TERJEBAK Pernikahan

TERJEBAK Pernikahan
Episode 5 Ameera Mengetahui Rencana Pernikahannya


__ADS_3

BALI


Hari sabtu pagi pukul 08.00 Ameera sudah sampai di Bali, untuk memenuhi janjinya kepada orang tuanya.


Sesampainya Ameera di Bandara, sudah ada jemputan suruhan orang tua nya yang menunggu, kemudian setelah Ameera bertemu dengan jemputannya, Ameera langsung dibawa ke villa tempat keluarganya menginap.


Sesampainya di villa, setelah Ameera turun dari mobil,Ameera merasa sangat senang dan bahagia, karena melihat semua keluarga besar dari Ayah dan Bunda nya sedang berkumpul santai di depan villa, dan setelah Ameera melihat nya, ternyata benar apa yang di kata kan Ayah dan Bunda nya kepada Ameera kemarin, jika semua keluarga besarnya sudah di pastikan akan hadir semua,Ameera merasa sangat senang dan merasa sangat beruntung karena dapat menghadiri nya juga.


Setelah semua keluarga nya menoleh ke arah Ameera sambil tersenyum dan melambaikan tangannya,Ameera langsung melangkah kan kaki nya mendekati keluarga nya yang sedang berkumpul, sambil mengucapkan salam. ”Assalamualaikum aku datang.” Ucap Ameera tersenyum bahagia.


”Waalaikumsalam.” Semua keluarga menjawab salam Ameera.


”Wah ternyata benar kumpul semua,semuanya bisa hadir,untung aku dateng kali ini,kalo ngga sayang banget melewatkan momen langka ini,keluarga dari Ayah sama Bunda bisa hadir semua.” Ucap Ameera antusias tersenyum bahagia sambil keliling bersalaman ke semua anggota keluarga nya satu persatu.


”Hmmp mangkanya Bunda ajak Ameera,rugi kan kalo sampe ngga ikut.” Ucap Bunda meledek Ameera, sambil tersenyum,karena melihat sikap bahagia Ameera.


”Iah makasih Bunda, udah ajak Ameera.” Ucap Ameera tersenyum sambil memeluk Bundanya.


“Oiah aku mau naro barang-barang aku dulu deh Bun,kamar aku dimana yah Bun ?.” Tanya Ameera kepada Bundanya sambil melepaskan pelukannya.


Mendengar Ameera menanyakan kamarnya, seketika semua keluarga nya terkejut, semua keluarga nya menjadi diam,hening dan suasana menjadi tegang, penuh dengan kekehawatiran, tanpa adanya suara dari siapapun, semuanya saling tatap satu sama lain,dan menatap kearah Ameera.


Ameera merasa heran, melihat semuanya berubah dan menatap kearah nya.


“Hmmp kenapa ? ko pada diam semua ? kenapa semuanya menatap kearah aku ?.” Tanya Ameera kebingungan.


“Hmmp ngga papa sayang." Jawab Bunda mengerjapkan wajahnya tersenyum ringan.


"Nanti biar Ayah yang tunjukin kamar kamu yah.” Lanjut Bunda sambil menoleh kearah Ayah.


“Ooh ok Bun." Ucap Ameera tersenyum.


"Ya udah hayu, Ayah tunjukin kamar kamu." Ajak ayah kepada Ameera, menatap kearah Ameera, sambil berdiri dari tempat duduknya.


Ayah melangkah kan kaki nya mendekati Ameera.


“Sini biar Ayah yang bawa, barang-barang bawaan kamu,banyak banget.” Ucap Ayah sambil mengambil barang bawaan Ameera yang sedang Ameera pegang.


“Hehe kan nanti aku mau langsung ke Landen yah.” Jawab Ameera sambil tertawa kecil.


Mendengar kata-kata Ameera ke Landen,membuat semua keluarganya yang belum mengetahui nya sangat terkejut.


Kemudian untuk meyakinkan nya Nenek bertanya kepada Ameera. "Hah ? Ameera mau ke Landen kapan ? ko Nenek ngga tau ?." Tanya Nenek dengan nada terkejut.


"Iah Nek aku mau ke Landen ada pelatihan di sanah selama 2 minggu,dan aku berangkat lusa setelah pulang dari sini." Jawab Ameera tersenyum sambil menatap kearah Nenek.


