TERJEBAK Pernikahan

TERJEBAK Pernikahan
Confident


__ADS_3

" Anda Tidak bergabung di meja makan?"


Aku hanya menggeleng dan segera meninggalkan dapur.


Dalam logikaku aku tidak mungkin mempermalukan Mama yang tidak menyangkal tentang 'apakah aku pelayan baru' dengan bergabung makan satu meja dengan mereka.


Langkahku semakin cepat menuju kamarku dan Toby. Ada rasa kesal, hancur dan sedih tapi....


Hah... Aku terhenti di antara banyanganku yang terpantul di kaca jendela dan Jam lemari junghans yang ada di kedua sisiku.


Apa hanya karena aku tidak mencolok, maka aku tidak layak? Apa karena aku orang biasa maka aku tidak punya hak? Aku dan mereka sama - sama manusia dan aku berhak atas hak - hak ku. Bukan hanya sekedar sebagai seorang istri Toby, tapi juga menantu keluarga ini.


Aku memutat langahku seratus delapan puluh derajat. Perlahan aku menambak kecepatan langkahku untuk mengubah caraku. Aku tidak perlu orang lain mendukungku atau memberikan pengakuan untukku. Karena aku pasti bisa melakukannya lebih baik dari siapapun.


"Cheff Aku bergabung di meja makan, dan tolong buatkan lemon mint tea untuk aku dan Toby" Pintaku ketika melewati dapur.


*****


Aku adalah Sandra Kawiswara Laksono, wanita yang paling di nantikan hampir seluruh penduduk kota pada jam enam pagi. Mungkin tidak saat ini. Tapi bukankah iti adalah nilai yang tjdak akan pernah mereka bisa dapatkan dengan uang.


Ehmm.... Aku mengatur sedikit suaraku sebelum memasuki ruang Makan. Kecantikan mungkin bisa didapatka siapa saja lewat make up atau operasi plastik. Tapi suara yang indah, itu mukjizat yang hanya kamu dapat dari Tuhan.


Aku menarik nafas dalam - dalam, mempersiapkan segala sikap yang akan aku hadapi dari riuh para wanita sosialita yang akan aku hadapi. Percuma aku sering berada di sisi Toby kalau aku tidak belajar acting.


Show time...

__ADS_1


Aku melangkah mantap memasuki ruang, tanpa peduli apa ada mata yang memandang atau tidak.


Tanpa ragu aku segera mengambil duduk di mana biasanya aku dusuk di ruangan ini. Yang kebetulan belum terisis.


Satu, dua dan tiga dari para teman Mama mulai memandangku. Manik mereka seperti sengaja menghakimiku.


Perlahan riuh tawa canda mereka berganti dengan bisikan samar. Mungkin mereka mengumpat kurang ajar atau beraninya pelayan itu.


Aku memilih duduk dengan tenang, sikap tegak dan tak segan mengangkat daguku.


"Selamat siang semuanya" sapaku tanpa ragu serta segera jemariku menata napkin di pangkuanku.


Selanjutnya aku harus menghadapi ibu mertuaku yang mungkin kurang suka atas keberadaanku yang menyita perhatian serta ke anggunannya.


Suasana ruang makan menjadi hening sejenak.


"Perkenalkan saya Sandra" Aku mengambil jeda dan membiarkan mereka mengjujamku dengan tatapan yang kurang nyaman "Saya mengerti bahwa foto saya dan Toby di luar sana lebih baik dari yang kalian lihat saat ini, tapi itu tidak mengubah kenyataan bahwa saya istri Toby"


Riuh bisikan kemabali menggema hingga Mama mulai ikut andil.


"Benar, dia menantu saya. Sang penyiar berita pagi itu"


"Aah... Suara kamu cukup indah, salam kenal juga"


"Terimakasih Tante" Jawablu ramah,

__ADS_1


setidaknya babak pertama sudah terlewati dengan baik.


Tak lama kemudian dua orang gadis berusia lebih muda dariku dengan seragam putih dan cream, mulai memasuki ruang makan.


Inikah pelayan - pelayan di rumah ini? Aku memang tidak begitu menggunakan jasa mereka selama tinggal di sini.


Keduanya memiliki tinggi badan yang hampir sama dengan kulit terang dan rambut hitam yang terikat rapi. Dan keduanya memiliki paras seperti pegawai hotel bintang lima.


Well... Bukankah tampang tak bukanlah patokan akan status social?


Kecuali....


Jika itu menyangkut Toby...


Langkahnya teratur perlahan, teratur dan lurus denga gerakan yang cukup kuat.


Toby memasuki ruang makan dan segera memanjakan semua mata perempuan yang sedang berada di sana, termasuk aku.


Aku bisa melihat para wanita yang tidak muda itu mengamati Toby yang masih setengah berkeringan dengan pakaian golf lengkapnya.


Bagaimakah perasaan kalian ketika keindahan pasangan kalian aedang di nikmati oleh orang lain tanpa sungkan di depan mata kalian?


Yup... Begitulah rasanya menjadi Istri Clebrity... Tertarik.. Uhf..


Anyway.. Aku mengaku aku memang mulai cemburu.

__ADS_1


__ADS_2