
Malam itu.
Frank dan Fandi mengendap-endap berjalan menuju ke kamar pak Nanda, sembari melihat sekitaran kalau tidak ada yang mengikuti mereka. kedua nya tampak serius.
Kedua nya membuka pintu dan masuk ke dalam, Tampak Pak Nanda dan Pak Broto yang tertawa bersama agak terkejut saat pintu terbuka, namun kedua nya merasa lega saat ternyata itu adalah Frank dan Fandi.
"Kalian, bikin kaget saja." Kata Pak Broto.
"Bagaimana, rencana kita berhasil kan??" Tanya Frank sembari tersenyum.
Pak Nanda dan Pak Broto saling melihat dan tertawa setelah itu.
"Ha ha ha, Rencana mu sangat brilian Frank, karena rencana ini Mereka berdua akan segera menikah." Ucap Pak Broto.
"Kapan Paman Akan keluar dari rumah sakit?." Tanya Frank.
"Secepatnya, Agar Pernikahan segera di laksana kan, tapi tunda dulu 1, 2 hari, agar mereka tidak curiga." Ucap Pak Nanda.
Fandi yang melihat rencana mereka dan hanya ikut serta sebagai anggota penonton tersenyum mendengar nya.
__ADS_1
"Aku senang sekali kita akan segera menjadi besan." Kata Pak Broto.
"Apa lagi aku, bukan kah itu sudah menjadi salah satu impian kita. menyatukan anak-anak kita." Balas Pak Nanda.
Semua yang terjadi pada Pak Nanda hingga terbaring telah di rencana kan oleh Pak Nanda Dan Pak Broto yang di atur oleh Frank.
Pak Nanda Dan Pak Broto bukan baru mengenal saat pertemuan mereka di rumah Kenan malam itu, tapi jauh sebelum itu, mereka sudah saling mengenal, sejak Clara dan Kenan belum lahir ke dunia pun mereka sudah saling mengenal, bahkan sudah pernah membahas mau menjodohkan Clara dan Kenan. sempat Pak Nanda merantau ke kota lain dan berpisah cukup lama hingga Clara dewasa dan juga saat itu Pak Broto sibuk memimpin perusahaan Kakek Kenan. namun kedua nya selalu berkomunikasi melalui sambungan telefon.
Tuhan pun tengah berpihak dengan mereka, Saat Pertama kali Pak Nanda menjemput Clara di kantor Kenan, Pak Nanda merasa senang karena Takdir sudah lebih dulu mempertemukan mereka di kantor itu. bahkan sebagai atasan dan Sekertaris.
Di bantu Oleh Frank, mereka merencanakan kejadian malam itu, menjebak kedua nya dan menuntut mereka untuk menikah. Usul dari Frank pun di setuju kedua orang tua mereka, Karena Pak Nanda dan Pak Broto tahu kalau kedua nya tak akan muda menerima perjodohan ini.
•••
Fandi dan Frank saling berbincang menuju jalan pulang.
"Aku tak menyangka kalau Clara dan Kenan adalah teman masa kecil, tapi kenapa mereka tidak ingat." Ucap Fandi.
"Apa lagi aku, aku pun sama dengan mu, memang sudah jodoh nya Kenan si Clara itu " Ucap Frank.
__ADS_1
"Setelah itu kau yang akan menyusul." Ucap Fandi menyungging kan senyuman nya.
"Heh, aku kalau ingin menikah kapan saja bisa, wanita mengantri di luaran sana, Kau itu yang aku tak nyakin bisa menikah, kau terlalu pendiam."Balas Frank.
"Sialan kau." Ucap Fandi.
Kedua nya pun tertawa bersama. begitu senang merayakan kemenangan atas berhasilnya rencana mereka akan Kenan.
•••
Pagi Itu.
Dokter keluar dari kamar tempat Pak Nanda di rawat, berpapasan dengan Clara yang baru datang. Clara pun agak khawatir dan lekas masuk ke dalam, Namun ia melihat ayah nya tampak sudah sangat segar.
"Papa, Papa baik-baik saja kan?." Tanya Clara.
"Iya sayang, kata Dokter Papa sudah boleh pulang besok." Ucap Bu Joya.
"Syukur lah Ma, Aku sangat senang mendengar nya." Clara membuang nafas lega karena ayah nya baik - baik saja.
__ADS_1
"Ini, aku bawa kan bubur." Clara mengeluarkan Bubur untuk Ayah nya.