"Ooh." Ucap singkat Nenek tersenyum sambil menganggukan kepalanya.


* Nenek dan semua keluarga berusaha bersikap biasa saja di depan Ameera,berusaha untuk menahan melanjutkan pertanyaannya mengenai keberangkatan Ameera dengan pernikahannya,karena sampai saat ini Ameera belum mengetahui rencana pernikahan nya.


"Hmmp ini banyak banget,Ayah ajah biasa nya kalo tugas keluar ngga bawa barang sebanyak ini." Sambung Ayah berusaha mengalihkan pembicaraan, sambil mengangkat barang bawaan Ameera yang Ayah pegang dan mengernyitkan dahinya.


"Ikh Ayah,Ayah kan laki-laki jadi wajar lah barang bawaannya sedikit, sedangkan aku kan perempuan, jadi pasti lah bawa barang bawaan nya banyak." Ucap Ameera cemberut manja kepada Ayah nya.


"Udah-udah Ayah nih seneng banget ngegodain Ameera." Ucap Bunda menatap tajam mata Ayah, sambil mengernyitkan dahinya.


* Meski Ameera anak pertama, namun Ameera sangat lah manja kepada Ayah dan Bunda nya.


"Hmmp ya udah hayu, Ayah tunjukin kamar kamu." Ajak Ayah kepada Ameera, sambil melangkahkan kaki nya menuju kamar Ameera.


"Semuanya aku ke kamar dulu yah.” Ucap Ameera tersenyum, kemudian melangkah kan kaki nya mengikuti Ayah nya dari belakang.

__ADS_1


“Iyaah.” Ucap semua keluarga nya tersenyum ringan sambil mengangguk kan kepalanya, menutupi semua rasa kekehawatiran nya.**


Ketika Ayah dan Ameera melangkah kan kaki nya menuju kamar nya,semua keluarga nya merasa semakin tegang dan merasa sangat khawatir memikirkan reaksi Ameera ketika nanti Ameera sudah sampai di kamarnya, dan setelah Ameera melihat kamar nya yang sudah rapih di hias sebagaimana layaknya kamar seorang pengantin, Ameera pasti merasa heran dan akan mempertanya kan nya,semua keluarga nya semakin memikirkan apakah nanti ketika Ameera sudah mengetahui nya Ameera mau menerima rencana pernikahan ini atau kah tidak, semua keluarga nya hanya bisa berdo'a dan pasrah dengan apapun keputusan yang akan Ameera ambil nanti nya.


Namun di tengah-tengah ketegangan dan kekehawatiran nya,Nenek tiba-tiba kembali menanyakan mengenai keberangkatan Ameera kepada Bunda Ameera, sedangkan Nenek dan semua keluarga tau jika lusa adalah sehari setelah pernikahan Ameera,namun Bunda Ameera berusaha menjelaskan dan mengingat kan kepada Ibu dan semua keluarga nya, jika rencana pernikahan ini tidak diketahui oleh Ameera sebelum nya,jadi wajar saja jika setelah pernikahan nya Ameera tetap langsung melaksanakan aktifitas bekerja nya seperti biasa nya,kemudian setelah Bunda Ameera menjelaskan dan mengingatkan nya,baru Nenek Ameera dan semua keluarganya benar-benar mengerti dan menyadarinya.


Kemudian setelah tidak seberapa jauh Ameera dan Ayah nya melangkah,tiba-tiba langkah Ayah terhenti di depan pintu salah satu kamar yang ada di villa itu. “Ini kamar kamu.” Ucap Ayah sambil menoleh kearah Ameera.


"Oh ok, terimakasih Ayah." Ucap Ameera tersenyum,sambil menatap Ayah nya.


Ketika akan membukakan pintunya, tiba-tiba Ayah terhenti dan diam dengan tatapan kosong nya,karena Ayah merasa deg-degan dan khawatir memikirkan reaksi Ameera, ketika nanti melihat kamar nya yang sudah di hias rapih seperti layaknya kamar seorang pengantin.


"Ayah,Ayah kenapa ?." Tanya Ameera khawatir sambil mengernyitkan dahinya melihat Ayah nya terdiam.


