
Clara keluar dari kamar ayah nya setelah ayah nya kembali tertidur. ia berjalan mendekati Kenan yang duduk di kursi dengan bimbang.
"Pak."
"Kenapa keluar?."
"Makasih sudah membawa saya pulang."ucap Clarisa.
"Aku bukan orang yang jahat, sekarang apa yang akan kau lakukan?." Tanya Kenan. mengembalikan semua keputusan pada Clara.
"Kalau boleh saya meminta, saya mau menikah dengan Anda pak, semua saya lakukan demi Papa saya." Ucap Clara.
Kenan terdiam, ia pun bingung harus menjawab Clara apa. ia ingin menolak, tapi ia hanya laki-laki yang tidak dapat menguntung kan diri.
"Aku tak bisa menerima kau menjadi istri ku." Ucap Kenan datar.
"Aku tahu, tapi aku juga tidak mungkin pergi lagi, Aku tak ingin kehilangan ayah ku." Ucap Clara.
"Aku tidak bisa." Kata Kenan dan berdiri.
Clara memegangi tangan nya, menahan laki-laki itu untuk pergi.
__ADS_1
"Kalau begitu, kita pura-pura saja, Aku janji aku tak akan ikut campur urusan mu, meski aku berstatus istri mu, dengan wanita mana saja kau ingin pergi, aku tak akan melarang mu, tapi tolong Pak." Ucap Clara.
Meski pernikahan bukan ajang main-main, tapi ia merasa kalau Takdir tengah mempermainkan nya dengan pernikahan saat ini. Tak ada yang bisa Clara lakukan selain menawarkan kesepakatan itu dengan Kenan, laki-laki yang sama sekali tak ingin ia miliki menjadi suami nya.
Kenan terdiam sejenak sebelum ia menjawabnya. "Baiklah, kalau begitu, Kita akan hidup bersama selama waktu yang di tentukan." Ucap Kenan lalu berjalan pergi.
"Waktu yang di tentukan?, bercerai maksud nya?." Clara membuang nafas berat, ia menangis di tempat duduk itu melihat laki-laki itu berjalan pergi.
•••
Abian lalu mencari Siska yang lebih tahu permasalahan Clara saat ini. ia pun datang ke kost Siska saat jam menunjukan pukul 7 malam.
"Bi, Kau kesini?." Sembari melihat kiri kanan, barang kali Abian datang dengan orang lain.
"Iya, Ada yang aku mau tanya soal Clara Sis, kamu ada waktu kan?." Ujar Abian dengan wajah yang serius menatap Siska, namun bisa Siska lihat kalau ia sedang tidak baik saat ini.
Siska sejenak terdiam, bimbang ia harus menjawab apa, menatap pria di depan nya itu dengan seksama.
"Tolong Sis." Ucap Abian lagi dan membuat Siska merasa iba.
Siska membuang nafas pelan dan mengangguk. "Ngobrol di luar aja ya." Kata Siska, Abian menyetujui nya.
__ADS_1
"Aku dengar Clara akan menikah?, dengan siapa?." Tanya Abian.
"Iya, cerita nya panjang banget Bi, Dia di paksa nikah sama Papa nya karena ketahuan berduaan dengan laki-laki itu." Ucap Siska.
"Bos?, tempat kalian Magang?." Tanya Abian.
"Iya, Kasian tahu Clara, padahal dia cuman niat nolong, tapi malah harus seperti ini, yang Clara suka kan kamu." Ucap Siska yang reflek menutup mulut nya yang terlalu kebablasan karena terlalu emosi memikirkan apa yang di hadapi Sahabat nya.
"Iya?." Abian terkejut.
Siska menelan Saliva nya dan binggung harus menjelaskan apa.
"Em, tapi jangan GeEr dulu, itu dulu, Clara suka sama kamu, tapi setelah kedekatan kamu sama wanita-wanita lain, Clara udah gak suka sama kamu kayak nya, makanya dia..."
"Menghindar terus." Sambung Abian datar sedih, ia sudah bisa menebak ucapan lanjutan Siska.
"Iya, tu tahu. kamu juga sih nyebelin."
"Bukan aku yang dekati mereka, tapi mereka yang datang sendiri sis."
"Iya, tapi kamu terima mereka kan dengan ramah." Cemberut Siska.
__ADS_1