
"Clara, kamu dimana?." tanya Pak Nanda di telefon.
"Lagi di jalan pak, ngantar atasan Clara pulang, dia sedang mabuk pa."
"Apa?, kirim kan papa lokasi kamu, kamu ini anak perempuan, untuk apa mengurusi orang mabuk." Pak Nanda terdengar sangat marah pada Clara.
"Iya Pa, aku akan kirimkan." Balas Clara yang tak ingin lebih panjang lagi mendengar Omelan ayah nya.
"Pak, kau sekarang berhutang Budi pada ku, kau harus membalas nya suatu hari nanti, aku bahkan akan di marahi ayah ku hanya karena menolong mu." Kata Clara sembari menyetirkan mobil nya.
namun Tiba-tiba Clara menghentikan mobil nya mendadak, Untung saja tidak ada kendaraan lain di belakang.
"aku baru ingat, aku harus mengantarnya kemana?." Batin Clara.
namun seolah bisa membaca pikiran nya, sebuah pesan dari Frank masuk ke ponsel Nya. Frank mengirimi Alamat Rumah milik Kenan pada Clara.
__ADS_1
Clara yang mendapatkan pesan itu pun lekas menancap gas kesana tanpa berlama-lama.
Di tengah perjalanan, Kenan terbangun dan melihat Clara tengah menyetir untuk nya. "Kau...." Clara menoleh saat mendengar suara Kenan.
"Pak, Bagus lah kau sudah sadar, kita akan segera sampai." Kata Clara. Namun Kenan kembali menutup nya, Clara pun cemberut dan kembali fokus pada jalan.
Hingga Clara sampai di sebuah alamat yang di berikan Frank, kembali Clara melihat rumah yang sangat besar meski tidak sebesar rumah orang tua Kenan, namun tetap rumah ini lebih besar dari rumah Clara.
Clara agak heran saat ia melihat sekitaran nya dan tak menemukan siapa pun. Clara membunyikan klakson mobil, hingga seorang wanita paru baya keluar dari rumah itu dan membukakan pagar untuk Clara.
"Walah, Den Kenan mabuk ya non." Ucap Bibi saat melihat Kenan di dalam mobil Clara menganggukan kepala nya.
"Em, disini gak ada laki-laki ya Bi, yang bisa bantu bawa Pak Kenan masuk?." Tanya Clara.
"Gak ada Non, cuman ada Bibi saja, mari Non, bibi bantu." ucap Pembantu Kenan bernama Bi Sumi.
__ADS_1
Clara pun dengan sangat sangat terpaksa menganggukkan kepala dan memapah Kenan masuk ke dalam kamar nya.
"Dia berat sekali." Batin Clara.
"Untuk apa kau menyentuh ku, lepaskan." Ucap Kenan yang berbicara melantur, namun ia tak memiliki tenaga untuk melepaskan dirinya dari pegangan Clara, bahkan berjalan saja sangat sempoyongan.
Clara yang mendengar ucapan Kenan hanya bisa diam menahan kesal nya, kalau pria yang tengah ia bantu berjalan ke kamar bukan Pemiliki perusahaan tempat ia magang, Clara pasti sudah tak akan menahan diri untuk memaki nya, bahkan ingin Clara melepaskan tangan nya dan membiarkan dia jatuh ke lantai dan tiduran di lantai hingga ia benar-benar sadar esok hari.
Saat Masuk ke kamar yang begitu besar dan terlihat Elegan dan Rapi membuat Clara tak menyangka ini adalah kamar laki-laki, ini terlalu rapi untuk kamar seorang laki-laki pikir Clara.
"Non, Bibi bikin kan minum dulu ya."Ucap Bu Sumi.
"Jangan Bi, Saya mau lansung pulang saja." jawab Clara.
"Baik lah non kalau itu, tapi bibi tinggal dulu Non, lagi panaskan sayuran di belakang." Ucap Bi Sumi. Clara menganggukan kepala mengiyakan dengan senyuman manis nya
__ADS_1