"Oh Ayah ngga papa." Jawab Ayah tersenyum sambil mengerjapkan wajah nya.


Ayah membuka kan pintu nya.


Ayah mempersilahkan Ameera untuk memasuki kamar nya terlebih dahulu,sedangkan Ayah mengikutinya dari belakang sambil membawa barang-barang bawaan Ameera.


Dan benar saja ketika Ameera melangkahkan kakinya memasuki kamar nya,Ameera terkejut melihat kamar nya.


"Ayah kita kayanya salah kamar deh." Ucap Ameera kepada Ayahnya sambil tetap melihat lihat kamarnya untuk meyakinkan.


“Hmmmp ngga nak,kita ngga salah kamar,ini emang kamar kamu.” Jawab Ayah pelan.


Ameera membalikan badannya menghadap Ayah. “Tapi ini kamar pengantin Yah.” Ucap Ameera sambil menatap mata Ayah.


Sebelum Ayah menjawab,Ameera malah melanjutkan pertanyaannya. “Kan katanya yang mau menikah anak sahabat Ayah sama Bunda kan ? masa aku yang tidur di kamar pengantinnya ?.” Tanya Ameera sambil mengernyitkan dahinya.


Ayah menarik nafas nya panjang dan mengeluarkan nya dengan kasar,kemudian menjawab pertanyaan Ameera. "Hmmp nak sebenar nya Ayah mau membicarakan ini semua sama kamu."


"Hah membicarakan ini semua ke aku,memang nya kenapa Yah ?." Tanya Ameera terkejut sambil mengernyitkan dahinya.


Ameera duduk di pinggir tempat tidurnya sesuai ajakan Ayah,Ameera duduk menghadap Ayah sambil menatap Ayah menunggu jawaban penjelasan dari Ayah.


“Hmmp gini sebenarnya memang betul yang mau menikah itu anak sahabat Ayah." Ucap Ayah,kemudian Ayah diam dan menundukan kepalanya menatap tempat tidur tidak melanjutkan pembicaraan nya karena gugup.


"Iyah, terus ?." Tanya Ameera penasaran sambil mengernyitkan dahinya menatap Ayah.


Untuk yang kedua kalinya Ayah menarik nafas nya panjang dan membuang nya dengan kasar,kemudian Ayah melanjutkan pembicaraan nya. "Tapi menikah nya sama kamu nak.” Jawab Ayah sambil menatap Ameera dan memegang bahu Ameera.


“Hah ? hahaha nikah nya sama aku,aku ngga ngerti Yah,Ayah pasti becanda kan ?.” Tanya Ameera polos sambil tertawa ringan karena Ameera menganggap Ayah nya hanya sedang bercanda.


“Ayah ngga bercanda nak,ini serius.” Ucap Ayah dengan serius berusaha meyakinkan Ameera.


“Yakin Yah ini serius ?.” Tanya Ameera untuk meyakinkan.


“Iah nak serius, sebenarnya kami sudah lama merencanakan dan mempersiapkan acara ini,dan sebenarnya kamu sama calon suami kamu sudah kami jodohkan sejak kalian masih kecil,dan menurut kami ini lah saat nya kami untuk mempersatukan kalian.” Jawab Ayah sambil berusaha menjelaskan.


“Hah di jodohkan ? tapi Yah kenapa aku harus di jodohkan ? tanpa harus dijodohkan kalo sudah waktunya pasti aku nikah kan Yah ?.” Tanya Ameera terkejut dengan nada kesal sambil mengernyitkan dahinya.


“Iah Ayah tau,kalo tanpa dijodohkan pun anak Ayah pasti akan menikah,Ayah minta maaf,ini memang salah kami, karena kami sudah berjanji untuk menjodohkan kalian dari kecil dan menikahkan kalian ketika kalian sudah dewasa.” Jawab Ayah berusaha menenangkan Ameera sambil memasang muka merasa bersalah dan memelasnya.


“Aduuuh Ayah sih sama Bunda ngapain kali ah ngelakuin hal konyol gitu, pake acara janji buat jodoh-jodohin anak-anak nya segala lagi,kaya zaman Siti Nurbaya ajah,jadi nya kan anak-anak nya juga yang harus jadi korban.” Ucap Ameera menatap Ayah kesal.


