TERJEBAK Pernikahan

TERJEBAK Pernikahan
Rencana 3


__ADS_3

Bagaimana mungkin kami lupa soal hal sepenting ini.


Aku dan Toby segera saling memandang, sepertinya kami sama sama tidak punya persiapan untuk hal yang satu ini. Bahkan satu diskusipun belum teradi.


" Apakah dugaanku benar? " suara Albert kembali berada di antara kami.


"Tentu tidak!!" Toby menjawab dengan tegas.


"Benar... Tentu tidak" Aku ahirnya ikut menyahut, hanya karena aku tudak ingin nama putri kami hanya di dominasi dari pemikiran Toby.


Uhf... Sorry.. Sayang ibumu ini terkadang masih kekanak kanakan.


Albert yang sudah sangat akrab dengan kami, mulai berdiri menghampiri.


"Bagaimanapun aku adalah orang ketiga dalam pernikahan kalian, baik di untungkan ataupun dirugikan" Gumamnya yang mulai mengintip putri kami yang sudah kenyang dan mulai kembali ke boxnya.


"Aki menjadi tertuduh utama soal kasus Billy Wang, aku yang pontang panting soal urusan pernikahan kalian yang seperti anjing dan kucing dan kini masalahku belum selesai karena ini.." Albert melempar map coklat di tangannya ke arah Toby. Yang segera di tangkap dengan sigap.


" Sebenarnya aku tidak ingin merusak kebahagiaan kalian, tapi kepentinganku juga sangat mendesak "


Harus kami akui, selain aku Albert juga adalah korban dari scenario Toby yang konyol. Meski Toby juga sudah menjanjikan sebuah nominal, tapi dia sama sekali tidak memahami kenyamanan hidup bukan hanya sekedar nominal.

__ADS_1


" Soal ancaman status Hiatus untukku?" tanya Toby yang mulai membaca isi amplop.


"Tunggu..." Aku menarik nafas dalam - dalam,


Sebuah perdebatan akan segera di mulai di hari pertama putriku lahir itu sungguh sangat di luar dugaan. Meski aku kekanakan, tapi naluri ibu masih aku miliki dengan kadar cukup baik.


"Bisakah kalian menunda hingga bayiku..."


Wajah Toby langsung menatapku masam, karena aku hanya menyebut bayiku.


"Oke,.. Bayiku dan Toby" Ralatku cepat "Agar berisrirahat nyaman di ruang bayi terlebih dahulu, hatinya terlalu suci untuk mendengar konflik kekejaman yang akan kalian bahas"


Albert dan Toby serempak setuju dan aku segera memencet tombol untuk memanggil perawat segera.


Jadi...


"Sama sepertimu, aku juga tidak ingin mengahiri karir managerku dengan ahir yang kelam" Bahas Albert langsung begitu bayiku dan Toby menghilang di balik pintu.


"Karirmu belum berahir, om yoga masih menawarimu pekerjaan"


"Tapi... Celebrity mana yang akan mempercayaiku sepenuh hati untuk mengurus karirnya bahwa Celebrity se cemerlang dirimu hanya berahir menjadi plagiat di tanganku" balas Albert otimatis, seakan kalimatbitubsudah bersarang sangat lama di otaknya.

__ADS_1


"Bukankah solusi untuk itu hanya uang?" pertanyaanku diantara mereka terkesan sombong.


"Sejauh ini issue penyelewengan dana dan oenghindaran pajak, hanya terdengar secara internal semata, belum terblow up secara media" Bahasku lebih lantang."Begitu itu terjadi, bukankah sahamnya akan turun drastis?"


"Tentu saja, tapi kita perlu bukti.." Toby mengemasi lembaran kertas di tangannya dan memasukkannya kembali ke dalam amplop.


"Berapa banyak sisa kekayaanmu, usai di potong biaya pensiun Albert dan 50% bagianku bila bercerai darimu?"


"Bercerai?" Toby memekik seketika. Seiring dengan Albert yanh segera menyuarakan kaliamt yang sama.


"Hanya in case"


"Tidak ada kata cerai du antara kita, titik?"


"Kamu takut hartamu berkurang? Atau kamu takut tidak ada wanita yang menerimamu usai transplantasi jantungmu?"


"Seribu alasan apapun aku tetap tidak mau"


"Tapi, aku ingin jelas tahu bagianku agar kita bisa mengatur presentasi yang akan kita dapat dalam perkiraanku menyelamatkan kalian berdua"


"Maksudmu??"

__ADS_1


"Sederhana saja, kita blow up beritanya dan kita beli semua sahamnya..." Aku menarik semua oksigen semampuku... Berfikir seperti ini setelah melahirkan dan menyusui benar benar tidak pernah aku bayangkan. "Kita bisa melempar om Yoga dengan mudah saat itu, meski kita harus menanggung dosanya pada pemerintah"


Keduanya tertegun memandangku dengan tatapan antara heran dan bangga serta tak terduga.


__ADS_2