TERJEBAK Pernikahan

TERJEBAK Pernikahan
Takdir 2


__ADS_3

Tubuh Toby sudah setengah sadar kini berpindah ke tubuh Albert yang nampak tidak mudah membopongnya.


Aku mendengus marah dan juga lega. Setidaknya dia pulang dengan baju yang sama dan juga bau alcohol bukan parfume wanita lain.


"Bantu taruh tubuhnya di ranjang saja " Pintaku pada Albert yang mulai bisa membopong Toby dengan stabil.


Albert menghembuskan nafas lega, setelah berhasil merebahkan tubuh Toby di ranjangku.


"Sebenarnya aku tidak mau mengantarnya dalam ke adaan begini, tapi dia terus mencarimu meski sedang mabuk" Albert merenggangkan lehernya dan berdecak.


Aku hanya tersenyum tipis, "Apakah dia tidak pernah berfikir bahwa dengan tubuh seperti itu, dia hanya merepotkan orang lain saja saat mabuk?"


"Well... Aku tidak pernah keberatan. bagaimanapun aku mencari nafkah dari Toby. Aku pasti mengurusnya dengan baik"


"Hanya saja kamu nampaknya cukup teledor untuk mengurus kadar minumnya"


"common.. Tidak setiap hari bukan?" Albert memandangku "Dia juga berhak bersenang - senang"


Jadi Albert tidak tahu bahwa Toby sering meneguk dua botol Wine sekaligus ketika sendiri di rumah tiap malam?


"Apakah dia baik - baik saja saat bersamamu dinluar sana, ketika kalian melakukan tour dan lainnya?"


" Dia hanya minum wine bukan drugs, apa yang harus aku khawatirkan. Wine hanya beverage"


"Beverage..?"


Whuueks..

__ADS_1


Percakapan kami terhenti.. Sepasang manik kami segera tertuju pada Toby yang sedang memgangkat kepalanya dan mengeluarkan seluruh isi perutnya begitu saja.


Albert dengan cekatan segera keluar kamar dan kembali dengan beberapa barang di tangannya. Tanpa ragu dia segera membersihkan muntahan Toby di lantai dan juga pakaiannya.


Hingga...


Albertpun berniat ingin mengganti bajubToby yang tak lagi bersih.


"Stop..!" Aku tidak bisa melihat Toby di telanjangi orang lain di depan mataku.


Meski itu Albert, yang mungkin sudah melakukannya berkali - kali sebelum aku dan Toby bersama. Tapi masih saja itu terlalu aneh untuk orang awam sepertiku, melihat orang lain melepas baju suamiku.


"Kamu boleh pulang, biar aku yang mengurusnya"


"Kamu yakin?" Tanya Albert heran.


"Bukankah kamunsedang hamil, apakah kamu tidak menganggu indera penciumanmu?"


Terimakasih atas perhatiannya Albert, tapi indera penglihatanku lebih terusik.


"Aku pastikan aku baik - baik saja" Aku mulai membuka pintu kamarku dan mempersilahkan Albert pergi "Kamu juga harus istirahat, akubtidak mau Toby tidak ada yang mengurus ketika tidak bersamaku"


Albertpun tidak berfikir dua kali dan segera melangkah ringan meninggalkan kami.


"Ah... Tunggu.."


Aku hampir lupa menanyakan sesuatu.

__ADS_1


"apakah karier Toby baik - baik saja, aku melihatmu berbicara cukup serius dengan Om Yoga dalam perjalanan pulang tadi"


Wajah Albert sedikit terkejut, namun segera tenang kembali.


"Dengan semua yang terjadi, mana mungkin baik - baik saja. Masalaj selalu datang dan pergi kalau kamu selalu berada di bawah lampu sorot"


Albert melemparkan pandang lagi pada Toby yang tergeletak dengan tiga kancing kemeja bagian atasnya masih terbuka.


"Sebaiknya kamu melanjutkan apa yang aku mulai"


Aku segera mengikuti tatapan Albert.


"Akan lebih buruk bila dia mabuk dan masuk angin bukan? Bisa jadi kamubterkaga semalaman hanya untuk membersihkan muntahannya"


Albert benar...


"Ok...!"Aku memilih melepaskan Albert kali ini. Tapi lain kali aku pasti bisa mendapatkan detail apanyang terjadi.


Wueeks..


" Lagi..? "


Albert mengisyaratkan apakah aku mau dia membantuku?


Aku menggeleng," sebaiknya kamu pulang saja, ini bukan pengalaman baru untukku"


Padahal, Urusan alcohol adalah salah satu syarat utama ketika aku menjalin hubungan dengan pria. Tapi siapa sangka takdir memberiku yang sebaliknya sekeras apapun aku menghindarinya.

__ADS_1


"Apakah kamu sudah puas... Merusak kesadaranmu dan merepotkan orang lain?" umpatku pada Toby yang tergeletak tanpa sadar.


__ADS_2