“Iah nak,ini memang salah kami,tapi tidak ada maksud kami untuk menjadikan anak-anak kami menjadi korban,kami hanya menginginkan yang terbaik untuk anak-anak kami.” Ucap ayah menjelaskan masih dengan muka merasa bersalah dan memelasnya.


“Dari mana Ayah tau kalo laki-laki itu yang terbaik untuk aku ?.” Tanya Ameera sambil mengernyitkan dahinya dan mengangkat bahu nya.


“Ayah sama Bunda tau keluarga nya nak,kami bersahabatan sejak kecil,kami juga tau dia dari kecil,jadi kami tau jika dia anak yang baik dan dia yang terbaik buat kamu,dia sangat sesuai dengan kamu nak.” Jawab Ayah kembali menjelaskan.

__ADS_1


“Tapi itu kan menurut Ayah sama Bunda, tapi menurut aku kan belum tentu Yah ?.” Ameera kembali bertanya.


“Nak sehebat apapun kamu,kamu tetap hanyalah seorang anak,dan kamu adalah seorang perempuan, jadi kami sebagai orang tua kamu,tidak mau kalo kamu sampai salah pilih,kami selalu menginginkan yang terbaik untuk anak-anak kami,kami tau mana yang terbaik atau tidak nya buat kamu,kita sudah lebih dulu merasakan kehidupan ini dari kamu,lagipula Ayah sama Bunda ngga asal gegabah mengambil keputusan,ini semua sudah berdasarkan banyak pertimbangan.” Jawab Ayah menjelaskan sambil berusaha meyakinkan Ameera.


“Hmmp tapi Yah aku belum siap menikah,Ayah kan tau gimana kerjaan aku,aku takut yah,kalo dia tidak bisa menerima kerjaan aku bagaimana ? lagipula aku belum mengenal laki-laki itu Yah.” Ucap Ameera sambil berdiri dari duduk nya dan melangkahkan kaki nya mendekati jendela membelakangi Ayah.


“Kalian memang belum saling mengenal,dan kalian memang belum pernah bertemu,tapi bukankah mengenal dan bertemu setelah menikah juga tidak menjadi masalah nak dan justru lebih indah menurut Ayah,dan untuk masalah pekerjaan kamu,justru kenapa kami menjodohkan kamu sama dia,karena dia sama-sama penggila kerja nak sama seperti kamu,jadi kami yakin dia pasti akan menerima pekerjaan kamu,dan dia pasti akan mengerti pekerjaan kamu,dia pasti tidak akan mempermasalahkan pekerjaan kamu,dan karena itulah menurut kami dialah yang terbaik dan sesuai buat kamu.” Ucap Ayah kembali meyakinkan Ameera sambil menatap kearah Ameera.


“Haduuuh Ayah,aku mimpi apa selama ini, sampai-sampai semua ini bisa terjadi sama aku,ga ada angin ngga ada hujan tiba-tiba aku harus menikah sama laki-laki yang sama sekali aku ngga kenal karena perjodohan.” Ucap Ameera dengan nada memelas sambil membalikan badannya menatap kearah Ayah.


“Percaya lah nak ini semua jalan jodoh kamu,ini semua takdir,buktinya semuanya di perlancar, rencana pernikahan kamu sudah hampir rampung 100%, tinggal nunggu keputusan dari kamu,karena anak sahabat Ayah semalam sudah di pastikan menyetujuinya,jadi semua keputusan di lanjutkan atau tidaknya rencana pernikahan ini ada di kamu,Ayah Bunda dan semua keluarga kita pasrah nak sama apapun keputusan yang kamu ambil.” Ucap Ayah pasrah sambil menjelaskan dengan memasang muka memelasnya.


Setelah mendengar pernyataan Ayah jika laki-laki yang di jadikan Ayah dan semua keluarga nya sebagai calon suami nya sudah menyetujui nya dan semua nya hanya tinggal menunggu keputusan nya, maka Ameera menarik nafas nya panjang dan mengeluarkan nya dengan kasar,kemudian dengan lantang Ameera mengatakan jika dia menyetujui rencana pernikahannya juga. “Hmmp ya sudah Yah,jika ini memang yang terbaik menurut Ayah sama Bunda, dan jika ini takdir bagi aku, Bismillah aku mau melanjutkan rencana pernikahan ini.” Ucap Ameera menyetujui pernikahan perjodohan itu.


