TERJEBAK Pernikahan

TERJEBAK Pernikahan
Keputusan


__ADS_3

"Eh tunggu.... Wartawan mulai banyak da.."


TING....


Pintu lift terbuka


Toby yang sudah lelah berdepbat demga Albert managernya melangkah secepat mungkin untuk masuk ke dalam lift..


Tapi...


Brak..


"Auch....!!!" Tentu saja salah satu kopi panas tumpah ke tubuhnya.


"Damn!!!" Tentu saja dia mengumpat.


"Maaaf.... Ucapku setengah terbata. Dan dengan segera aku melepas scrafku dan mulai melap kopi yang menjalar di sepanjang kemejanya..


Pria itu hanya mendesis kesal... Tanpa sabar, dia melepas kemejanya yang basah begitu saja dan segera meraih syall di tanganku yang berencana berhenti mengelap. Dengan kasar dia menariknya dan mengelapkan scraftku pada dadanya yang rapi. Tanpa sadar bahwa dia juga menggenggam erat tanganku.


"Ma.. Aaf.." Aku maaih sibbuk meminta maaf, tapi...


TING....


Pintu lift ternyata sudah terbuka lagi setelah sempat tertutup.. Dan kembali lagi ke lantai dasar...


Cekrek.... Cekrek... Cekrek...


****


"Bukankah dia penyiar pagi itu, wanita yang juga datang di Gallery hari itu. Apakah kali ini dia tidak mengenaliku?" batin Toby yang sengaja menarik lebih dekat lenganku lebih dekat.


Kilatan kamera begitu menyorot ke arah kami yang masih terperangkap di dalam lift.

__ADS_1


Dia siapa? Tanyaku dalam hati seiring dengan reflek wajahku yang terangkat otomatis, Dan...


****


" Well Nona... Mungkin ini cara kita untuk memgenal satu sama lain dengan lebih baik"batin Toby


Saat itu, detik itu juga Toby telah memutuskan calon pengantinnya.


Wajah Toby segera mendekat dengan cepat dan menciumku dengan penuh semangat .. Sepasang tangan hangatnyapun segera mendarat pada pangkal rahangku yang memang kedinginan karena udara pagi.


*****


Tidak mencolok, dan menyukai privacy. Bahkan Toby cukup kesulitan mengetahui perempuan yang sedang di incarnya untuk mengisi suara wanita dalam album terbarunya.


Hari itu Toby berencana untuk berdiskusi dengan wanita yang kini sedang di ciumnya tentang keinginannya. Namun, mereke sepertinya bertemu dalam kebutuhan yang terlalu memdesak.


*****


Jantungku serasa berhenti saat itu...


"Thank you for say Yes" suaranya begitu rendah tapi cukup lantang dan menggema...


"Ye... Yes..???" Aku bermaksud bertanya, apa.. Yang YES...


Tapi...


"Woaaaa...!!!" Sorakan serempak terdengar dari arah luar, seiring dengan kilatan lampu yang terasa lebih terang.


Pikiranku masih belum jernih tapi tanganku telah tertarik keluar. Tunggu... Aku harus kembali ke lantai tiga bukan?


Tapi pria ini terlalu kuat, kerumunan di depan kamipun segera membelah memberi jalan kami menuju mobil van yang baru saja parkir.


"Terimakasih.. Thank you..." Lanjutnya ketika dia mulai menutup pintu mobil dengan aku yang masih menggenggam erat satu gelas kopi di salah satu tanganku yang masih bebas.

__ADS_1


"A...!!"


"Tidak perlu berterimakasih, ini keberuntunganmu" Potong Toby pada suara yang keluar dari tenggorokanku.


******


Waktu sudah melangkah jauh sejak hari itu, kejadian singkat yang mengubah seluruh duniaku, bahkan....


Aku tertegun memandang perutku yang membesar.


"Bahkan aku kini Mengandung anakmu Tob..." aku memdesis sendiri. Dalam ruangan yang sudah kembali sepi.


Hanya layar kaca yang masih menyala dan memghadirkan count down peluncuran beberapa single dari Album Toby.


****


"Jadi.. Berapa lagu yang sebenarnya kamu tulis tentang percintaanmu dengan istrimu" tanya sang presenter.


Toby menerawang sejenak "Mungkin kebanyakan adalah tentang cerita kami, karena aku saat sungguh sedang mempertimbangkan untuk pernikahan kami" Jawab Toby.


"Benar... Pasti kalian mwmikirkannya dalam jangka waktu yang lama"


"Apalagi Istriku Sandra adalah orang yang sangat menjaga privacy. Sedangkan aku adalah Celebrity yang hampir tak bisa menyembunyikan apapun dari kehidupan pribadiku"


"Pasti kalian berdebat hebat?"


Toby hanya tersenyum kecil.


"Sebagai manager, bagaimana kamu menutupi hubungan keduanya dalam waktu yang lama. Bahkan termasuk perselisihan dj antara mereka"


Albert mulai tersenyum lebar "Itu bukan hal yang sulit, asalkan pasangan Toby adalah Sandra. Mungkin Andaikan wanita lain, aku akan kewalahan"


"Jadi secara tidak langsung kalian harusnya berterimakasih padanya"

__ADS_1


"Tentu saja" Albert dan Toby menjawab serempak.


__ADS_2