
Sebenarnya berita apakah yang tersaji??
Kasus penggelapan pajak, penyelewengan dana dan juga pencucian uang dari Gallery dan oeganisasi ibunya adalah bukan hal baru.
Bahkan keterlibatan agency tempatbToby bernaung juga sudah di umumkan sejak awal kasus mencuat.
Selama ini Toby menghadapinya dengan cukup tenang, namun kali ini...???
Sepertinya tidak sama.
******
Toby meneguk juice mawarnya dengan sekali teguk Wajahnya yang tampan dengan garis rahang yang berkarakter membuatnya nampak lebih menyeramkan.
"... Kamu... Kamu takut padaku?" Toby mulai memotong ujung pancake dengan pisaunya "Kamu bahkan tidak mengenali badut pujaan seluruh negeri ini? "
Dengan suasana hati Toby yang tidak baik, aku harus menjawab apa?
Aku memilih diam dan mengikuti langkah Toby mengiris pancake denga resep aneh di piringku.
Aku juga sebenarnya haus, dan penasaran seperti apa rasa jus bunga yang ada dalam jug. Tapi...
M3lihat cara Toby memasaknya huh... Akubtidak punya hati melanjutkan rasa hausku.
"Ketika semua irang melihat aku begitu istimewa, dan mengagumiku dengan semua yang aku lakukan" Toby terdiam sejenak "Tapi kalau Dipikir bagaimanapun aku tidak lebih dari badut penghibur "
Deg... Kamibsusah membahasnya beberapa saat lalu, dan Toby tidak bereaksi bagus dengan kata badut yang barubdia lontarkan.
Aku mengunyah perlahan dengan tetap memikih diam.
" ketika Badut mulai menghapus makeupnya dan menjadi manusia biasa. Mereka mulai di benci hanya karena aku bekerja sebagai seorang Badut, padahal mereka menikmati penampilanku, meraup keuntungan dari senyum dan gossip tentangku"
__ADS_1
Aku hanya mengangguk dan terua mengunyah pancake yang ternyata rasanya cukup bagus.
"Nepotism... Ckckck" Toby melempar garpu dintangannya kebarah piring dan mulai membuat suara Gaduh. "Aku jadi bingung harus marah pada siapa?"
Aku mengerjap..menangkap kosa kata Toby yang baru. Apakah kata itu yang membuatnya marah.
"Bisakah kamu mematikan TV nya sandra. Albert pasti segera tiba"
"Ehemm..." Aku menata suara "Tv itu sudah Almarhum Tob"
"Ooh....bagus!"
"Apakah sebaiknya... Kamu membasuh wajahmu terlebih dahulu sebelum Albert tiba?"
Mata tajam Toby mengarah cepat ke arahku dengan tidak ramah.
"Aku... Tahu... Albert pasti... Tidak.. Masalah, tapi apakah lebih baik kalau kamu nampak baik - baik saja?" Karena saat ini toby nampak seperti... Setengah gila.
Albert datang tanpa mengetuk dan tanpa bersuara. Wajahnya pucat dan segera menemui Toby yang baru saja usai berpakaian rapi.
" Bukan hanya Toby di rumah ini "Protestku saat mendapatinya.
" Tentu saja! "Albert berdecak sejenak dengan lengan di pangkal pinggangnya.
Namun kemudian....
Albert mengeluarkan sebuah map dan menyerahkan kepada Toby.
" Bagaimana bisa seperti ini? " tanyanya dengan rasa amarah yang sepertinya terrahan.
Toby pun tqk sabar dan segeera membuka map iti serta membaca deretan huruf dan angka dalam kolom.
__ADS_1
"Apakah ini akurat?"
Albert mengangguk dengan tegas. "Ini dari hasil penyelidikan polisi"
Tubuh kokoh toby segera go yah.
"Aku tidak mendampingimu dari awal, aku sama terkejutnya denganmu" Albert rupanya lebihbtenang meski nada panik masih terpantul dari suaranya.
Aku yang hanya berdiri mengamati, kini mendekat dan memunguti lembaran kertas yang berserakan di lantai.
Sekilas aku baru membaca satu halaman saja...
"Apakah ini semua karena dia..." Albert mulai menunjuk padaku yang masih kesulitan menegakkan badanku dengan perut yang tidak rata.
"Apa maksudmu?" Aku langsung bereakai.
"Apa ini semua terungkap ke public karena kamu batal minta cerai?"
Tega sekali Albert mengatakan iti, setelah dia juga ikut andil dengan memaksaku menjadi hamil dengan benih Toby yang aku kandung hingga saat ini.
"Kamu pikir aku bisa sedasyat itu?" Aku menggeleng cepat dan segera kembali membaca kertas Di Tanganku yqng cukup mengekutkan beberapa saat lalu.
"Apakah kamu percaya aku sungguh hasil nepotism" J2maribToby sudah mendarat di leher Albert.
"Aku seharusnya bukan penyanyi Solo.. Kain tahu itu?" Mqnik Toby melebar "Seharusnya aku debut sebagai duet..." Kali ini air mata menetes perlahan.
"Tapi Gareth meninggal karena stroke di usia belia, kamu tahu kenapa?" Suara Toby makin bergetar.
"Karena kami berusaha sangat keras dan hanya makan makanan sampah..!!!!! Dan setelah semua hal itu kamu percaya aku hasil nepotism???!!!!" Suara Toby meledak lagi. Hingga membuat jantungku seakan berpindah lokasi.
Tapi justru Albert memandangku dingin seiring langkahku yang mundur.
__ADS_1