
Apa kamu yakin dia hamil? Dan pasti bayi itu anakmu?"
"Tentu saja... Dengan memejamkan mata saja aku sudah amat sangat yakin" bela Toby.
Uhf... Tentu saja, Aku dengar Toby menyaksikan seluruh proces pembuatan Bayi di perutku tanpa bergeming sedikitpun. Bagaimana tidak yakin?
"Bukan Rizal kan?"
"Apa bajingan itu mengatakan hal itu pada Mama?"
Wajar kalau aku ahirnya tersulut emosi bukan?
"Tidak sejelas itu, tapi kegigihannya memdapatkanmu membuat orang berprasangka yang tidak - tidak bukan?" Mama memandangku dengan tatapn sedikit kurang nyaman.
"Ok...!!" Sela Toby "Kembali ke pertanyaanku Ma... Aku tidak punya waktu banyak, dan Rizal sepertinya sedang dalam ke adaan sebaliknya" Toby m3nelan salivanya kasar.
"Bagaimana mungkin Gallery kesayangan Mama menjadi tempat yang seperti saat ini, terutama dengan tangan mama sendiri" Toby mengerutkan keningnya dwngan mimik kecewa.
Mama... Menunduk sejenak.. Ada helqan nafas yangbterdenga samar. "Ceritanya panjang.."
"Tapi benar?" Tegas Toby yang sepertinya sulit di percaya.
Mama hanya diam dalam posisi yang masih sama.
Perlahan Toby melepaskan tangannya "Kenapa Ma..? Apa yang kurang?" meski berwajah garang, toby juga manusia biasa yang bisa sedih.
Mama menggeleng "Bukan itu.."
"Tapi dari awal Mama sudah tahu itu tidak benar bukan?"
"Seharusnya semua akan baik - baik saja kalau kamu tidak menikahinya"
__ADS_1
Aku...?
Kenapa harus karena aku?
Mama yang berbuat dan menikmati hasilnya, kemudian dia di penjara dengan kesalahannya itu karena Aku?
Yang sama sekali tidak ada andil di dalamnya, bahkan termasuk soal pernikahanku dengan Toby. Pernukahan kami bukan karena kesengajaan dari pihakku.
"Maa.. Af.. Ma, aku ke sini untuk menjadi istri yang baik, bukan untuk jadi kambing hitam Mama"
Benar.. Aku biasa lugas dan langsung. Aku tidak pandai basa - basi, terutama dalam keadaanku saat ini.
"Aku berfikir kalian keluarga normal... Hingga Mama mengeluarkan suara tadi?"
"Maksudmu?" Mama dan Toby mengarahkan tanya padaku secara serempak.
"Keluarga normal pada umumnya, kalian akan saling haru karena ahirnya bertemu setelah beberapa saat berpisah" Aku mengangkat alisku dan bahuku secara bersamaan.
Uhf... Ok.. " Bisa kah kalian mempercepat pertemuan kalian, aku mulai merasa pengap" aku segera mengeluarkan sebuah amplop coklat dari task dan melipat tanganku serta mengunci mulutku.
Aku memberibkesempatan sekali lagi untuk ibu dan anak itu berdiskusi.
"Maaf..." Mama hanya mengucapkan itu pada Toby setelah melihat isi amplop dariku, yang artinya semuanya benar.
"Tidak mudah masuk keluarga konglomerasi seperti keluarga ayahmu, tidak juga bagi Mama"
"Mama cantik, berpengaruh, kaya dan tentu terkenal"
Mama Toby adalah salah satu Diva pada masanya. Urusan kecantikan itu sudah jelas, terlihat dari penampilannya yang masih nampak mengagumkan di usia yangvyidak muda.
"Namun semua pencapaian Mama selalu di anggap karena pengaruh papamu, sejak kami menikah"
__ADS_1
"Apa hubungannya dengan kasus ini?"
"Jelas ada..." potong Mama. "Mama tidak mau selalu di anggap seperti parasit yang menghisap harta ayahmu saja"
Ternyata sebuah masalah rumah tangga classic akan berakibat fatal bila terjadi pada keluarga beroengaruh.
"Seharusnya semuanya tidak bisa terbongkar" desis mama pelan "Kami cukup rapi, dan ini hanya penghindaran sederhana, banyak perusahaan lain yang juga melakukannya"
"Ini penipuan terhadap negara Ma..?"
Mama berpaling, namun sejenak kemudian dia menatap ke arahku.
"Semua harusnya baik - baik saja kalau diabtidak hadir dalam hidupmu Toby"
Aku lagi???
"Maaf... Ma.. Awalnya aku cukup merasa bersalah, tapi rasanya mama pantas dengan atribut Mama sekarang" Kesabaranku juga tidak selalu tebal.
"Apa kamu mengancam Toby? Atau kamu menggunakan cara yang tidak wajar memikat anakku?"
"Ma... Toby menyela"
"Toby selalu menyukai perempuan yang mencolok, pengacara, Ceo, bahkan Jaksa.. Hah.." kali ini Mama kembali menggenggam tangan Toby "Seharusnya Mama menyetujuimu menikah dari dulu, sebekum bertemu dengannya"
"Mama bilang Mama setuju waktu aku bercerita tentang Sandra.."
"Itu karena kamu terlalu pandai mengarang cerita Tob.." Celetukku yang sungguh tidak menyangka oertemuan kami menjadi seperti ini.
Mama menggeleng... "Kamu tidak berniat menceraikannya Tob.... Demi Mama?"
"Ma.."
__ADS_1
Kata cerai itu lagi... Uhf..