
Satu jam sebelumnya.....
"Lihatlah Suara itu sudah hilang, aku pikir bakal seharian" Toby mengusap kepalanya yang basah usai keramas.
"Jadi menurutmu apakah semua baik baik saja"
"Tentu saja tidak, tapi mungkin tidak seburuk perkiraanku" Toby melempar handuk basahnya "Setidaknya kita bisa sedikit relax dan quality time sebelum ke jepang"
Terdengar cukup damai.
"Aku ingin melihat Toby Junior kali ini bersamamu, bukan hanya print fotonya"
"Bagaimana kamu tahu dia laki laki atau perempuan"
"Aku tidak peduli laki atau perempuan, siapapun didalam sana pasti anakku. Yang kemungkinan besar adalah versi kecil dari diriku"
"Bagaimana kalau mirip aku?"
"Tidak mungkin... Karena kamu tidak berkenan awalnya, pasti bayi ini berpihak padaku" Toby mengelus perutku yang mulai membengkak dan menyempatkan diri bersimpuhdan mengecupnya
"Aku ingin Juice detox yang kamu buatkan tempo waktu, bisa kah kamu membuatnya untukku?"
Aku mengangguk otomatis, dan meninggalkan Toby yang sedang mulai meraih remot Tv usai menjatuhkan tubuhnya pada sandaran Sofa tiga seater di ruangan.
"Drrrrttttttt...... Drrrrtttttt.... Drrrttttt" Bunyinsuara blender menggema di area Bar,
Samar - samar suara tv juga terdengar.
"Keterlibatan Ibu seorang Celebrity ternama Toby..." begitu kira - kira yang aku tangkap saat blender sudah mulai berhenti.
Namun bukankah berita tentang ibu Toby sudah berjalan beberapa waktu? Aku pikir ini hanya perkembangan yang tak perlu aku khawatirkan.
__ADS_1
Mungkin hanya tentang jumlah uang yang terlibat atau...
Toby sudah berdiri dan mneyambar Jus Detox di nampan kayu ku dengan cekatan. Tqnpa banyak kata dia langsung meneguknya dengan cepat.
Namun terhenti seketika, ketika sebuah nama kembali lagi di ucapkan pembawa berita...
Dan....
Prank...!!!!
Gelas itu melayang hebat tanpa meleset, dan tepat ke pusat TV.
****'' ''
Sebenarnya apa yang terjadi?
******
Dengan cekatan, toby merebusnya, menggorengnya dan juga menghancurkan sisanya dalam blender.
Dengan wajah tanpa relax. Toby m3masak kelopak kelopak mawar itu bak cheff international.
Terkesan indah, tapi memgerikan buatku. Dalam bayanganku itu hampir seperti.... Toby sedang memutilasi....
Rizal, sang pengirim.
Aku hanya bisa menyaksikan dan menelan salivaku kasar beberapa kali. Serta mengelus perutku. Dengan doa dalam hati,
Peekiraanku, alcholic toby bukan ringan. Perubahan emosinya terlalu drastic.
"Makan..." Toby sudah menghampiriku dengan sepiring pancake dan satu jug cairan yang aku taksi hasil dari olahan mawarnya.
__ADS_1
"Aku selalu melihat ketakutan di matamu, aku sangat menyukai itu"
Dan aku katakan, mungkin aku cuma wanita kecil yang lemah. Tapi setelah kamu melihat kemampuanku mengolah sakit hatiku menjadi hal berguna. Kamu pasti akan mendapatkan gambaran bagaimana kamu berahir bila melewati batas.
"Apakah perlu harus sejauh itu?" aku mencoba menanggapinya dengan tegar. Meski sebenarnya otakku masih menegang akan imajinasiku sendiri.
"Apakah kamu takut?"
Hanya orang bodoh yang tidak berperasaan yang tidak takut dengan ke lakuan Toby saat inu.
"Aku menyukai ketakutanmu" Toby melempar senyum yang sudah ramah ketika kembali memghampiriku dengan garpu dan pisau makan.
"Sarapan..??" Toby mengarahkan pada meja makan di belakang ku.
"Ah... Iya.."
Aku bergegas mengambil duduk di salah satu kursi usai meletakkan nampan pancake dan juga jug Juice mawar Di Tanganku.
"Aku mau piring sendiri.." Aku segera meminta ketika Toby hampir duduk dibsampingku.
"Ok..." Tobypun bergegas mengambil dua piring berdiameter 24 cm dan membaginyabdi antara kami.
Aku menatap Toby yang mulai melahap hidangannya.
Sebenarnya berita apakah yang tersaji??
Kasus penggelapan pajak, penyelewengan dana dan juga pencucian uang dari Gallery dan oeganisasi ibunya adalah bukan hal baru.
Bahkan keterlibatan agency tempatbToby bernaung juga sudah di umumkan sejak awal kasus mencuat.
Selama ini Toby menghadapinya dengan cukup tenang, namun kali ini...???
__ADS_1
Sepertinya tidak sama.