
BALI
Di Bali keluarga Rio dan keluarga Ameera menginap di villa milik orang tua Rio,orang tua Rio memiliki banyak villa dan resort di Bali,dan sesuai dengan rencana agar Rio dan Ameera tidak bertemu sebelum menikah,maka keluarga Rio dan keluarga Ameera menginap di villa yang berbeda,orang tua Rio dan keluarga besar nya menginap di villa A,sedangkan orang tua Ameera dan keluarga besarnya menginap di Villa B,dan untuk pernikahan Rio dan Ameera sendiri akan diadakan di resort milik orang tua Rio, yang letaknya di tengah-tengah antara villa A dan villa B.
Sesampai nya di Bali,orang tua Rio dan orang tua Ameera bertemu di salah satu café milik Rio,untuk saling melaporkan keberhasilan misinya mengajak Rio dan Ameera ke Bali,dan untuk membicarakan mengenai kepergian Ameera ke Landen sehari setelah acara pernikahannya selama 2 minggu,orang tua Rio dan orang tua Ameera sangat senang dan bahagia setelah mendengar laporan keberhasilan misinya masing-masing,selain itu orang tua Rio juga tidak mempermasalahkan kepergian Ameera ke Landen sehari setelah acara pernikahannya,karena orang tua Rio tau jika Ameera juga sama seperti putranya,sama-sama penggila kerja,lagipula menurut orang tua Rio itu hal yang wajar, karena acara pernikahan ini direncanakan tanpa sepengetahuan anak-anaknya. Kemudian setelah mendengar laporan keberhasilan menjalankan misi pertama nya masing-masing, mereka merasa rencana mereka selangkah lebih maju,dan mereka merasa sudah lolos dari kekehawatiran pertama,mereka tinggal memikirkan rencana berikutnya yaitu bagaimana cara menyampaikan rencana pernikahan perjodohan ini kepada Rio dan Ameera ketika nanti Rio dan Ameera sudah sampai.
Setelah semuanya selesai orang tua Rio dan orang tua Ameera memutuskan untuk pulang ke villa tempat menginap keluarga mereka masing-masing,di villa semua keluarga besar sudah menunggu untuk mengetahui kabar keberhasilan misi nya.
Dan sesampainya di villa, orang tua Rio dan orang tua Ameera menyampaikan keberhasilan misi nya ke semua keluarga yang sudah menunggu,semua keluarga senang dan bahagia,setelah mendengar kabar keberhasilan misi mengajak Rio dan Ameera ke Bali,semua nya semakin semangat menyiapkan rencana pernikahan Rio dan Ameera yang tinggal beberapa persen lagi rampung 100%.
***
Malam telah tiba,Rio telah sampai di Bali untuk memenuhi janji nya,Rio di jemput oleh supir suruhan orang tua nya di Airport.
Pukul 20.00 Rio sampai di villa A,Rio membuka pintu villa dan mengucapkan salam sambil melangkah masuk. “Assalamualaikum.”
“Waalaikumsalam.” Semua keluarga menjawab salam Rio dan menoleh ke arah Rio.
Rio terkejut melihat keberadaan semua keluarga besar dari Papah dan Mamah nya yang sedang duduk berkumpul santai di ruang tv.
“Ko semuanya ada di sini ?.” Tanya Rio mengernyitkan dahinya merasa heran sambil melangkahkan kakinya mendekati keluarga yang sedang berkumpul.
“Iah dong kan kita liburan.” Celetuk Anis sepupu Rio tersenyum sambil menatap kearah Rio.
“Hmmp Mamah sama Papah ko ngga bilang kalo semua keluarga besar juga ikut liburan ?.” Tanya Rio menatap mata Mamah dan Papah nya bergantian sambil berjalan mendekati Papah dan Mamah nya.
“Hmmp iah tadi pagi Mamah sama Papah lupa bilang sama Rio.” Jawab Mamah tersenyum sambil menatap Rio yang sedang berjalan mendekatinya.
“Hmmp Mamah sama Papah nih.” Gerutu Rio sambil bersalaman dengan Papah dan Mamah nya kemudian dilanjut dengan bersalaman dan memeluk keluarga besar nya satu-persatu.
“Hmmp mangkanya kalo kamu ngga dateng rugi kan ? .” Ucap Oma keluar dari kamar.
“Eh ada Oma juga.” Ucap Rio dengan nada terkejut sambil menatap ke arah Oma. “Iah Oma bener kalo Rio ngga dateng rugi nih,hal yang langka bisa liburan bareng rame-rame kaya gini.” Lanjut Rio tersenyum sambil melangkah mendekati Oma.
Rio bersalaman dan memeluk erat Oma,sambil menanyakan kabar Oma. “Oma apa kabar ?.”
“Oma baik Alhamdulillah,udah lama ngga ketemu,Oma kangen.” Ucap Oma dalam pelukan Rio.
“Iah Oma Rio juga kangen Oma.” Ucap Rio tersenyum sambil melepaskan pelukannya,kemudian Rio memegang kedua bahu Oma dengan kedua tangan nya sambil melangkah mendekati kursi, mengajak Oma untuk duduk dengannya.
Papah menanyakan pekerjaan Rio Ketika Rio baru saja mendudukan punggung nya di kursi Bersama Oma.
“Yo gimana tadi pekerjaan lancar ?.” Tanya Papah menatap Rio.
“Alhamdulillah lancar Pah.” Jawab Rio tersenyum sambil menyandarkan bahu nya ke Oma.
