucap.


Aku mulai menghampiri kerumunan teman srkelasku yang sedang mempermainkan Rizal.


"Aku mau lihat jam tangannya" Ucapku memotong gelak Tawa.


"Yaah Sandra... Ngapain ikutan sih?" Ali mulai mengeluh atas kehadiranku.


"Aku penasaran dong..." Aku segera menjulurkan lenganku ke arah Ali "Buruan!!"


"Sandra ikut campur nih.. Nggak seru" Sahut Arif yang ikut menonton.


"Kasih deh..." Ujar Joni yang mulai malas bermasalah.


"Ngambil barang orang tanpa ijin itu sama dengan maling" lanjutku tanpa menarik lenganku.


Suasana hening sesaat. Hingga ahirnya Ali memberikan jam tangan Rizal padaku.


Dan tanpa menunda akupun segera memberikan jam itu pada Rizal.


"Udah punya temen buat pulang bareng?" Tanyaku.


Rizal menerima jam tangannya sambil menggeleng.


"Pulang bareng sama aku aja, dari Pada di gangguin begundal - begundal ini.


Rizalpun tak menolak dan langsung mengekor di belakangku yang segera menyusul catur yang sudah menunggu di ambang pintu kelas.


" Beres? "


Aku hanya mengangguk dan berjalan pulang.

__ADS_1


Sebenarnya aku bukan jagoan, hanya saja aku adalah satu - satunya yang bisa menirukan suara para orang tua. Dimana jasaku adalah yang paling di butuhkan okeh para siswa seperti mereka saat ingin bolos kelas.


Well... Sejak itu Rizal yang berukuran tak jauh beda denganku mulai lengket denganku dan berstatus jadi pacarku hingga...


__ADS_2