
Clara duduk di dalam Taxi, duduk melamun menatap keluar jendela, memikirkan apa yang akan terjadi setelah ia melarikan diri dari rumah saat ini, Pertama kali nya punya keberanian seperti ini, dan tentu saja pertama kali nya ia melakukan ini pada kedua orang tua nya.
tak banyak yang Clara ingin kan dari pelarian ini, ia hanya ingin Ayah nya membatalkan pernikahan nya dengan Kenan.
Dddrrrrrttttt Getaran ponsel nya terasa sampai di luar tas nya, Ia pun mengambil dan melihat Bu Joya yang terus menghubungi nya.
Setelah beberapa saat berfikir, Clara pun menjawab telefon dari sang Ibu.
"Clara, kemana kamu nak, kembali lah sayang, jangan membuat Mama dan Papa Khawatir." Terdengar suara Bu Joya yang tampak antusias saat putri nya mengangkat telefon yang sejak tadi ia coba hubungi.
"Ma, Aku gak akan pulang kalau Papa masih memintaku menikah dengan laki-laki itu." Clara lansung to the poin dengan apa yang menjadi tujuan utama nya pergi.
"Iya, Iya, Mama mengerti, kita bicarakan di rumah, Papa lagi sakit, pulang lah sayang." Ujar Bu Joya.
Mendengar ayah nya sakit, Clara pun berfikir permainan apa yang sedang di lakukan ayah nya.
"Aku belum mau pulang Ma, aku ingin dengar dari mulut Papa sendiri." Ucap Clara lagi. Ayah nya pasti sedang bersandiwara agar ia mau kembali pulang. pikir Clara.
__ADS_1
"Tapi Nak..."
"Aku akan baik-baik saja disini, Mama tidak perlu khawatir." Clara memotong Ucapan ibu nya, sembari ia mematikan sambungan telefon ibu nya itu.
Bu Joya membuang nafas berat, ia sangat sedih dan tak bisa melakukan apa pun karena putri nya begitu keras kepala seperti suami nya.
Saat kembali Bu Joya menghubungi telefon Clara lagi, Ponsel Clara sudah ia matikan.
"Clara, Clara, kenapa kamu melakukan semua ini nak." Batin Bu Joya.
•••
Yah, semua sudah di atur Oleh Kenan, tempat tinggal dan Bahkan uang yang Clara butuhkan selama ini melakukan Aksi melarikan diri.
"Lama sekali kau." Ucap Kenan dengan mata yang menatap Tajam ke Clara.
Clara pun hanya diam saja, ia tak menjawab ucapan Kenan, karena ia sedang tak berselera meladeni pria di depan nya itu. Mata Clara melihat sekitaran perkarangan rumah yang tampak begitu Asri.
__ADS_1
Kenan melihat Clara yang melihat sekitaran pun tersenyum sinis, ia lalu mengambil Sapu yang terletak di samping nya. dan memberikan Sapu itu pada Clara.
"Apa?." Tanya Clara yang bingung.
"Kau tahu alat ini untuk apa?." Tanya Kenan dingin, Clara mengangguk.
"Bersihkan rumah ini, kalau kau ingin tinggal." Ucap Kenan.
"Apa?, Bersihkan Rumah, Sebesar ini?, dia pasti ingin mengakali ku lagi." Batin Clara.
"Aku tidak mau, rumah ini kan besar." Balas Clara, menjawab dengan percaya diri.
"Kalau begitu, Aku tinggal menghubungi ayah mu dan memberitahu kan nya, kalau kau sedang bersama ku saat ini, mungkin saja pernikahan kita akan di percepat, bukan begitu kau rasa." Kenan tersenyum sinis menatap Clara.
Clara melihat wajah pria itu yang sangat menyebalkan bagi nya, yang selalu saja ada kata penekanan pada diri nya pun tak bisa melawan lebih jauh.
Dengan enggan Clara mengambil dengan kasar penyapu dari tangan Kenan.
__ADS_1
"Dia berbicara seolah aku saja yang tak menginginkan pernikahan ini, bukan kah dia juga sama, tak menginginkan ini semua." Gerutu Clara dengan suara pelan sembari berjalan masuk ke dalam rumah. Ia merasa kesal karena Kenan selalu saja bisa memerintah nya, dan tak memberikan nya satu kali pun kesempatan untuk menolak.
"Aku mendengarnya." Ucap Kenan.