TERJEBAK Pernikahan

TERJEBAK Pernikahan
Umpan


__ADS_3

Sepanjang pesta ulang tahun Radio, lengan Nora terus melingkar di pada siku kekasihnya Jorge. Keduanya nampak mencolok di antara tamu yang hadir.


Nora yang memang cantik dan bertubuh indah, sengaja membalut tubuhnya dengan gaun hitam berpotongan dada rendah dan belahan panjang lainnya yang memamerkan kaki panjangnya di antara juntaian gaun sepanjang mata Kaki. Kulit putihnya juga terlihat lebih sehat dari biasanya dengan make up sederhana namun dengan lapisan lipstick yang berwarna maroon merona.


Sedangkan Jorge, seperti biasa bergaya sederhana dan classic. Dia membalut tubuh jangkungnya dengan kemeja putih yang sedikit oversize dan memadukan dengan celana panjang pipe berwarna beige. Rambutnya yang sedikit panjang, di ikatnya rapi kebelakang. Mengexpose ketampanannya menjadi lebih tegas.


Tidak seperti Nora yang nampak ceria dan selalu menyapa siapa saja yang ditemuinya. Jorge lebih banyak diam dan sesekali menyesap champagne di tangannya.


"Apakah ahir - ahir ini, ada hal yang buruk nenimpamu hingga kamu bahkan tidak bisa lebih ramah di acara seperti ini? " Bisik Nora pelan.


"Aku tidak begitu suka terlalu ramai, aku lebih suka ketenangan"


"Apakah kamu introvert ?"


Jorge hanya mengangkat kedua alisnya "hanya tidak suka saja" Jorge kembali menyesap champagne di tangannya.


"Entahlah... Apakah aku yang banyak berharap atau kamu yang berubah?" Gerutu Nora yang kini menautkan jemarinya dengan jemari Jorge.


"Maksudmu??"


"Dulu kamu nampak hangat Dan ramah dalam ingatanku. Tapi saat kita bersama justru... Kamu nampaknya telah membeku"

__ADS_1


Jorge meletakkan gelas kosongnya pada nampan kosong yang baru saja melewatinya. "Rupanya kamu berusaha cukup keras kepadaku"


"Ah... Masa sih..!" Nora mengibaskan rambut coklatnya yang tergerai classic "Memperhatikan orang tampan itu, bukankah hal yang biasa?"


Jorge hanya kembali mengangguk dan tersenyum. Dia hanya kembali diam mendampingi Nora yang terus mengoceh kesana kemari


***


"AH.. aku rasa aku tidak bisa sampai terlalu malam"


"Ha..?? . Ini baru jam 11 malam" Nora memandangi jam tangan mini di pergelangannya.


"Aku tidak suka keramaian.. Nor.." jawab Jorge yang terkesan sedikit kesal "kamu mau aku antar pulang?"


Jorge mengangguk "Atau aku pulang duluan"


"Sssh.." Nora memandang sekitar sejenak. Otaknya berputar cepat, tentang bagaimana orang berfikir bila gadis secantik dia ditinggalkan pria di pesta seperti ini" Ok... Aku pulang " ahirnya.


***


Thank you for today.. Ucap nora lembut sambil mendaratkan kecupan manis di pipi kiri Jorge.

__ADS_1


Jemarinyapun dengan segera menekan angka - angka untuk mengakses apartementnya.


" Good night!! "Sapanya lagi yang kini telah berada didalam apartment dan berniat menutup pintu, tapi..


Sebuah sepatu kokoh berbahan kulit dengan warna Tan, rupanya menjadi penghalang di antara pintu.


"Apakah terlalu larut bila aku ingin mengenalmu lebih?"


Nora mengerjap sejenak "Ah.. Itu..." ucapannya menggantung mencoba menerka maksud Jorge.


Namun tubuh jorge sudah melangkah lebih cepat dari keputusan Nora. Tanpa kata Jorge mendorongnya mundur dan mebuat pintu otomatis tertutup.


"bukankah kamu mengenakankan gaun ini untuk menarik perhatianku?"


Memang itu tujuan Nora awalnya. Sandra sudah memperingatkan bahwa gaunnya saat ini terlalu sexy. Tapi Nora bersikukuh untuk sedikit memamerkan keindahan tubuhnya berharap jorge menyesal, bika terus bersikap dingin padanya.


" Hah...?? " Nora tak menyangka bahwa Jorge langsung menanggapinya "Itu hanya perasaanmu saja.."


"Oh ya..??" Tanya Jorge yang tak ragu mendorong tubuh semampai Nora ke tembok dan mebuat keduanya saling menyentuh, tentu saja bagian dada nora yang paling tertekan saat ini.


Garis pemisah di dadanya yang memang tak tertutupi dengan baik kini semakin jelas. Dan tanpa ragu kedua benda itu seakan hampir keluar.

__ADS_1


"Jorge..!!" Pekiknya tertahan ketika menyadari apa Keinginan kekasihnya.


"Misi kamu berhasil nor..!!" Balas Jorge dengan sorot mata yang sudah tidak seteduh biasanya.


__ADS_2