
Dokter Eva tersenyum tipis "Itu pilihan yang tepat, kesehatan bayimu yang utama" Kali ini dokter Eva mulai menempelkan alat usg di perutku. "Aku tidak keberatan bersaksi atas siapa ayahnya, karena bagaimanapun aku ikut andil dalam processnya"
Aku sudah menebak issue apa yang di maksud.
"Bayi yang Cantik... Dia perempuan"
Kami sama sama memandang bayi dalam kandunganku yang bergerak lincah di dalam perutku. Memang tidak begitu jelas seperti melihat manusia, tapi sebagai ibunya aku tahu bahwa kata Cantik sangat tepat untuknya.
"Bagaimana? Apakah ada keluhan?"
"Tidak ada keluhan berarti dok, hanya cepat lelah saja" jawabku sesuai kondisi.
" Itu wajar, bagaimana dengan rasa mualnya?"
"sudah banyak berkurang "
"Apakah konser Toby akan tetap berlngsung?" dokter Eva mengubah topik kami.
"Entahlah... Situasinya saat ini sedang sulit" Balasku sambil menarik nafas dalam.
"Padahal aku dan sumiku sudah membeli tiket vip"
"Apakah dokter adlh penggemar Toby?" Tanyaku reflek. "Karena itukah dokter Eva membantu misi Toby untuk menghamiliku saat itu?" tanyaku lagi, kali ini Aku menunjukkan perutku.
"Bisa di bilang begitu, tapi bisa juga di bilang lebih", Dokter Eva tersenyum manis, wajahnya tenang dan anggun seperti biasanya.
Aku hanya mengangguk mencoba pura - pura memahaminya meski tidak.
__ADS_1
"Semua gossip itu aku yakin tidak ada hubungannya dengan Toby, selain karena mereka adalah keluarganya. Jadi sampaikan pada Toby, kami penggemar setianya sangat berharap konsernya tetap berlangsung".
"Apakah dokter dekat denganToby"
"Kamu sudah tahu bukan kalau pemilik terbesar saham rumah sakit ini adalah Agencynya Toby?" Dokter Eva mulai menulis beberapa detail di buku laporan kehamilanku "jadi... Kurang lebih kami bekerja pada bos yang sama"
Dokter Eva menyerahkan buku itu kembali padaku "Aku melihay hampir semua perjalanan karir Toby"
"Oooh...." responseku.
"Kembali lagi tanggal 5 bulan depan, saat itu aku berharap kamu bisa datang dengn Toby"
"Aku akan sampaikan padanya"
"Dia pasti senang membahas beberapa hal tentang pertumbuhan bayinya serta rencana persalinan yang sudah mulai Di persiapkan jauh hari, Mengingat jadwal a Toby yang jarang sepi"
"Ah benar.."
*****
Sederet kata itu langsung aku kirumkan ke Toby usai aku keluar dari lift tentu saja bersama bodyguard yabg tinggi menjulang.
Apa yang akan membahayakan wanita hamil sepeetiku? Andai saja aku seorang istri orang biasa. Mungkin aku kini sedang menggandeng pangkal lengan suamiku sambil tersenyum menikmati foto hasil usg putri kami yng akan segera lahir ke dunia.
Tapi nyatanya....
Sudahlah, hidup ini tidak selalu yang enak saja buknn?
__ADS_1
"Aku mau le toilet dulu" Pamitku pada Bodyguard ku yang bernama Andi.
"Baik bu.."
******
Brak...!!"
Seorang penjaga Toilet menutup pintu Toiket dwngan tergesa - gesa.
Langkahnyapun begitu cepat menghampiriku yang masih penasaran apa yang terjadi.
"Ini Aku.." Petugas itu segera membuka Topi dan maskernya.
"Tia....???"
Untuk apa Tia menemuiku dengan cara ini? Dia bebas mendatangiku kapan saja, karena bagaimanapun dia juga masih managerku.
"Aku sungguh butuh uang dalam jumlah tinggi, ibuku perlu biaya transplatasi jantung yang tidak sedikit. Sebagai anak dari penderita jantung. Kamu tahu sendiri seberapa mahal perawatannya bukan?" jelas Tia tanpa basa - basi.
"Apakah kamu butuh bantuanku?" Aku menawarkan bantuanku dengan otomatis " Uang belanja dari Toby memang lebih dari cukup untukku. Aku mungkin bisa membantumu semampuku."
" Bukan itu... Aku tidak butuh uangmu" Timpal Tia yang menghembuskan nafas berat "seperti kau tahu itu tidak cukup"
"Lantas..??"
Aku bingung dengan penolakan Tia.
__ADS_1
"Aku butuh perceraianmu" Jawab Tia cepat "Hanya itu satu satunya cara agar ibuku bisa mendapatkan donor jantung segera"
"Ha...???"