
Dengan enggan Clara mengambil dengan kasar penyapu dari tangan Kenan.
"Dia berbicara seolah aku saja yang tak menginginkan pernikahan ini, bukan kah dia juga sama, tak menginginkan ini semua." Gerutu Clara dengan suara pelan sembari berjalan masuk ke dalam rumah. Ia merasa kesal karena Kenan selalu saja bisa memerintah nya, dan tak memberikan nya satu kali pun kesempatan untuk menolak.
"Aku mendengarnya." Ucap Kenan.
Clara menelan Saliva nya, membalikan tubuh nya dan tersenyum dengan amat sangat terpaksa pada laki-laki itu. ia tak berani melawan, karena ia takut Kenan serius dengan ucapan nya.
"Wajah nya serius atau tidak, aku tidak bisa membaca nya." Batin Clara.
keringat bercucuran dan panasnya tubuh di rasakan Clara saat membersihkan rumah besar itu sendirian. sementara Kenan tampak duduk menatap layar monitor nya dengan serius.
Clara yang sesekali menatap ke arah Kenan pun merutuki pria itu. "Bagaimana bisa ia duduk santai sementara aku susah payah membersihkan nya, dasar laki-laki jahat." Ucap Clara.
__ADS_1
Clara lalu masuk ke dalam sebuah kamar yang terkunci, tapi kunci itu menempel pada pintu dan lekas Clara membuka nya, Ia pun melihat kamar yang begitu tertata rapi, namun begitu banyak debu yang menempel di sekitaran nya.
Clara berjalan menyusuri kamar itu dan melihat foto keluarga Pak Broto yang terpajang di dinding. ia pula melihat foto Kenan dengan seorang wanita cantik.
"Itu pasti kekasih nya, tapi apa mereka masih pacaran?, aku tidak nyakin wanita itu akan tahan dengan dia." Ucap Clara.
"Kau sedang apa?." Tanya Kenan. yang lekas mengalihkan perhatian Clara. tangan nya dengan reflek lansung mengelap meja-meja di depan nya.
"Aku akan pergi sebentar." Ucap Kenan.
"Iya." Jawab Clara cuek.
Kenan pun berlalu pergi setelah mengatakan hal itu. Sementara Clara lekas menyelesaikan kerjaan nya, karena hanya sisa kamar ini terakhir.
__ADS_1
Setelah menyelesaikan banyak kerjaan di rumah ini, Clara pun duduk di sofa, rasa lelah yang teramat sangat tak mampu membuat nya menahan diri lagi untuk tidak berbaring. hingga wanita itu pun tertidur di sofa yang terasa sangat empuk.
Hingga, Suara perut nya yang terasa lapar dan rasa haus yang ia rasakan membangunkan nya. di luar rumah tampak gelap, Ia melihat ponsel nya menunjukkan pukul 7 malam. sementara Kenan pergi sore hari dan belum kembali hingga jam segini.
Clara melihat sekitaran nya, rumah yang sangat besar dan hanya ada diri ya seorang, Clara pun sedikit parno akan hal itu.
"Perut ku lapar banget lagi, kemana sih pria nyebelin itu, kata nya keluar membeli makan, dan belum kembali sampai sekarang." Ucap Clara kesal.
Ia merasa sangat bosan dan juga perut terasa lapar pun berjalan-jalan ke teras rumah, ia pun duduk di anak tangga dan merasakan udara yang begitu segar dan dingin, yang ia sangat jarang rasakan saat di rumah karena terlalu dekat sama jalan dan ramainya penduduk.
Clara melihat ke langit-Langit malam yang di penuhi bintang, sejenak melupakan rasa lapar nya, ia tersenyum menatap langit, namun ia teringat pada kedua orang tua nya.
Ia merasa menjadi anak durhaka saat ini, melukai hati kedua orang tua nya dan membuat mereka khawatir. Tanpa sadar Air mata jatuh dari tepi mata nya, ia pun lekas menyekat nya saat menyadari hal itu.
__ADS_1