TERJEBAK Pernikahan

TERJEBAK Pernikahan
Berita


__ADS_3

"Aku masih keberatan" Aku kembali menegakkan punggungku. Dan melempar kasar bagian kaos di tanganku "Aku lebih suka kembali ke radio, tapi haterku pasti meningkat usai kamu mengumumkan kehamilanku"


"Jadi seharusnya bagaimana? "


"AH... entahlah, kenapa hidupku semakin lama semakin suram setelah menikah denganmu ckck" Aku mendengus dan mulai menjauh.


"Sandra..."


Toby melempar kaosnya utuh ke arahku.


"Kamu ifu cantik, tsrutama kalau lagi badmood"


"Terimakasih, tapi aku ga akan ga ada uang receh"


Toby mulai berdiri mengekor padaku yang berniat ingin memasuki kamar mandi.


"Kamu tahu suamimu banyak uang kan?"


"Aku ini sedang tidak menyindir, itu hanya kiasan" Jemariku mulai menarik gagang pintu. Tapi...


Tangan Toby sefera menahan.


"Aku cuma butuh home training..."


Hah..!! Wajah Toby segera memenuhi arah pandang bagian atas ku. Huh menjadi pendek itu tidak seindah dulu


"membakar 100 kalory bersama" Lanjutnya dengan pandangan musterius.


Aku hanya mengerutkan tanda tak memahami maksudnya.


"Aah...mungkin kamu hanya akan membakar 69 kalory saja"


"Sayang... Kamu maunya apa? Aku bukan Ahli gizi"

__ADS_1


Toby mulai menyeringai dan langsung mengangkat tubuhku dengan cepat. Serta menghempaskannya di ranjang.


"Hati - hati.." Pekikku, menginggat janin yang masih baru dinperutku.


"Oh iya.. Kita ke dokter malam ini" Toby tak segan menduduki pahaku "Aku akan meminta management memberimu manager mulai besok, kita atur ulang kontrakmu dengan om Yoga" Toby mulai menarik ikat pinggangnya.


"Meski ketika kamu jutek itu sangat sexy... Tapi aku mau juga rasa yang lainnya"


"huh kamu pikir aku makanan?"


"Hah.. Bukan dong.. " toby sepertinya sedang mencari kosa kata yang tepat "Mungkin pengalaman" lanjutnya dengan menjetikkan jarinya di atas pipi kiriku.


"Versi marah sudah, versi darurat sudah, versi...."


"Stop..." Aku segera bangkit dan menghentikan jemari Toby yang sedang menghitung.


Toby meringis "Anggap saja ini versi pembakaran kalori, aku rasa aku makan terlalu banyak dan aku madih membutuhkan perut sixpack ini untuk bekerja"


Terserah...


Kriiiing...


Suara nyaring handphone Toby berdering nyaring tanpa kompromi seperti biasanya.


"Sudah Bangun!" Jawab Toby, meski kepalannya masih terbenam di antara bantal dan pipiku.


" Albert?"


"Hmmm..." Toby membanarkan posisi tidurnya dan segera membuka matanya.


"Penerbanganmu siang bukan?"


"Jam satu tepatnya..."

__ADS_1


Mataku sedikit menyipit mengamati jam dinding kamar kami yang mulai perlahan jelas.


"Ini jam 5 pagi..."


"Aku harua membaca dulu isi kontrakmu yang baru dengan om Yoga sebelum aku pergi, andai ada revisinya aku juga ingin itu terjadi sebelum keberangkatanku"


Hah....."Aku bisa menunggu..."


"Aku yang tidak" Toby mengambil duduk dan menatap ke arahku. " Aku tidak suka menunda pekerjaan"


Toby kembali mundur dan merogoh bawah bantalnya.


"Apakah di mulai sekecil ini?" Toby memandangi buku kehamilan yang kami dapat dari dokter semalam.


Akupun jadi ikut duduk dan mulai mengamati.


"Dari kantong sekecil ini, tumbuh manusia sebesar kita" Lanjutku "Semoga tidak menyebalkan sepertimu mengingat seberapa keras Tuhan sudah bekerja"


"Semoga dia pandai bersyukur, tidak seperti ibunya"


Kami hanya saling memandang dan menggeleng bersamaan.


"Kalau bukan takdir mungkin kita tidak akan menikah"


"Tapi nyatanya aku sudah terjebak dalam imagemu selama di radio jauh sebelum itu"


"Bohong...."


"Selamat pagi pendengar Suara Panorama FM dimanapun anda berada// Jumpa lagi dengan saya/ Sandra/ dalam Suara Panorama News Pagi/ Sejumlah berita hangat telah kami siapkan untuk anda pagi ini/ diantaranya/ Bupati Mentawai minta warga awasi peredaran miras di pemukiman/ Kongres AS berikan penghargaan untuk Muhammad Yunus// dan Simpati para atlet untuk korbanledakan di Boston Marathon//" Toby menirukan gayaku membawakan berita pagi, dengan sedikit mengecilkan suaranya.


Dan terus terang, Sebenarnya suara kami sedikit mirip saat ini. Sungguhkah sebenarnya kisahnya yang tertarik pada suaraku itu benar?


Toby menanggapi keherananku dengan mencebik.

__ADS_1


"See...?"


Aku hanya mengangkat satu sisi ujung bibirku "Nice try.."


__ADS_2