
"Masih ada besok pagi bukan?" jawabku ketika mata kami bertemu. " Dan.. Jangan dekat dekat denganku malam ini, tidak hanya untuk sekedar numpang tidur.. Tidurlah di kamarmu sendiri" Aku memghempas tangan Toby hingga lepas.
"Kalau galak tambah cantik.." Toby menepuk pantatku.
Sorry... Tob.. Meski aku berminat, tapi itu tidak menggoyqhkan prinsipku.
"Sorry.. Rayuan kamu gagal" cibirku s3belum meninggalkan Toby sendiri yang mulai m3nghabiskan sisa wine di botolnya.
******
Rambut yang memutih, dengan kumis dan janggut tipis yang senada. Garis - garis wajah juga menghiasi kedua sudut matanya. Namun, otot Rapi dan kulit halus tubuhnya madih nampak segar dengan aroma yang tidak mungkin aku lupakan.
Aku mencoba berjuang antara mimpi dan nyata. Mengerutkan mataku dan menguceknya beberapa kali. Sadarku mencerna keadaan yang menurutku sangat janggal dan Aneh.
"Tob...???" Aku coba meyakinkan apa yang aku sangka.
"Hmmmm..." Jawab Toby tanpa menghentikan activitasnya dengan bagian bawah tubuhku.
Oh God...!!! Ini jam berapa? Batinku yang susah payah meraih jam meja di atas nacas.
"Jam 5:30 am sweet heart" Bisik Toby yang berhasil mencengkeram tanganku dan menempelkan pipinya pada pipiku.
Aku lupa, kalau Toby selalu menolak untuk di tolak.
"Apakah make upku bagus?"
Wajah tua versi Toby kini sudah berada tepat di atas wajahku yang sedang menahan rasa terkejut, dongkol dan nikmat secara bersamaan.
Oh Toby.. Bagaimana kamu bertanya hal seperti itu pada saat seperti ini.
Toby mulai menghentikan activitasnya di bawah sana.
__ADS_1
"Apakah minatmu akan turun ketika aku menua?"
Aku menelan salivaku kasar, pasalnya aku ternyata sedikit kecewa dengan aksinya yang tiba - terhenti.
"Bisakah kamu menyelesaikannya terlebih dahulu dan melanjutkan pertanyaanmu setelahnya" ahirnya aku bersuara dengan suara yang sedikit benada manja dan sedikit marah.
Toby menatur jarak wajahnya dari wajahku secara perlahan.
"Ternyata kamu juga suka, kalau aku sedikit mencuri start begini?" Guraunya sebelum mengikuti pintaku.
GOD... Toby, bisakah dia tidak usah menyimpulkan hal yang belum pasti..?
"Aaah..." suara Toby segera menggema di sampingku tanpa jarak dari telingaku.
Jemarinyapun segera tanpa permisi menyentuh ku.
"Aku... Belum sadar sepenuhnya.."
Aku menoleh ke arah Toby dan menerima ciumannya.
"Sepertinya aku harus mengaktivkan kunci ganda"
"Semua suami istri di dunia ini selalu tidur dalam satu kamar"
"Itu.. Kalau suaminya normal" Jawabku yang kini mulai menyentuh kerutan kerutan wajah Toby yang nampak sangat nyata. "Kamu melakukannya sendiri?"
Toby mengangguk dan tersenyum bangga "Aku banyak belajar make up artis di awal karirku"
Jemariku kini beralih ke alis, kumis dan jenggotnya.
"Sebenarnya kamu sangat berbakat"
__ADS_1
"Benar... Aku memang pria yang penuh bakat, tampan, popular dan kaya raya. Kamu beruntung"
Hah....!!? Toby benar harusnya aku bersykur. Bahkan dengan wajah yang nampak menua ketampanan Toby juga tidak berkurang.
Itu menandakan... Bahwa para wanita madih akan mengejarnya hingga dua manula. Uhf..
"Hanya saja, aku di lahirkan dari seirang crimjnal?"
"Hmmm... Sebelum putusan keluar ibumu masih bisa di bilang belum bersalah bukan?" entah mengapa aku jadi membela Mama. "sebagai anak, yang terpenting adalah cinta ibumu padamu, bukan siapa ibumu" Aku mnepis tangan Toby yang mulai menarikku erat.
"Terus..."
"Bahkan seorang pembunuhpun berhak menjadi seorang ibu. Karena tidak ada seorangoun yang tetlahir jahat" lanjutku otomatis.
"Pernyataanmu cukup menghibur.."
"Ngomong.. Ngomong kenapa harus bermakup seperti ini? Kamu ada shooting?"
"Hmmm... Aku menjadi tua agar tidak dikenali ketika menjenguk Mama. Tapi kamu harus membantuku, dengan menuntunku penuh cinta "
Mana mungkin, itu sangat tidak cocok. Tubuhmu terlalu tinggi untuk aku gandeng.
" Karena alasan itu, aku akan menjadi kakek bungkuk" Toby menerawang sejenak "jadi tidak akan ada yang mengenaliku, karena tinggi badanku sulit untuk diperkirakan"
"Ah benar juga"
" Aku juga berharap kamu bisa beracting dengan bagus, anggap saja kamu sedang berlatih menjafi istriku dikala usia kita senja"
"itu sedikit kurang masuk akal"
Toby mengerutkan dahinya,
__ADS_1
"Apakah kamu lupa, kalau aku lebih tua darimu?"