
Malam itu.
Keluarga Clara dan Kenan kumpul bersama di sebuah Restoran, Pak Nanda yang sudah keluar dari rumah sakit pun ada ikut bersama malam itu. Semua tampak saling berbicara, hanya Clara, Kenan dan Abian yang tampak diam tak ada satu kata pun keluar dari mulut mereka.
Abian yang menyuapi makanan di mulut nya terus melihat Clara yang tampak menundukkan wajah nya. Abian ingin Sekali Clara mengangkat wajah nya dan melihat diri nya yang kini begitu sedih karena akan segera kehilangan Clara. Namun Clara Enggan, Kalau pun ia mengangkat wajah nya, itu pun kalau di ajak di bicara oleh orang tua nya atau Orang tua dari Kenan saja.
"Ma, Aku ke toilet dulu." Kata Clara.
"Iya sayang." Balas Bu Joya.
Clara pun lalu berjalan pergi ke toilet, Ia Ke toilet dan mencuci tangan nya, melihat dirinya di depan cermin. Dengan perasaan sedih dan tak bersemangat, Clara keluar dari toilet, Namun ia di kejutkan dengan Abian yang sudah berdiri di depan pintu menunggu nya.
"Abian, kau sedang apa disini?". Ucap Clara mendadak gugup.
"Aku ingin bicara dengan mu Clara." Ucap Abian.
"Kita bisa bicara di luar." Ucap Nayra yang tak bisa berhadapan berdua seperti ini dengan Abian. Clara lalu berjalan akan pergi mendahului Abian. namun seketika langkah nya kembali terhenti saat Abian mengatakan sesuatu.
"Ini tentang kita." Ucap Abian.
Clara terdiam, Ia berdiri tanpa membalikkan tubuh nya. membuang nafas berat lalu kembali menghampiri Abian.
"Maksud mu apa Abian?, tentang kita apa maksud mu?." Tanya Clara mencoba bersikap biasa biasa saja.
"Kau tahu maksud Clara." ucap Abian.
"Aku tahu kau menyukaiku, tapi tidak ada hubungan spesial apa pun di antara kita Abian. tolong lah mengerti kalau aku akan menikah dengan kakak mu." Ucap Clara menatap Abian dengan sedih, Abian bisa melihat mata penuh permohonan dan kesedihan saat itu.
"Tapi aku tahu kau mencintaiku juga, lalu kenapa tidak coba kita perjuangkan bersama." Kata Abian lagi.
Untuk pertama kali nya Clara melihat wajah sedih Abian selama ia dan laki-laki itu saling mengenal.
"Tidak lagi, setelah aku rasakan kekecewaan pada mu." Kata Clara.
"Tolong lah mengerti Bi, di luar sana masih banyak yang mengantri untuk mencintai mu, maaf, aku duluan." Kata Clara dan berjalan pergi dari depan Abian.
__ADS_1
Abian mengertakan gigi nya melihat kepergian Clara dari hadapan nya.
"Memang banyak, tapi aku menginginkan mu Clara." Gumam Abian.
Laki-laki itu lalu berjalan untuk kembali juga ke meja mereka.
Setelah makan malam bersama, Kedua keluarga pun sudah menetapkan tanggal pertunangan dan pernikahan Clara.
•••
Pagi Itu.
Di hari Minggu, Clara ke Kost milik Siska, ia duduk di atas tempat tidur Siska dan menangis sejadi-jadi nya, Ia menangis sesenggukan seperti anak kecil.
"Udah Lah Clar, semua sudah terjadi, Coba saja jalani, aku memang tidak setuju dengan perjanjian antara kau dan Pak Kenan, tapi semua sudah terlanjur di bicarakan. aku berharap rumah tangga mu tidak ada yang nama nya perpisahan Clar." Siska mencoba menenangkan Clara, meski ia juga kesal saat mengetahui perjanjian antara Clara dan Kenan.