Ayah terkejut mendengar perkataan Ameera dan merasa tidak percaya jika Ameera benar-benar menyetujui nya,kemudian Ayah menanyakan nya kembali kepada Ameera untuk meyakinkan nya. “Serius nak?.” Tanya Ayah terbata bata sambil mengernyitkan dahinya.


“Iah Yah aku serius,aku yakin Ayah sama Bunda mau memberikan yang terbaik untuk aku,aku pasrah,aku hanya bisa berdo'a berharap yang terbaik.” Jawab Ameera tersenyum meyakinkan Ayah.


Ayah sangat senang dan bahagia mendengar perkataan Ameera untuk yang kedua kalinya, sekarang Ayah sudah benar-benar meyakini kebenaran jawaban dari Ameera,kemudian Ayah berdiri dari duduk nya dan melangkahkan kakinya nya mendekati Ameera.


“Alhamdulillah iah nak, semoga Ayah sama Bunda ngga salah pilih,karena Ayah sama Bunda yakin kalo ini adalah jodoh terbaik buat kamu,kami sebagai orang tua selalu menginginkan yang terbaik untuk anak-anak kami,dan kami tau kalo kamu adalah anak yang baik, jadi pasti kamu tidak akan mungkin menolak rencana pernikahan ini, terimakasih sayang,karena kamu selalu mau mendengar apa kata orang tua mu,dan terimakasih karena kamu selalu mau mengikuti apa kemauan orang tua mu.” Ucap Ayah bahagia sambil memeluk Ameera.


“Iah Yah,sama-sama,semoga ini bisa membuat Ayah dan Bunda bahagia yah.” Ucap Ameera dalam pelukan Ayah.


“Iah sayang,ini membuat Ayah sama Bunda merasa sangat-sangat bahagia.” Ucap Ayah tersenyum menatap Ameera sambil melepaskan pelukannya.


“Eh tapi Yah,hari senin aku tetep ke Landen yah, walaupun aku besok nikah,dan aku mohon sama Ayah Bunda dan sama semua keluarga yang mengetahui pernikahan ini untuk merahasiakan nya terlebih dahulu sementara waktu.” Ucap Ameera kepada Ayah nya dengan nada memohon sambil memegang kedua tangan Ayah nya.


“Iah sayang,kami tidak akan menghalangi itu,kami semua mengerti dan pasti suami kamu juga akan mengerti,dan kami berjanji untuk sementara waktu kami akan merahasiakan pernikahan kamu,sampai kamu benar-benar siap untuk memberitahu semuanya.” Ucap ayah tersenyum meyakinkan dan menenangkan Ameera.


“Alhamdulillah jika seperti itu.” Ucap Ameera tersenyum merasa tenang.


”Ya sudah nak,kamu istirahat dulu yah,Ayah keluar dulu, mau menyampaikan kabar gembira ini ke semua keluarga dan keluarga calon suami kamu yang sudah menunggu,kasian mereka pasti sudah sangat deg-degan menunggu jawaban kamu,dan kami akan pergi ke resort untuk melakukan pengecekan persiapan untuk acara besok.” Ucap ayah tersenyum sambil menepuk nepuk bahu Ameera.


“Iah Yah,terimakasih.” Ucap Ameera tersenyum.


Ayah melangkahkan kakinya menuju pintu keluar dari kamar Ameera,namun disaat Ayah akan membuka pintu , tiba-tiba terdengar suara Ameera memanggil Ayah,dan seketika menghentikan rencana Ayah untuk membuka pintunya,kemudin Ayah membalikan badannya menatap kearah Ameera dan bertanya. "Kenapa nak ?." Tanya Ayah sambil mengernyitkan dahinya.


"Ayah aku lupa tanya,siapa nama laki-laki yang akan menjadi suami aku ?." Tanya Ameera tersenyum.


"Oh iah Ayah lupa kasih tau,nama dia Rio Syah Iskandar." Jawab Ayah tersenyum.


Mendengar nama belakangnya Rio adalah Iskandar menjadi mengingatkan Ameera kepada seseorang,namun Ameera lupa,Ameera berusaha untuk mengingatnya. "Hmmmp Iskandar,Iskandar." Ucap Ameera sambil menepuk-nepuk dahinya dengan tangannya.


