
Beberapa saat Bi Sumi pergi, Clara pun juga berjalan keluar untuk segera pulang. saat Clara akan segera pulang dari rumah Kenan, Clara berniat mengambil kunci mobil nya di saku celana nya, namun ia tidak menemukan, melihat ke dalam mobil melalui jendela kaca dan tak ada tampak kunci di dalam mobil.
Sejenak ia mencoba untuk mengingat dimana terakhir kali ia menaruh nya. tapi tetap ia tak mengingatnya.
Clara lalu kembali masuk ke dalam rumah itu, barang kali jatuh saat ia memapah Kenan tadi, pikirnya.
Sembari menyusuri setiap langkah nya menuju ke kamar Kenan, mata nya terus mencari hingga ia sampai di kamar Kenan, dan melihat Kunci mobil nya tengah di timpa laki-laki itu.
"Disitu ternyata." Mengambil nya dengan gembira karena menemukan nya, namun tiba-tiba saja Lampu di rumah itu mati, Clara pun sangat bingung apa yang harus ia lakukan di tempat gelap seperti ini, bahkan ponsel nya berada di dalam mobil.
"Bi, Bibi minta senter Bi." panggil Clara dari dalam kamar Kenan.
Hanya dari cahaya bulan yang samar samar masuk melalui jendela kamar Kenan sedikit ada penerangan bagi Clara, Clara hanya bisa duduk di samping tempat tidur menunggu Bi sumi datang. namun Clara di kagetkan saat Tangan Kenan melingkar di pinggangnya. sejenak wanita itu membeku tak bergerak.
Saat lampu kembali menyala, Clara pun mencoba melepaskan Tangan Kenan, sedikit kesusahan karena Kemana melingkarkan kedua tangan nya begitu erat, hingga tiba-tiba kedatangan Pak Nanda dan Bu Joya yang masuk bersama bi sumi membuat Clara sangat terkejut.
__ADS_1
"Clara."
"Papa, Mama."
pak Nanda mendekati putri nya dan mendorong tubuh Kenan menjauh dari putri nya.
"Clara, kenapa kamu bisa berdua dengan laki-laki di dalam kamar, ini tidak boleh nak." Ucap Bu Joya.
"Ma, Pa, ini salah paham." Clara begitu gugup hingga ia kesulitan untuk menjelaskan kesalahpahaman yang di lihat ayah dan ibu nya.
Belum selesai Clara menjelaskan semua nya, Clara kembali di kagetkan dengan kedatangan Pak Broto dan Bu Yuni. Clara merasa sangat bingung apa yang terjadi, kenapa bisa kebetulan seperti ini.
"Ada apa ini?." Tanya Pak Broto.
"Clara."
__ADS_1
"Kau ayah nya?, Lihat apa yang di lakukan putra mu, berani nya mengajak putri ku datang kerumah ini dan mengajak nya ke kamar."Ucap Pak Kenan.
"Apa..."
"Dasar anak ini." Pak Broto melihat Kenan tak sadarkan diri dan bau alkohol pun lekas ke kamar mandi dan mengambil segayung air untuk membangunkan Kenan. Kenan yang di Guyur air dingin tentu saja lansung terbangun meski masih mencoba mrngumpulkan kesadaran nya.
Clara yang tiba-tiba merasa kepala nya mengambang dan tak bisa menahan diri pun terjatuh di lantai tak sadarkan diri.
Di luar rumah Kenan, di dalam sebuah mobil yang terparkir tidak terlalu jauh dari rumah Kenan, Frank dan Fandi tengah mengawasi kejadian di rumah itu, karena kedatangan Pak Broto semua telah mereka rencana kan.
"Menurutmu ini akan berhasil?." Tanya Fandi.
"Tentu saja, soal hal seperti ini, aku sangat pandai." Ucap Frank tertawa.
Fandi hanya mengelengkan kepala nya
__ADS_1
"Seperti nya di dalam rumah sangat heboh." Ucap Frank tersenyum menahan tawa, tak bisa membayangkan wajah Kenan saat di hadapkan dengan persoalan membawa anak gadis orang ke rumah.