
"Menghindar terus." Sambung Abian datar sedih, ia sudah bisa menebak ucapan lanjutan Siska.
"Iya, tu tahu. kamu juga sih nyebelin."
"Bukan aku yang dekati mereka, tapi mereka yang datang sendiri sis."
"Iya, tapi kamu terima mereka kan dengan ramah." Cemberut Siska.
Abian pun tak bisa mengeles, itu lah kenyataan nya, memang ia terlalu Membiarkan wanita-wanita datang padanya, semua karena ia merasa sepi karena Clara tak memberikan harapan untuk nya yang terus mendekat.
"Sekarang ayah Clara sakit, aku dengar Clara mungkin akan menerima pernikahan ini." Ucap Siska.
"Apa?, Ini gak boleh terjadi sis, pernikahan gak bisa di paksa." Ucap Abian.
"Yah, kita bisa apa, semua keputusan ada di Clara, dia pasti merasa bersalah, meninggalkan rumah dan membuat ayah nya sakit.
"Sis, temani aku temui Clara." Ucap Abian.
Siska melihat keseriusan Abian, ia pun hanya bisa mengiyakan. " Tapi janji ya, jangan buat masalah, kamu harus terima semua yang menjadi pilihan Clara." Ucap Siska.
"Iya, Janji." Balas Abian.
__ADS_1
Di tempat lain.
Kenan sampai di rumah orang tua nya, Ayah dan ibu nya heran saat ia melihat Kenan datang tanpa di telefon lebih dulu.
"Kenan, kau datang nak." Ucap Ibu nya.
"Ma, Aku ingin bicara dengan kalian." Ucap Kenan dengan serius.
Bu Yuni melihat Suami nya yang duduk juga mendengar apa yang di katakan putra nya.
"Ayo kalau mau bicara." Kata Pak Broto sembari bangkit berdiri dan berjalan ke ruang tamu tempat mereka akan bicara.
"Aku dan Clara sudah setuju akan menikah."Kata Kenan langsung to the poin.
"Memang nya Clara sudah pulang?." Tanya Bu Yuni. Kenan mengangguk.
"Bagus lah, Papa senang mendengar nya, Anak Papa memang sangat bertanggung jawab untuk urusan pribadi dan kerjaan."Puji Pak Broto.
Kenan hanya diam, ia pun enggan, tapi dia tidak punya pilihan lain, semua kembali pada Clara, kalau pihak Clara membatalkan nya, ia baru bisa terbebas dari semua ini. namun Clara memilih untuk menerima pernikahan nya, ia hanya bisa menyetujui nya dengan syarat.
"Abian." panggil Bu Yuni saat melihat putra kedua nya berjalan masuk ke dalam. Abian pun tampak murung dan tak berselera untuk berbicara.
__ADS_1
"Iya Ma."
"Mama ada kabar Bahagia, Kakak mu akan segera menikah." Ucap Bu Yuni.
"Benarkah, Selamat ya kak." Ucap Abian datar karena ia sedang patah hati. tanpa tahu kalau wanita yang akan di nikahi kakak nya adalah Clara.
"Iya." Jawab Kenan yang juga tanpa ekspresi apa apa.
"Aku masuk kamar dulu semua nya." Kata Abian dan berlalu pergi.
Bu Yuni heran karena sikap putra nya tak biasa. "Ada apa dengan nya?." ucap Bu Yuni sembari melihat suami nya
"Mungkin dia sedang lelah karena Dia kan magang." Ucap Pak Broto.
"Iya, mungkin saja." Balas Bu Yuni.
"Pa, Ma, kalau begitu aku pulang dulu." Ucap Kenan.
"Iya, kita akan bicarakan kembali dengan keluarga Clara, besok kita kesana." Kata Pak Broto. Kenan menyetujui nya.
•••
__ADS_1
Malam itu setelah dari rumah Ibu dan ayah nya, Kenan pun menghabiskan Malam nya di club' langganan nya, meneguk segelas demi segelas Alkohol untuk menghilangkan kegalauan nya sendirian. tanpa Fandi dan Frank di samping nya.
Ia mabuk, hingga ia pun tertidur di sofa itu hingga pagi menjelang.