
Tubuh Rizal segera membeku.
" Kamu lupa bahwa dunia bussines entertainment itu sangat unik dan sulit di prediksi "
" Jadi Yoga menantangku? "
Kali ini Toby yang mulai tertawa renyah.
" Apakah aku salah satu alatmu? Ckckck... "
" Kamu memperalat Sandra, jadi kamu pantas mendapatkannya "
Toby segera berdiri " Jadi.. Harusnya kamu tidak punya pilihan selain membuatku kembali tajam dan bersinar"
*****
Bari saja mataku terlelap, suara pintu mulai berderit lagi.
"Apalagi..??" gerutuku yang kembali susah payah mencoba bangkit dari pembaringan "P... Papa?"
Wajah Papa Toby tersenyum lembut dengan serangkaian karangan bunga di tangan.
"Kamu sedang berselisih dengan Toby..."
"Bu... Bukan.. Hanya..." Aku memutar otak sejenak "Pemilihan nama"
Papa mengangguj dan kemudian meletakkan karangan bunga di meja.
"Aku sudah melihat cucuku, dia sehat dan cantik"
Aku sebagai ibu langsung bangga mendengar pujian itu.
__ADS_1
"Bagaimana keadaanmu?"
"Seperri yang Papa lihat, aku baik - baik saja"
Papa termenung sejenak sambil melepas pandang ke luar jendela.
"Aku tidak tahu seberapa kamu memginginkan putraku, baik dari segi uang atau obsesimu? "
Obsesi? Uang?
Dua duanya tidak pernah mampir di otakku. Toby yang datang dan merampok kedamaianku. Tapi sekali lagi, berurusan dengan makhluk good looking hanya berahir membuatku menjadi tersangka saja. Siapa yang akam percaya.
" Lelaki sejenis dia memang impian hampir semua wanita"
Tidak untukku... Dulu
"tampan, kaya dan terkenal tapi bagaimapun dia anakku. Aku ingin dia kembali"
"Kembali bersinar, seperti yang seharusnya. Entah jadi Celebrity ataupun penerusku"
Para pria m3mang kurang peka pada wanita, bagaimana mungkin mereka membahas banyak hal crusial pada seorang wanita yang baru saja melahirkan. Aku tahu itu sudah berlalu beberapa jam yang lalu. Tapi bahkan rumah sakit tidak menyodorkam bill saat ini.
" Saya mengerti.."
"Aku hanya m3ngira, Toby hanya naif dan membutuhkanmu saat itu. Namun berlabuh sejauh ini. Apakah tidak terlalu jauh"
Berfikir jernih mungkin sulit, tapi berfikir logic pasti bisa kan. Aku memijit pelipisku perlahan, masalahnya Toby juga tidak melepaskanku. Aku tahu aku punya uang, tapi membesarkan anak seorang Celebrity juga bukan hal gampang serta murah.
Ini bukqn masalah gengsi, tapi lebih bagaimana bisa menangani sorotan media yang bertubi - tubi. Kami tidak bisa naik kenadaraan umum atau... Grrr..
"Jadi saya harus bagaimana?" aku mencoba memancing ide dari bussinessman kelas kakap yang sedang menodongku saat ini.
__ADS_1
"Kita atur saja dengan bijak, kamu cukup berbakat dan penuh minat"
Aku mengangguk saja, menunggu kalimat berikutnya.
"Kamu bisa hidup di luar negeri, dan akan aku siapkan pendidikan bagimu dan putrimu, tidak ada yang terlantar"
Itu kedengaran bagus.
"Sayangilah anakmu dengan baik, lebih dari anakmu sendiri tapi dia juga cucuku dan tentu penerusku... Urusan Toby aku yang akan tangani"
"Anda yakin akan semudah itu?"
"Tentu tidak, karena itu aku m3minta kerja samamu agar Toby juga bisa segera menerima tawaran pernikahan yang lain"
Hatiku langsung terasa teriris...
Aku mungkin berkali kali berharap bercerai. Tapi ketika kata calon lain sedang menantinya segera. Itu sangat tidak nyaman bahkan perih.
"Anda tahu Toby yang menghampiri saya, bukan saya yang mengambilnya"
"Bagaimapun processnya, aku ingin dari sisi kamu yang bekerja sama. Semua akan aku siapkan secara rahasia. Jangankan media, Toby juga akan tidak menyadari kepergianmu hari itu"
Aku mengerutkan mataku, bergarap aku tidak benar - benar bersedih saat ini.
"Terlepas dari semuanya, bolehkah saya tahu alasan anda tidak menyukai saya" Timpalku dengan suara getaran yang tertahan.
"Aku hanya seorang bussinessman, tidak menguntungkan berarti itu merugikan"
"Jadi..." Aku mencoba untuk membuat nafasku cukup panjang untuk kalimat berikutnya "Apakah begitu juga dengan kehidupan keluarga anda"
Papa tersenyum teduh, "bukankah itu yang membuat manusia hidup nyaman?" Papa menaburkan pandangannya ke sekeliling ruang vvip yang aku tempati. Semuanya memang berfasilitas mewah. Dan tentu saja, semua dibuat dan di dapat dengan alasan sama, Keuntungan.
__ADS_1
Hatiku bukan hanya teriris tapi terhujam. Uuuhf...