TERJEBAK Pernikahan

TERJEBAK Pernikahan
Masalah lama


__ADS_3

Di dalam berita, siapapun akan sulit lolos. Politisi, pengusaha, bahkan celebrity sekalipun hidup mereka tergantung pada berita.


Ah... Dan satu lagi, harga saham.


Aku yakin perusahaan sebesar Adilokso group, pasti ada cela. Aku tidak bisa mendapatkan infonya hanya dengan ber wara wiri di sekitar dunia entertainment.


Aku harus masuk ke dunia bisnis dengan caraku.


****


"Kamu merubah gayamu?"


Toby memandangku heran ketika melihatku menata rambut tidak seperti biasanya.


"Begitulah" jawabku sekenanya sambil terus melanjutkan mencatok dan me roll bagian per bagian rambutku.


"Jangan di potong tanpa persetujuanku"


Toby benat - benat cerewet.


"Malam ini kita ada undangan premiere film ku"


Aku menghentikan activitasku. Kita?


"Aku ikut?"

__ADS_1


"Harus"


Aku memasang wajah malas. Acara glamour seperti itu tidak begitu Cocok untukku.


"Aku sudah memilih gaun dan.."


Bla... Bla...


Seperti biasa Toby sudah mengatur semuanya. Aku hanya tinggal duduk dan ikut. Seperti boneka.


Meski menyebalkan, pada tahap ini aku memahami bahwa inilah cara Toby mengamankan karirnya.


Dia tidak ingin cela sedikitpun. Dan karena semua usahanya dia bisa sampai di puncak seperti sekarang.


"Ayahmu begitu kaya dan berpengaruh, kenapa kamu repot untuk bekerja di bidang yang sulit seperti ini" Celetukku yang mulai sadar seberapa kaya dan berpengaruh keluarga Toby, apalagi dia putra satu - satunya.


Aku memutar kepalaku 180 derajat. Toby tahu ayahku mantan dokter? Ini pertama kali dia memgungkitnya.


"Karena kita tidak sepandai mereka bukan?" Toby menyesap kopinya.


"Bukankah tidak mudah memiliki ayah yang sangat super, sementara kamu lebih mewarisi kecerdasan ibumu yang hanya bermodal cantik?"


Ucapan Toby ada benarnya, tapi setidaknya Toby beruntunh karena mewarisi kecantikan ibunya. Meski ahirnya justru nampak antagonist dalam dirinya.


Tapi aku?

__ADS_1


Aku mewarisi ayahku, yang hanya rata - rata saja serta kecerdasan ibuku yang rata - rata juga.


"Ck.. Ck... Kali ini kamu yang kurang bersyukur" aku menatap cangkir kopi Toby yang nampak masih penuh. "Apakah hasratmu pada alkohol mulai meningkat?"


Salah satu ciri ketika mereka mulai ketagihan alcohol adalah mereka mulai membesarkan hal yang tidak perlu. Seperti yang di lakukan Toby saat ini. Tapi kopi, bukan pilihan tepat untuk orang yang kesulitan tidur.


" Standardku masih sama, hanya mungkin sedikit...." Toby menggantung kalimatnya.


"Hair style itu bagus" Komennya sesaat. "Kita berangkat jam 7 malam tepat, aku akan mengirim orang ke rumah jadi jangan kemana - mana"


Toby segera meninggalkanku swndiri, dia swlaku saja menghindar ketika aku menanyakan tentang alcohol atau hal yang lebih mendalam seperti orang tuanya.


Memang.... Itu adalah haknya, tapi dia lupa aku istrinya. Hal seperti itu bisa menjadi bom waktu untukku.


*****


Toby bisa saja jatuh kedua kali apabila dia benar - benar mengalami Alcoholism. Dan akan lebih parah bila itu sudah menyerang tubuhnya.


Aku menggeleng cepat, tak dapat membayangkan hal yang bukan hanya aku alami.


Untuk ayahku dia hanya cujup berhenti menjadi dokter dan semua cepat selesai kecuali keaehatannya yang terus menurun.


Tapi untuk seorang superstar seperti Toby. Dia bukan hanya kehilangan pekerjaan, namun juga reputation yang baik. Public akan menghujatnya tanpa ampun.


Dan mungkin lebih parah dari yang aku alami... Tunggu.

__ADS_1


Aku lupa bahwa aku di keluarkan dari Radio bukankah karena haters yang membludak.


Reputasi seseorang yang tampil di TV tentu harus lebih bagus dari orang yang hanya di radio. Apakah hatersku sudah menurun seiring berita positive tentang Toby?


__ADS_2