
"Kamu hanya Celebrity, memang kemampuan apa yang bisa membuatmu menjadi lawannya?"
Toby tertegun sesaat...
"Jadi.." Kalimatnya menggantung dan mulai menata beberapa hal secara teratur " Apakah Ini karena Papa?
****
" Maaf... Tapi ini mendesak "Aku mencoba bersikukuh untuk menyambungkan Albert dan Toby.
" Semua ada waktunya Nyonya "
Aku menunduk dan memandangi layar ponselku yang masih tersambung.
" Rupanya obrolan Toby dan ayahnya cukup serius"
"Mengganti jadwal pada menit terahir itu juga serius.." Albert terdengar kesal di seberang sana.
Aku mendesah perlahan.. "Bisakah setidaknya kamu memberikan telphon ini pada Toby? Ini harus di putiskan Toby segera.. Dia seharusnya terbank ke jepang"
Pemuda itu berfikir beberapa detik hingga kemudia mulai menyambut ponsel di tanganku dan kembali mempersilahkanku duduk sebelum dia mulai mengetuk pintu.
"Masuk..!!" Suara Papa Toby terdengar berwibawa seperti biasa hanya saja tidak terasa semyaman biasanya.
"Jadi soal Sandra..?" Kali ini suara Toby jelas menyebut namaku.
Mereka sedang membahas tentangku?
Ada apa lagi denganku?
__ADS_1
Tidak cukupkah dengan semua yang sudah ada?
*****
Toby segera muncul sekitar tiga puluh menit kemudian.
Tanpa permisi dua langsung meneguk sisa air dalam botol mineralku sampai tandas.
"Supir ayah akan mengantarmu pulang" desisnya denga sekilas menatap ke arah..
"Edward..!!" panggil Toby pada pemuda yang masih memaku di kursinya. "Tolong atur Nyonya Sandra untuk pulang. Pastikan dia pulang dengan selamat"
Edward hanya mengangguk "Baik..!" dan pemuda itupum segera mengangkat gagang telphon melakukan instruksi dari Toby.
"Aku akan langsung ke bandara"
"Dengan penampilan seperti ini?" tanyaku penasaran.
"Aku masih ragu.."
"Apa kamu introvert?"
"Aku hanya tidak mau menghabiskan waktuku dengan hanya memasak bersama Cheff Piere, kamu tidak ingin ibumu lebih curiga lagi kalau ini bukan anakmu bukan?" emtah ide dari mana alasan itu berasal.
Toby tertawa di antara wajah tegangnya. "Take care..." Toby menggoyangkan tangannya di dekat telinganya saat mulai melangkah jauh dariku.
Artinya... Dia akan terus menghubungiku. Apa dia lupa kalau rumahnya itu penuh CCTV yang bisa di aksesnya dari handphone miliknya.
*****
__ADS_1
Bodyguard???
"Benar, Tuan Toby menugaskan untuk menyediakan body guard untuk anda selama beliau tidak ada, dan ini tidak terbantah" Edward menjelaskan situasiku yang di sambut dengan empat pemuda tegap dengan tuxedo rapi yang menyambutku.
"Aku rasa dua saja cukup... Tidak perlu sampai empat bukan?" Bisikku dengan canggung. "Aku tidak se special itu"
" Anda memang hanya mendapatkan dua body guard saja"
Aku segera tetsenyum mendengarnya.
"Dan sisanya adalah untuk cucu pewaris yang ada dalam kandungan anda"
"Jadi totalnya tetap empat?" aku menutup mataku sejenak, mengingat hati hari bebasku yang semakin menipis. Untunh saja aku tidak memiliki pelayan, setidaknya aku masih bisa bernafas sedikit.
"Tapi... Mereka..."
"Akan berjaga selama dua puluh empat jam di sekitar rumah anda, sesuai perintah tuan besar"
Anak dan bapak sama saja, keduanya sama - sama susah di tolak.
Aku hanya berahir menerimanya dan segera memasuki mobil Marcedes hitam yang pintunya telah terbuka untukku.
"Terimakasih..." Ucapku sebelum pintu mobil tertutup.
"Beristirahatlah dengan tenang... Kami akan memberi tahumu ketika sampai"
Mungkin lebih baik begitu sebenarnya aku juga cukup lelah dengan semua yangbtetjadi beberapa saat terahir ini.
Kehidupan damai yang dulu sepertinya hampir aku raih, telah habis di bombardir dengan kehadiran Toby dalam hidupku.
__ADS_1
Mungkinkah kehidupan yang aku impikan itu segera menghampiriku?