TERJEBAK Pernikahan

TERJEBAK Pernikahan
Part


__ADS_3

"Laporan yang aku terima adalah bahwa kamu mulai sibuk dengan Tia "


Aku mengangguk.


"Aku juga sudah mendapat laporan soal pembahasan pekerjaan?"


Aku hanya kembali mengangguk, tanpa menatap wajah Toby.


"Kamu belum memutuskan?"


Aku menggeleng... Aku masih belum berminat untuk mengeluarkan suara.


"Kamu bilang bosan di rumah? Nggak enak sama Mama?"


Aku kembali mengangguk beberapa kali.


Toby menagakkan tubuhnya dan kini menangkap wajahku yang masih menghindari tatapan Toby.


"Sebelumnya over happy, sekarang..." Toby menyelami sorot mataku "Kamu seperti kehabisan baterai"


Aku menelan salivaku kasar.


"Kamu...." Lirihku yang mulai menangkap garis wajah di bawah mata Toby yang lebih dalam dari terahir kami bertemu "Sulit Tidur?"


Bukan mencoba mengalihkan perhatian, tapi menjelaskan situasi dalam kondisi kurang tepat juga termasuk salah satu kesalahn dalam teknik komunikasi.


"Aku sedang mencoba saranmu... Tapi tidak berefek bagus"


"Oooh...."


"Aku bertanya tentangmu Sandra, kenapa membahas tentangmu?"


"Oooh...." Aku masih bereaksi yang sama.


Rautvmuka Toby mukai nampak kurang sabar.


"Akuntidak banyak waktu.. Aku akan kembali segera, private jet sudah di booking. Apakah kamu lupa suamimu adalah Celebrity ternama yang tidak mudah di akses, bahkan oleh istri atau orang tuanya sendiri"


Toby ahirnya memuntahkan isi pikirannya.


"Iya... Tapi." Aku melepas satu - per satu jemari Toby yang masih ada di sekitar wajahku.

__ADS_1


"Jadi..." Aku mulai mencoba menuju ke permasalahan "Aku tidak bisa berbohong padamu bukan?"


"tidak!!!" Jawab Toby tegas, denga lengan yang kembali terlipat di depan dada " Aku memang actor, tapi aku tidak membahas masalah dengan drama"


Artinya, kesabaran Toby sudah menipis.


"Aku tidak menyukai program itu?"


"Alasan???"


Aku terdiam sejenak, bingung memilih ujung mana yang akan aku pilib lebih dulu.


"Programnya bagus dan sesuai"


"Hmmm..."


Artinya selanjutnya.. Karena emosi Toby yang sudah dinubun - ubun.


"Tapi aku tidak suka sponsornya"


"Brand Ternama"


"Benar.."


Yang membuatku..


"Ceo nya ingin aku menceraikanmu.." Yup jawabanku cepat dan spontan.


"Hah..!!"


Ups.. Aku menutup mulutku.


"Aku tidak salah dengar?" Toby kembali mensejajarkan wajahnya denganku dan mengetuk ujung jidatku "Otakmu sungguh di posiai yang tepat?"


Aku melepas tanganku "Ya sudah kalau tidak percaya"


"CEO nya perempuan"


"Laki - Laki... Namanya aja Rizal"


"Dia Menyukaiku?"

__ADS_1


"Enggaklah.. Dia normal"


"Hah... Dari mana kamu tahu? "


"ayah karena dia mantan pa..." aku terpaku sejenak. Meratapi kebiasaan keceplosanku yang sering aku sesali.


"Pa... Car.. Mu..."


Aku kembali merebahkan badanku dan memilih memunggungi Toby.


"Hah.... Jadi aku mulai punya saingan?" Toby bertanya sendiri "Dan kamu memilihku.. Dengan berwncana menolak bekerja sama dengannya?"


Aku masih memilih untuk tetap memunggunginya. Dan tidak bereaksi.


"Aku sibuk untuk sementara.." Toby bersuara setelah sekitar 10 detik hening diantara kami. "Sampaikan saja penolakanmu sendiri kepadanya"


Jadi Toby menolak membantuku?


Aku kembali bangun dan mengaeahkan wajahku padanya.


"Masalahnya di juga merayu Om Yoga dengan iming - iming Investasi yang membuat Pria itu tersenyum seperti kelinci" Cerocosku.


"Sandra.... Itu urusan Om Yoga, urusanmu adalah kamu menolak tawaran itu... Titik" Toby menekankan suaranya dengan sangat berat.


"Teruusss..."


"Kamu seperti petir ketika berurusan denganku dan tiba - tiba kamu seperti garam yang tertimpa air hujan ketika berurusan dengan makhluk bernama Rizal itu?"


"Aku hamil.. TOB.." Alsankkunyang terkesan tidak ada hubungannya.


"Kamu tahu jelas anak itu adalah anakku, dia harus mulai belajar berjuang untuk keinginannya dari pertama dia mulai bernafas"


Aku tertegun sejenak.... Akubtidak bisa membayangkan bagaimana Toby akan membesarkan anak kami nantinya.


Meski terkesan baik.. Tapi.., harus ada yang juga di kenadalikan.


"Tob... Apakah kamu mulai sulit mengontrol emosimu?"


Sorot mata Toby menegang sesaat menatapku dan terlihat pergerakan Salivanya yang turun dengan dengan cepat.


"Apakah juga... Kamu mulai lebih sering membutuhkan pasokan alcohol ke tubuhmu?" Tanyaku tanpa menunggu jawaban.

__ADS_1


Toby hanya mengerjap sesaat dan segera berpaling.


Oh God... Here the part... Uhhf...


__ADS_2