
Tok
Tok
Tok
Terdengar suara ketukan pintu kamar di ikuti terbuka nya pintu itu, tampak Kenan datang bersama Fandi, namun ia terkejut saat melihat Pak Broto ayah nya juga ada disini.
"Kenan."
"Papa, Mama, kalian disini?." Ucap Kenan.
"Nak Kenan." Ucap Bu Joya. Kenan dan Fandi dengan sopan mencium tangan Bu Joya dan orang tua Kenan.
"Bagaimana kondisi Paman?." Tanya Kenan.
"Begini lah, terasa lebih baik." Ucap Pak Nanda.
"Itu kata mu, tapi kata dokter kondisi nya sedang tidak baik." Jawab Pak Broto.
"Nak Kenan, tolong bantu Paman dan Bibi menemukan kembali Clara, Kami percaya dia bisa menjadi istri yang baik untuk mu." Ucap Pak Kenan.
"Iya Paman." Hanya itu yang bisa Kenan jawab saat ini, untuk menenangkan hati Pak Nanda agar semakin tidak memburuk. meski sebenarnya, kata-kata yang paling ingin ia keluarkan adalah penolakan.
__ADS_1
sejenak Kenan duduk bersama mereka, mengobrol ringan-ringan meski sebenarnya sangat membosan kan bagi Kenan yang saat itu banyak pikiran.
•••
Saat malam hari tiba.
Clara duduk di teras rumah, memikirkan diri nya saat ini, bosan pun harus ia tahan dan terus di rumah ini.
"Non, belum tidur?". Bibi Datang menghampiri Clara yang duduk melamun.
"Belum Bi, belum mengantuk."
Bibi lalu duduk di samping Clara untuk menemani wanita itu mengobrol, karena selama beberapa hari ini, Bibi melihat Clara sering diam dan melamun.
Clara tersenyum menatap Bibi. "Masalah Cinta ya?." Tanya Bibi mengoda. Clara pun tersenyum menahan tawa kecil.
"Bukan Bi, Aku gak punya pacar."
"Loh, bukan nya Non Clara pacaran sama Den Kenan?."
"Engak kok Bi."
"Kata Ibu sama Bapak, Non Clara dan Den Kenan mau menikah."
__ADS_1
Clara agak bingung saat mendengar hal itu. "Bagaimana bi?, Bibi kenal sama Ayah dan Ibu Pak Kenan?." tanya Clara.
"Kenal dong Non, Kan bibi kerja di rumah Bapak sama Ibu yang lain, dan kemarin mereka dengan senang bilang Den Kenan akan segera menikah, dengan Clara nama nya, bukan nya itu Non ya?." Tutur Bibi. Clara pun mengerti kalau Bibi adalah Pembantu keluarga Kenan.
"Lagian Non, Den Kenan itu laki-laki yang baik, Bibi Percaya kalau Non nikah nanti, dia akan sayang sama Non." Kata Bibi.
"Iya?."
"Iya non."
Clara hanya membalas dengan gestur senyuman saja, karena hanya itu yang dapat ia lakukan.
tanpa mereka sadari, di depan rumah Kenan tengah duduk di dalam mobil, melihat Clara yang duduk mengobrol dengan bibi, ia bimbang, mau atau tidak mengajak Clara pulang. bagaimana pun ia seseorang yang memiliki hati.
Tanpa turun atau menghampiri Clara, Kenan kembali menjalan kan mobil nya dan kembali pulang ke rumah nya.
Di rumah.
Kenan masuk ke ruangan kerjanya, menuangkan anggur ke dalam gelas dan meneguk nya dengan sekali tegukan.
"Sofia." Gumam Kenan.
Memikirkan wanita yang ia cintai, yang sedang ia tunggu entah kapan akan kembali, hal itu membuat Kenan tak dapat mencintai atau pun menerima wanita lain dalam hidup nya.
__ADS_1
Namun saat ini, ia di diperhadapkan dengan pernikahan tanpa cinta, pernikahan yang sangat memaksanya untuk mengatakan ia. ia harus bagaimana.