Ayah yang memperhatikan tingkah lucu anak nya yang sedang berusaha mengingat ingat sesuatu hanya menggeleng gelengkan kepala sambil tersenyum, namun ketika Ayah akan membantu mengingatkan nama Iskandar kepada Ameera, Ameera sudah lebih dulu melanjutkan pembicaraan nya. "Oh iyah,sekarang aku ingat Iskandar itu nama belakang nya Om Bramantyo kan Yah ? nah berarti dia anak nya Om Bramantyo dong Yah ?." Tanya Ameera kepada Ayah.


Ayah hanya menjawab nya dengan menganggukan kepalanya dan tersenyum.


* Ameera tidak menanyakan pekerjaan Rio,setelah Ameera mengetahui Rio anak Bramantyo,karena Ameera mengetahui jika Bramantyo itu siapa.


Kemudian setelah itu Ayah membalikan badannya kembali menghadap pintu, Ayah membuka pintu kamar Ameera,Ayah melangkah keluar,Ayah menutup kembali pintu kamar Ameera dan Ayah langsung melangkah kan kaki nya menuju tempat berkumpul semua keluarga nya, untuk menyampaikan kabar gembira nya yang sudah di tunggu-tunggu oleh semua keluarga nya.


Sesampainya Ayah di tempat tadi keluarga nya berkumpul,Ayah langsung di sambut dengan muka-muka khawatir semua keluarga besar nya,yang sedari tadi sudah menunggu,namun semuanya cair setelah mendengar pernyataan Ayah, jika Ameera mau untuk melanjutkan rencana pernikahannya yang sudah mereka rancang dan rencanakan, seketika semua keluarga merasa terkejut merasa tidak percaya,namun Ayah berusaha meyakinkan semuanya sampai semuanya mempercayainya,setelah semuanya mempercayainya suasana pun seketika berubah dari yang tadinya penuh dengan ketegangan,keheningan dan kekehawatiran sekarang suasana berubah menjadi di penuhi dengan senyuman dan tawa bahagia oleh semua keluarga.


Kemudian setelah itu Ayah mengajak semua keluarga nya pergi ke resort tempat pernikahan Ameera dan Rio akan dilangsungkan, untuk kembali melanjutkan persiapan dan mengecek persiapan untuk besok hari H nya sampai benar-benar rampung dan siap 100%.


* Tak lupa sebelum pergi ke resort Ayah menelpon Papah Rio terlebihdahulu, untuk menyampaikan kabar gembira nya, jika sebentar lagi mereka akan benar-benar menjadi besan dan nenjadi satu keluarga, karena Ameera sudah mau menyetujui rencana pernikahan perjodohan nya.


*Setelah Ayah Ameera menelpon Papah Rio dan menyampaikan kabar gembiranya kepada Papah Rio,Papah Rio dan semua keluarga nya merasa sangat senang dan bahagia,karena itu berarti pertanda jika rencana mereka selangkah lagi akan berada pada puncak ke berhasilan,mereka semakin bersemangat untuk melanjutkan mempersiapkan rencana pernikahan perjodohan yang mereka sudah rencanakan dan rancang itu dan mereka merasa semakin tidak sabar ingin cepat-cepat besok menyaksikan penyatuan anak-anak nya dalam satu ikatan pernikahan.


*Disisi lain setelah Ayah nya keluar dari kamar nya,Ameera masih terus-terusan menanyakan kebenaran rencana pernikahan nya kepada diri nya sendiri,karena Ameera masih belum benar-benar mempercayainnya,dan Ameera masih merasa jika semuanya hanya mimpi,butuh waktu agak lama bagi Ameera

__ADS_1


untuk benar-benar mempercayai dan menerimanya,Ameera merenung dan berfikir apa yang sebenarnya sudah terjadi, berulang-ulang kali Ameera menepuk nepuk pipinya, berharap Ameera bangun dari mimpinya,sampai pada suatu titik Ameera benar-benar tersadar jika itu semua bukan lah mimpi, kemudian Ameera berteriak dan menangis sekencang kencang nya,untuk meluahkan semua isi hatinya.


*BERSAMBUNG...NEXT EPISODE 😊***


__ADS_2