TERJEBAK Pernikahan

TERJEBAK Pernikahan
Prasangka


__ADS_3

"Jadi... Apa yang membuatmu marah?" Aku mulai memberanikan diri untuk bertanya saat Toby menyelesaikan makannya.


"Mereka menuduh salah satu lagu di albumku selanjutnya adalah plagiat" jawab Toby singkat.


"Dan itu pasti salah" Gumamku yang mulai meneguk susu ibu hamim yang sudah menghangat.


"Apakah kamu fikir semua akan berahir? Atau perlu untuk mengakhirinya"


"Maksudmu?"


"Sepertinya berita buruk terus bertubi menyerangmu dan aku merasa bersalah dalam jangka waktu yang panjang sampai..."


Aku dan Toby serempak untuk terdiam. Dan memebeku sejenak.


"Kamu sudah tahu...?"


"Apakah kamu...?


Kami bertanya bersamaan.


" sejak kapan? "


" Sejak kapan?


Kami kembali bertanya bersamaan.


"Kriiiiiiiing....!!!"


Bunyi nyaring handphone Toby hadir tanpa permisi.


"Aku lagi makan.." siapa lagi kalau bukan Albert. "Sekarang?" tanya Toby lagi seraya mengarahkan pandangannya padaku. "Ok?"


Yang benar saja, apakah Toby masih harus bekerja?


"Kamu mau kemana" nada tanyaku susah sekali untuk ramah.

__ADS_1


"Aku harus ke rumah sakit" Toby meneguk air mineralnya sampai habis "Albert akan segera datang menjemput"


Aku memperhatikan kembali tubuh Toby yqng masih kokoh tapi memang todak secerah biasanya. "Kamu akan istirahat bukan?"


"Jangan m3natapku dengan tampang kasihan seperti itu, hal seperti ini bukan yang pertama kali untukku" Toby m3ngangkat kedua bahunya "I am proffesional"


Professional???


Ini lebih cocok di bilang kolonial.


****


Albert langsung mendaratkan sebuah box di atas meja makan kami ketika datang. "Ini swmua Album yang harus kamu tanda tangani dan"... Albert mengeluarkan lembaran naskah. "Ini beberapa naskah baru, mengingat kamu masih belum mmeutuskan drama atau film mana yang akan kamu pilih"


"Hai.. Sand..!!"


Albert dan Toby seperti dua sejoli, sungguh sangat cocok. Padahal aku berharap Albert untuk menanyakan kabar Toby terlebih dahulu dari pada urusan pekerjaan.


"Soal gossip baru itu... Kamu akan klarifikasi kapan?"


Bahkan Albert tidak menungguku untuk membalas sapaannya. Dengan segera dia kembali membahas p3kerjaannya.


"Serius... Om Yoga memberikan naskah yang ini padamu?" Toby menyodorkan sebuah naskah ke arah Albert.


"Dia sedikit memaksa untuk naskah itu, meaki aku tahu itu bukan seleramu." Albert meraih cepat naskah itu dan segera memasukkan ke dalam tasnya "Oh iya... Agency tidak ingin banyak membantu soal gossip plagiatmu, alasannya..." Kali ini Albert mulai mengambil duduk di salah satu kursi makan kami.


"Kamu Sand..."


"Aku..???"


Albert mengangguk memastikan tanyaku " Penjualan Album kamu kemungkinan tidak akan bertambah usai cetakan pertama, karena efek dari gossip itu dan satu satunya cara perusahaan mendapatkan modal besar adalah urusan kalian dengan Rizal, itu menurut Om Yoga"


"Itu... Salah!!" Aku protest cepat. "Tidak ada hubungannya denganku" Kali ini aku sedikit memekik.


"Hah...kamu tidak perlu se agresive itu padaku" Sergah Albert "Aku tahu.. Mmanusiawi kalau kamu mulai menyukai Toby dan enggan berpisah. Selain urusan janin di tubuhmu, Toby bukankah sosok yang bisa di tolak"

__ADS_1


"Tob... Mungkin kamu bisa jelaskan pada Albert?"


"Soal.. Apa? Kamu menyukaiku?"


"Bukan..? Kita baru saja membahasnya tadi.."


Toby hanya angkat tangan.


"Jangan berhalunisasi yang tidak - tidak" Toby mengambil salah satu album musicnya dan membubuhkan tanda tangan di atasnya. Namun sebelum memulai jemari Toby kembali bergetar hingga ahirnya tanda tangan itupun di mulai.


"Kamu tidak ada kerjaan kan.. Di rumah?" Toby mendorong box berisi Album itu padaku "Belajarlah m3mbuat tanda tangan ini dengan baik dan mulailah menandatanganinya"


Aku menatap heran...bukan masalah tugasnya, tapi lebih kepada tanda tangan itu sendiri, kenapa aku justru merasa asing?


"Ini bukan tanda tanganmu?"


"ck... Ini tanda tanganku sebagai Artis, yang aku berikan dalam perjanjian kita itu tqnda tangan legal. Hal seperti ini seharusnya kamu tahu dan menyadarinya tanpa harus di beritahu"


"Benar - Benar..." Aku mengangguk cepat "Eh..kenapa aku harus melakukannya?"


"Bantulah suamimu yang sedang tidak begitu sehat ini sayang, anggap saja ini konstribusimu untuk perekonimian keluarga" Toby juga menyodorkan tumpukan nasakahnya padaku "Baca juga yang ini...pilihkan juga untukku, aku hanya mau ambil satu drama dan film"


"Ini makan waktu lama?"


"itu bagus untuk latihan otak bayi kita, amggap saja begitu"


"Jadi kalian akan tetap bersama?" Tanya Albert yang memandang bergantian ke arah kami.


"Sesuatu yang aku mulai seharusnya aku juga yang mengahiri bukan orang lain" Celetuk Toby yang mulai berdiri.


Kalimat Toby sedikit membuatku berfikiran ganda.. Apakah dia memiliki kemungkinan untuk melepaskanku?


"Tob....apakah kamu sebenarnya tidak tahu alasan dasarnya? Dari semua ini?"


Toby hanya terdiam menatapku sesaat "Kita pergi Albert" ajak Toby "Siapkan janji dengan pencipta lagunya dan juga bukti transaksi kita tentang penggunaan music dan kewenanganku mengganti lyricnya"

__ADS_1


"Ah..!" Albert juga ikut berdiri dengan cepat, wajahnya nampak bingung menatap kami berdua.


Tapi itu sedikit membuatku lega, karena dia sepertinya sedikit simpaty padaku.


__ADS_2