TERJEBAK Pernikahan

TERJEBAK Pernikahan
Pengecut


__ADS_3

****


"ckckck...." Albert berdecak kagum menatap layar ponselnya. "Aku bisa kaya mendadak.." Lanjutnya dengan terkekeh.


"Kamu tidak pernah miskin" Protest Toby yang sedari tadi diam menatap luar jendela.


"Setidaknya lonjakan kekayaanku akan lebih besar"


"Apakah saham investasimu sedang naik dengan sangat significant?"


"Bukan...ini lebih ke emotional investasi"


Albert segera menyodorkan handphonenya.


"Top 20?"


Albert mengangguk cepat "Singlemu langsung masuk top 20 pada mimggu pertama"


Toby tertawa lirih ada rasa bangga, tapi juga kecewa "Padahal aku mempersiapkan Albumku setahun penuh, dan justru single yang aku buat dalam kebut semalam yang lebih menang"


"Lagu dari Albummu masih bertahan di tiga besar dan lima besar, itu sangat bagus"


"Ada 14 lagu di sana.." Toby mencoba mengingatkan.


"Well..." Kali ini Albert mengeluarkan tablet dari kantongnya "Mungkin ini bisa menjawab alasannya" Albert mengetik nama "T.. O.. B.. Y E.. T.. H. A. N" Gumamnya sebelum ia segera menyerahkan tablet itu setelah membuka halaman berita denga kata kunci Toby


"Aku hafal ejaan namaku"


Toby yang biasanya malas untuk melihat hal semacam itu kali ini langsung menerima uluran tangan Albert. Jujur kali ini dia juga turut penasaran.


"Tentu saja tetap tentang aku bukan..?"


Baris ketiga dan selanjutnya.


Toby mengerutkan matanya, seolah sedang memeras sesuatu. Namun perlahan matanya terbuka.


"Mama..?"


"Terus scroll..."


Toby menuruti secara otomatis perintah Albert.

__ADS_1


"Semua tentangmu ada di mana - mana" Albert mulai menarik nafas panjang, "Negative atau positive semua tetap kepopuleran"


Toby masih sibuk men scroll tablet dibtangannya tanpa memggubris ocehan managernya.


"Headline, berita Ekonomi, pilitik, infotaiment, bahkan berita medispun menyebutkan dirimu"


Kedua pria itu saling menatap.


"Apakah yang mereka tulis itu semua benar?"


" Setidaknya berita ekonomi ditulis berdasarkan data perbankan yang sangat diperca..."


"Persetan dengan itu..." Toby segera menunjukkan sebuah berita tentang pemalsuan Jumlah Aset Star Entertainment "Ini Filmku kan?"


Albert mengangguk.


"Mereka menunda merilisnya bukan karena kesalahanku tapi itu hanya agar keuangan mereka terlihat sehat"


Albert menelan salivanya cepat. Jujur dia juga belum membaca sedetail itu.


"Aku tidak membaca semua..."


"Karena semakin besar berita tentang ku, film itu semakin popular..." Toby kembali membaca sekilas berita di tangannya "Bahkan permintaannya menggunung seiring gossipku dengan Billy wang meluncur, karena public penasaran untuk melihat tubuhku?" Toby tertawa kering.


"Terbuka..." Potong Toby.


"Secara resmi " suara Albert memelan.


"Dan tidak ada yang penasaran tentang keterampilan Wushu yang aku tampilkan dalam tayangan itu... Ckckkckc"


"Yeah... Lelaki dan perempuan sama saja soal lawan jenis, mereka lebih suka memanjakan visualnya terlebih dahulu"


"Huh.... Papa benar kalau aku memang badut"


Toby segera mengecek daftar naskah di folder tablet Albert.


"Delapan episode dengan setting selama musim gugur dan berahir pada musim semi pertama" Desisnya.


"Maksudmu..."


"Drama yang aku pilih.. Sisanya Tolak"

__ADS_1


"Tob...." Albert coba mengingatkan akan kesepakatan Toby yang merujuk pada kesehatannya. " Syutingnya akan dalam waktu dekat. Press release..."


"Drama itu berlangsung di jepang bukan?"


" Benar... Tapi.."


"Aku sedang benci negara ini... Konsultasikan dengan dokterku untuk mengalihkan operasiku di jepang"


"Hei..!!!! i..."


Toby segera menutup telinganya denga earphone dan matanyapun segera terkatup seiring matahari yang mulai menukik untuk bersembunyi.


*****'


"Jepang...?" Aku segera mempertanyakan nama negara yang Toby sebutkan sebagai lokasi operasinya.


"IZe dan Mie... Aku selalu ingin ke sana, orang bilang tempatnya bagus, dan kita tahu jepang memiliki culture disiplin. Setidaknya masa masa sekolah pertama dia berada di lingkungan yang disiplin"


"Maksudmu...? Kita semua?"


"Tentu..."


Aku mengerutkan keningku "Pindah?" tanyaku lirih..


"well.. Tidak selamanya"


"Apakah selamanya kamu tidak menanyaiku untuk keputusanmu?"


"Kamu tidak suka negeri sakura itu?"


"Persetan dengan nama negerinya, tapi setidaknya mintalah pendapatku dulu.. Aku juga punya rencana untuk putriku .. Well putri kita.., bisakah kamu belajar bekerja sama?"


"Dam berahir menjadi orang yang hanya lari dari kenyataan sepertimu?"


"Bukankah kamu juga sedang lari..?"


Toby menggeleng "Aku bukan pengecut sepertimu, keluar dari keluargamu dan hanya mensupport financial?" Toby menarik kerahku. Dia memang sulit membedakan bermasalah dengan oerempuan atau laki - laki "Lihatlah.. Takdirmu pada ahirnya juga tetap merawat pasien penyakit jantung dan alcoholic sepertiku"


Tubuhku m3mbeku saat itu, ucapan Toby menghujam keegoisanku yang tak aku sadari selama ini.


"Kamu bahkan tidak pernah menanyakan kenapa ibumu tidak pernah mengganggumu? Bahkan bagaimana Ayahmu?"

__ADS_1


Wajahku seakan tertampar saat itu... Aku baru sadar.. Aku juga kejam. Dan memang pengecut.


__ADS_2