TERJEBAK Pernikahan

TERJEBAK Pernikahan
Tumbang


__ADS_3

"Keluarga kita sudah cukup tercoreng dengan ulah Mama kamu. Dan aku tidak suka lumpur masalah. Kita selesaikan saja urusan istrimu, dan kita lanjutkan cerita cintamu dengan Annya. Semua akan jadi lebih baik" Papa langsung menyampaikan keresahan dan tujuannya tanpa mempertimbangkan perasaanku yang sedang mengandung cucunya.


Annya?? Siapa lagi wanita itu?


"Tapi saya tidak bersedia dengan angka dan cara apapun" Aku tidak mau mendengar lebih banyak lagi. "yang Papa dengar hanya awalnya. Tapi yang saya dapati adalah hasilnya. Meski Toby mungkin tidak menginginkan saya. Tapi saya kini menginginkannya"


"Tentu saja, siapa yang tidak menginginkan pria tampan, kaya dan terkenal. Tapi, kamu juga punya rizal sebagai pilihan" Tuan Adilokso menyela.


"Tidak.. !! aku menolak tegas.


Bagaimana mungkin aku membandingkan toby dengan sosok physicopath seperti Rizal. Meski tampan dan menarik. Aku juga bukan wanita bodoh yang hanya terpikat dengan hal yang fisik.


" Terimakasih tawarannya, saya rasa kali ini Rizal yang tidak pantas untuk saya. Saya tidak menyukai lelaki dengan kegiatan yang tidak konstruktive apapun alasannya" Aku tidak peduli lagi bila di bilang kurang aja, mereka yang mulai duluan.


"Sakit hati, obsesi, dendam. Menghancurkan hidup orang lain adalah langkah bodoh untuk hidup yang sangat singkat ini. Sy tidak mau menjadi bagian dari kehidupan seperti itu"lanjutku yanh sudah tak sabar untuk mengomel.


Aku berdiri." Kita pergi Tob.. " Ajakku tanpa memperhatikan response Toby atas sikapku "Apapun yang mereka tawarkan atau ajukan, tidak akan mengubahku untuk beralih pendirian"


Tanpa berkata Toby segera menyambut tanganku. Namun... Baru saja dia berdiri di sampingku..

__ADS_1


Brak...!!


tubuh Toby tumbang dan tergeletak di lantai.


Baru Kali ini aku baru melihat wajah Toby yang nampak pucat.


"Toby...!" Aku memekik seketika dan langsung bersimpuh di sebelahnya "Tolong...


Aku memekik seketika dan berteriak Tolongbsecara otimatis.


******


Apakah aku terlali egoist untuk bertahan di sampingnya?


Albert langsung menghampiriku ketika baru sampai. Tanpa menunggu Albert bertanya, aku langsung memandu pria jangkung itu menemui Toby yang masih terkapar, hanya saja kali ini sebuah kantong infuse telah terhubung dengannya.


"Sand.... Aku akan menemui dokter, kamu tunggu di ruang tunggu dengan yang lain"


"Tapi aku istrinya..."

__ADS_1


Albert menggenggam satu siai pundakku "Aku pasti mengabarimu, aku hanya membeerikan detail kegiatan Toby ahir - ahir ini dan kedepannya" Albert berusaha membujukku.


Tentu saja Albert pasti lebih tahu tentang keaeharian Toby di banding aku. Meaki berat, akhirnya akupun menurut dan mengambil tempat dudukku semula yang hanya berselang satu seater dengan Papa.


"Berapa lama lagi kamu menyiksa anak saya?" Tanya Papa langsung kerika aku baru saja meletakkan tubuhku.


"Apakah saya menyiksanya di mata Papa?"aku mulai ragu untuk keteguhanku beberapa saat lalu.


Papa menarik nafas perlahan " Aku tidak menyangkal bahwa Toby menyukaimu, bahkan sebelum kalian menikah " wajahnya mengarah padaku" Jangan salah, aku juga menyukaimu sebagai menantu "


Aku mulai tertarik untuk membalas tatapannya" Kita memiliki selera yang hampir sama, kamu suka seni lukis aku juga, kamu juga suka berita dan aku suka cara kamu menyampaikannya "


Kami termenung sesaat" Lantas kenapa Papa ingin aku dan Toby berpisah? "


" Terkadang hidup ini harus memilih dengan tepat untuk kebahagiaan yang lebih panjang "Papa kembali menatap lurus ke arah meja receptionist di hadapan kami" Aku tidak punya banyak waktu mempersiapkan semuanya untuk Toby, aku hanya ingin yang terbaik "


Aku kali ini hanya menunduk, Papa tidak salah. Setiap orang tua pasti melakukan hal yang sama, termasuk aku, yang mempertahankan Toby juga karena anakku.


" Kamu mengerti perasaanku bukan? "

__ADS_1


Aku hanya mampu diam dan menunduk memandangi bayokubyang masih bersemayam hangat di dalam perutku.


__ADS_2