TERJEBAK Pernikahan

TERJEBAK Pernikahan
Persiapan


__ADS_3

Pilhanku kini sudah jelas, tapi aku memilih untuk menahan keputusanku hingga batas ahir.


Alasannya sederhana, aku tidak ingin Toby terganggu dalam aksi single barunya. Karena usikan ayahnya sendiri.


****


Lagu itu keluar dengan Judul "My life"


Liriknya cukup menyentuh. Berisi tenrang bagaimana kita bisa menghargai hidup kita dan tidak menghabiskan waktu untuk sedih atau marah atas semua kejadian buruk yang menimpa. Tapi lebih mensyukuri apa yang tersisa dan menjadikannya lebih baik.


Konsep video clipnya juga cukup unik. Toby mengecat oenuh rambutnya menjadi biru terang. Dan memoleskan make up salju beku di sebagian wajahnya yang teetutup oleh masker oksigen. Tentu saja dia tetap ingin mata tajamnya terekspose sempurna.


Tubuhnya akan terantai di tembok putih yang memberikan kesan dingin. Yang sekilas mirip denga meja operasi.


Namun pada scene terahir. Toby memakai mantel bulu berwarna biru melapisi baju kekaisaran eropa. Dengan riasan yang lebih cerah. Meski dia berdiri di gurun putih yang bersalju. Yang perlahan meleleh dan menjadi musim semi.


Dipikir bagaimanapun Toby memang jenius. Meski aku melihat semua kegiatan Toby berkali kali. Baru kali ini aku mulai bangga.


Well aku memang benar - benar mahkluk yang kurang bersyukur.


*****


Di lain sisi, Rizal mulai bekerja dengan mengajukan public audit pada Star Entertainment, milik om Yoga.


Bukqn hanya soal utang pajak, penyelewengan dana. Penyetoran sumbangan dengan nilai tidak wajar pun mulai terlihat jelas. Begitupun dengan pemalsuan nilai aset.


"Apakah ibu Toby dan Yoga berniat kawin lari? Hingga butuh dhana sebesar ini" Rizal m3mbolak balik laporan di tangannya.


Dalam benaknya, Masuknya Toby di dunia entertainment lebih dari sekedar pekerjaan tapi juga tawanan. Agar ibu Toby tidak lepas dari Yoga dan Ayah Toby juga tidak akan menganggu usahanya yang akan mempengaruhi reputasi putranya.


Yang nyatanya....


Sekarang berantakan.


******

__ADS_1


"Pesta Pemilu sudah segera di mulai, tapi reputasi keluargamu masih berantakan"Tuan Adilokso mulai gelisah duduk di kurai tamu ruangan Tuan Reynald.


" Sebenarnya kamu cukup kaya untuk membiayai pencalonanmu bukan? Andai tidak ada yang kamu sembunyikan dari bussinessmu"


"Hah... Kamu mengungkit hal seperti itu? Kita sama - sama pengusaha kita tahu ekonomi harus bekerja" Tuan Adhilokso mulai menampakkan wajah garangnya. "Lagi pula, dhanamu juga tidak gratis, kita sudah setuju dengan rencana kita untuk membuat undang - undang yang menguntungkan untuk kita selama masa jabatan"


Tuan Reynald mulai menatap pemandangan langit lepas di sisi kanan mejanya.


" Ini hanya karena kamu pelit, tidak mau segera menangani anakmu sejak awal"


"Kita teman lama, kamu sudah tahu bagaimana caraku bermain, aku tidak akan merubahnya hanya karena kamu, lagi pula aku selalu memiliki rencana cadangan"


"Kamu tidak berniat membela lawan politikku bukan?" Tuan Adhilokso hampir bangkit dari tempat duduknya.


"Pikiranmu terlalu sempit, kamu hanya melihatku di negeri ini, padahal bukankah aku termasuk yang terbaik se Asia...?"


"ah benar juga..."Tuan Adhilokso kembali menyandar di kursinya.


" Urusan dhana itu mudah, tapi bagaimana memberikan keterangan bahwa dhana itu legal itu yang rumit saat ini, cobalah kamu diskusikan dengan... Putra barumu itu, bukankah dia mantan Accounting public "


" Aku tidak begitu yakin dia akan memihakku "


" Tapi kamu menyerahkan banyak perusahaanmu padanya "


" Permasalahannya... "


Suasana hening sejenak.


" Jangan bilang kamu terlalu serakah"


"Coba kamu lihat... Kesempatan seperti sekarang tidak datang dua kali.."


"Tapi berspekulasi terlalu banyak akan berbahaya bila tidak teratasi"


"Tapi kerusakan kepercayaan rakyat pada pemerintah dan tokoh politik lama tidak mudah terjadi. Tertangkapnya, koruptor beserta semua anteknya dalam jumlah yang massive dan beruntun. Perlu keberanian yang besar di negeri ini"

__ADS_1


"Jadi akan memasukkan anak sulungmu sekaligus dalam waktu yang bersamaan?"


"Juga putriku yang terahir, sudah cukup dia menghambur-hamburkan uang untuk amal"


"Cimmon... Kita semua tahu, amal itu adalah dalih untuk pengurangan pajak kan? Kamu bisa membayar lebih banyak pajak tanpa m3lakukan amal"


"Ok... Tapi... Apakah aku salah menggunakan reputasinya dan wajah malaikatnya untuk masuk dalam pemerintahan?"


Tuan Reynald hanya menarik nafas panjang..


"Jadi... Akan lebih leluasa untuk kita membuat peraturan baru yang lebih kondusif untuk usaha kita"


"Langkahmu tidak salah.."


"Tentu saja, rakyat pasti tahu orang seperti kami tidak akan korupsi, dan kenyataannya memang akan begitu. Kita hanya butuh kekuasaan untuk membuat kondisi usaha kita mampu bergerak lebih luas. Temtunya dengan seseirang yang cakap yang menangani badan usaha kita "


" Tapi.. Kamu melupakan masa kamu mencampakkannya? Bahkan status Rizal saat ini hanya seperri baby sitter untuj perusahaanmu. Kamu memungutnya untuk memperkaya dirimu bukan? "


" Tapi itu simbiosis mutualisme.. "


" Ya... Ya.. "Tuan Reynald mulai membuka kitak cerutunya" Setidaknya berteman denganmu membuatku merasa menjadi manusia lebih baik"


"Dengan anakmu yang meniduri sesama j3nis? Atau dia yang mencium perempuan di lift? Atau..."


"Apapun itu... Setidaknya aku tidak pernah menelantarkan mereka, sisanya adalah urusan hati mereka masing - masing"


"bahkan soal istrimu yang selingkuh?"


Tuan Reynald segera menghisap dalam cerutunya dan menahannya beberapa saat sebelum menghembuskan ke sisi kanannya.


"Harusnya dia sadar, menikah itu lebih dari hanya melihat aku dan kekayaanku. Dia juga sedang menikah dengan lingkunganku serta kesibukanku untuk para pekerjaku. Seperti yang kamu tahu... Tidak ada billioner seperri kita yang memiliki waktu sangat banyak memikirkan romansa seperti di Film atau drama yang beredar "


Kedua pria Tua itu serempak terkekeh ringan.


" Pastikan Rizal di pihakmu seridaknya hingga pemilihan usai. Urusan Dhana kamu hanya tinggal sebutkan, dan ingat.... Aku adalah pengusaha yang bersih "

__ADS_1


__ADS_2