TERJEBAK Pernikahan

TERJEBAK Pernikahan
Bab 12


__ADS_3

"Pacar mu?." Tanya Pak Broto.


"Bukan pak, saya Clara sekertaris nya pak Kenan." Jawab Clara dengan cepat. agar tak menciptakan kesalahpahaman.


Pak Broto tersenyum. "Kamu wanita pertama yang di bawa Kenan kesini." Ucap Pak Broto lagi.


"Pa." Ucap Kenan tak begitu senang dengan ucapan ayah nya.


"Ha ha Ha, Iya-iya Papa cuman bercanda, Ayo masuk, Mama mu sedang menyiapkan makan siang untuk kita." Tutur Pak Broto.


"Tapi aku sedang sibuk pa."


"Kamu memang selalu sibuk, sejak kapan kamu tidak sibuk, Ayo!, cuman sebentar." Balas Pak Broto. Kenan membuang nafas berat dan mengikuti langkah ayah nya.


"Ayo Clara, kamu juga ikut." ajak Pak Broto. Clara yang tidak enak menolak pun menganggukan kepala menyetujui.


Di meja makan, Clara duduk diam tak berani mengeluarkan suara, karena ia pun bingung harus mengatakan apa. namun sesuatu yang sangat berbeda di lihat Oleh Clara di rumah orang tua Kenan.


Kedua orang tua Kenan pak Broto dan Bu Yuni tampak begitu baik dan ramah, sangat murah senyum, berbeda dengan Atasan nya yang begitu diam dan dingin


"Clara, kamu jadi sekertaris Kenan, apa dia galak pada mu?." Tanya Bu Yuni di sela-sela Makan siang mereka.


Diberi pertanyaan seperti itu, Clara menoleh sejenak ke Kenan yang tampak tak menghiraukan pertanyaan ibu nya, meski ia mendengar nya.

__ADS_1


"Engak Bu, Pak Kenan baik sama saya." jawab Clara.


Bu Yuni dan Pak Broto saling melihat dan tersenyum.


Setelah selesai makan siang Pak Broto mengajak Kenan untuk berbicara di tepi kolam renang, sementara Clara diajak Bu Yuni jalan-jalan mengitari rumah.


"Ada Apa pa?, Apa ada hal penting yang ingin Papa sampaikan?." Tanya Kenan.


"Iya, Ini sangat penting, untuk masa depan kamu, Papa dan Mama." Ucap Pak Broto.


Kenan mengerutkan kening mendengar heran. "Apa Pa?."


"Kapan kau akan menikah?." Tanya Pak Broto.


"Kau tak bisa terus melajang seperti ini Kenan, kau harus memikirkan untuk memiliki keluarga kecil mu sendiri. Papa dan Mama juga menginginkan cucu dari kamu." Ucap Pak Broto.


"Pa, kalau sudah waktu nya, aku pasti akan menikah." Kata-kata Kenan yang juga sering Pak Broto dengar menjadi jawaban putra nya.


"Iya, Ada waktu nya juga Papa akan pergi Kenan." Ucap Pak Broto lagi.


Ucapan ini membuat Kenan menatap mata ayah nya dalam-dalam, ia tahu laki-laki di depan nya tak lagi Muda, tapi Kenan tak bisa memberikan jawaban yang ia sendiri tidak tahu tepat nya kapan.


"Pa, Aku akan kembali ke kantor."Ucap Kenan mengakhiri obrolan mereka.

__ADS_1


Pak Broto dengan sendu menganggukan kepala nya. tersenyum kecil dan menepuk pundak putra nya itu.


Kenan lalu mengajak Clara untuk kembali ke kantor, Clara pun lekas pamit dengan Bu Yuni dan Pak Broto.


"Sering-sering main kesini ya Clara, Tante sangat senang mengobrol dengan kamu, kamu sangat cantik dan manis" Ucap Bu Yuni.


"Iya Tante." Balas Clara dengan ramah.


Melihat Kenan melangkah pergi lebih dulu, Clarisa pun lekas berlari kecil menyusul nya.


Saat masuk ke dalam mobil, Claa melihat wajah Kenan yang tampak tidak begitu baik setelah berbicara dengan ayah nya, namun ia tak berani bertanya.


hingga tiba-tiba mobil Kenan yang sudah berjalan cukup jauh dari rumah, tiba-tiba berhenti.


"Turun."


"Tapi pak."


"Aku masih ada urusan di luar, kembali ke kantor dengan Taxi." Ucap Kenan.


Clara pun dengan cemberut turun dari mobil, tanpa kata-kata Kenan lansung menjalankan mobil nya meninggalkan Clara di halte.


"Dasar nyebelin, cowok sialan, gak ada tanggung jawab sama sekali, bagai mana bisa dia meninggalkan ku disini, apa dia gak tahu cara menjaga seorang wanita." Gerutu Clara dengan kesal, mengutuki pria yang menurunkan nya di halte seenaknya dan meminta nya kembali dengan Taxi.

__ADS_1


__ADS_2