"Aku tak perduli dengan perjanjian itu sis, tapi aku tak ingin menikah dengan nya, tapi kalau aku tak menikah, aku tak ingin Papa ku sakit lagi."Ucap Clara terus menangis.
"Iya, Aku tahu. ini pasti berat untuk mu dan juga Abian." Ucap Siska.
"Aku tak pernah melihat dia begitu sedih sebelum nya. tapi kemarin aku tahu dia sangat sakit hati pada ku, dia pasti sangat membenci ku setelah ini." Kata Clara.
"Iya, aku melihat nya menangis kemarin, tapi aku percaya dia tak membenci mu. dia sangat menyayangi mu, kalau ia tahu tentang perjanjian kalian, mungkin dia akan terus bertahan untuk mu." Ucap Siska.
"Sis, berjanji lah pada ku untuk tidak memberitahu nya hal ini, kau orang pertama yang tahu tentang ini, aku ingin Abian berhenti mengejar ku, aku tak ingin dia semakin sakit lagi karena ku." Kata Clara sembari memegang tangan Sahabat nya.
"Aku ingin dia mendapatkan wanita yang jauh lebih baik dari pada ku. jadi tolong lah Siska."
Siska membuang nafas berat, menatap Clara dengan sedih.
"Baik lah. tapi kau harus janji dengan ku juga, harus tetap semangat, apa pun yang terjadi jangan menyerah, pasti ada hari baik untuk mu." Ucap Siska.
Clara tersenyum, mengangguk dan memeluk sahabat nya itu.
Mungkin Clara masih memiliki kesempatan untuk bersama Abian kelak jika suatu saat ia dan Kenan berpisah, namun itu bukan menjadi keinginan Clara saat ini, ia justru menginginkan rumah tangga nya tetap bertahan, agar kedua orang tua nya selalu bahagia karena nya.
__ADS_1
Namun ia tak tahu apa yang akan terjadi kedepan nya, ia hanya bisa menyiapkan hati pada kondisi tidak enak yang mungkin akan terjadi antara dia dan Kenan.
Clara memiliki harapan Abian segera melupakan nya, dan hidup bahagia dengan pilihan baru nya. Clara tak ingin Abian terus memikirkan nya, sedih karena nya, dan masih berharap pada. karena itu adalah sesuatu yang tidak akan mungkin terjadi setelah hari pernikahan itu tiba.
Di tempat lain.
Abian duduk di tepi pantai, melewat 1 setengah jam untuk sampai ke pantai, ia duduk disana, Dengan perasaan hancur, mengingat memori pertama kali ia bertemu dengan Clara saat ia baru masuk ke kampus.
Flashback.
Saat tengah berjalan di tolong, Abian tak sengaja menabrak Clara hingga membuat buku yang Clara bawa berjatuhan.
"Maaf, Maafkan aku." Ucap Abian.
Clara dengan senyuman manis nya memungut buku-buku yang terjatuh di bantu Abian.
"Tidak apa-apa." Balas Clara.
Clara melihat Abian dan melihat rambut Abian ada sampah, Clara tersenyum dan memberitahu nya.
"Di kepala mu ada sesuatu." Ucap Clara.
"Oh, benarkah." Abian mengibas rambut nya, namun sampah itu tidak jatuh, Clara yang melihat Abian mengibas rambut pendek nya itu pun menahan tawa nya.
"Biar aku bantu."
"Terima kasih."
"Iya, aku duluan ya." Ucap Clara dan berjalan pergi setelah nya.
Abian menatap senyum manis Clarla yang membuang nya jatuh hati pada pandangan pertama.
"Sial, aku lupa ajak kenalan." Gerutu Abian.
Saat Ia selesai Kelas, Abian ke kantin dan melihat Clara duduk sendirian, ia pun memberani kan diri, menghampiri Clara dan mengajak nya berkenalan.
__ADS_1
Sejak saat itu lah, Clara dan Abian saling mengenal, dan selama itu pula Abian terus mencintai dan berharap memiliki Clara hingga hari ini.