*Rio sangatlah manja kepada Oma nya,karena nenek Rio hanya tinggal Oma,Oma adalah Ibu dari Mamah nya,sedangkan nenek Rio dari Papah nya sudah meninggal dunia sama seperti Kake dan Opa nya.
Rio merasa sangat senang dan Bahagia bisa ikut berkumpul bersama keluarga besar nya,namun di tengah-tengah perbincangan Rio dengan keluarga nya, tiba-tiba Rio memutuskan untuk masuk ke kamar nya terlebih dahulu, untuk mandi dan berganti pakaian, karena sepulangnya Rio dari tempat meeting, Rio langsung menyusul ke Bali, jadi Rio belum sempat mandi dan berganti pakaian.
“Oma Rio masuk ke kamar dulu yah ? Rio mau mandi dan ganti baju dulu,terus sekalian Rio juga mau sholat isya dulu,tadi pulang dari tempat meeting Rio langsung kesini, jadi Rio belum sempat mandi dan ganti baju.” Ucap Rio tersenyum menatap mata Oma sambil memegang tangan Oma.
Mendengar perkataan Rio jika Rio akan ke kamar nya,seketika semua keluarga terkejut,terutama Oma karena Rio menyampaikan perkataannya kepada Oma sambil menatap mata Oma.
“Oh i…i..iyah sayang.” Jawab Oma gugup dengan terbata bata sambil menatap tajam mata Rio.
Rio merasa heran dengan Oma,karena Oma menjawab dengan terbata bata, dan Rio melihat raut wajah Oma berubah ketika Rio mengatakan jika Rio akan kekamar nya.
“Oma,Oma kenapa ? Oma ngga papa kan ?.” Tanya Rio khawatir sambil mengoyang goyangkan tangan Oma yang sedari tadi Rio pegang.
“Iah sayang Oma ngga papa.” Oma langsung mengerjapkan wajahnya dan tersenyum agar Rio tidak curiga.
Setelah mendengar perkataan Oma jika Oma tidak papa, Rio bangun dari tempat duduknya kemudian melangkahkan kaki nya memasuki kamar nya.
Semua keluarga merasa sangat khawatir memikirkan reaksi Rio jika melihat baju pengantin di kamarnya,semua keluarga saling tatap penuh dengan arti,sekilas sebelum membuka pintu kamar nya, Rio menoleh ke arah semua keluarga nya,Rio merasa bingung dan heran dengan tingkah keluarganya yang tiba-tiba berubah,namun Rio mengabaykannya dan tetap melanjutkan langkahnya memasuki kamarnya,setelah Rio memasuki kamarnya semua keluarga mengungkapkan kekehawatirannya.
“Haduuh Pah gimana ini ?.” Tanya Mamah menatap Papah mengerenyitkan dahinya.
“Iah gimana reaksi Mas Rio setelah melihat baju pengantin itu ?.” Timpal Adrian sepupu paling dekat dengan Rio karena mereka seumuran.
“Udah semuanya tenang ajah,ga usah panik,kita semua berdo’a saja agar semuanya baik-baik saja,nanti biar kita jelaskan pelan-pelan.” Ucap Oma berusaha menenangkan semuanya.
“Iah betul Mah apa kata Mamih,kita harus tenang menghadapinya,kita perbanyak berdo’a saja,kita pasrah apapun yang terjadi setelah Rio mengetahui semuanya.” Ucap Papah ikut menenangkan.
“Iah Rio kan anak yang baik dan sudah dewasa jadi Rio pasti mengerti,mengapa kita melakukan ini.” Ucap Aziz Uwa Rio kaka dari Mamah nya.
“Iah kita tunggu saja apa yang akan terjadi setelah Rio mengetahui nya, baru setelah itu kita mengambil tindakan.” Ucap Karissa adik dari Papah Rio.
“Tapi ko meski Mas Rio sudah masuk ke kamar mas Rio diem ajah yah ga ada teriakan atau apa gitu ?” Tanya Ara sepupu Rio penasaran sambil menatap semua keluarga.
“Mungkin Rio mandi dulu,Rio belum melihat baju itu.” Jawab Mamah Rio.
Dan benar saja tidak lama setelah Rio selesai mandi,ketika Rio membuka lemari nya untuk mengambil baju ganti,Rio terkejut melihat baju pengantin yang tergantung di dalam lemarinya,namun Rio tidak berteriak atau apapun itu,Rio masih santai mengambil baju santai dan memakainya,setelah itu Rio baru mengambil baju pengantin itu dan membawa nya keluar untuk menanyakan ke pada Mamah nya.
“Mah ko di lemari Rio ada baju pengantin,baju siapa ini ?.” Tanya Rio ke Mamah nya menunjukan baju yang sedang dipegang nya sambil mengernyitkan dahinya dan melangkah mendekati Mamah nya.
Lagi-lagi semua keluarga saling tatap satu sama lain ketika melihat Rio keluar dari kamarnya membawa baju itu,dan ketika Rio menanyakan kepada Mamah nya mengenai baju itu, sambil melangkah mendekati Mamah nya.
Suasana di ruangan itu hening seketika tanpa ada yang bersuara satupun,Rio bertanya pun Mamahnya bengong tidak menjawab,Rio semakin merasa heran ketika melihat wajah Mamah nya dan melihat wajah semua keluarga nya tegang.
Rio berdiri di depan Mamah nya sambil mengulangi pertanyaannya dan mengangkat baju pengantin yang dia pegang. “Mah ini baju pengantin siapa ? ko ada di lemari Rio ?.”
Mamah mengerjapkan Wajah nya setelah Mendengar suara Rio yang sudah sangat dekat dengannya, dan menjawab pertanyaan Rio dengan terbata bata. “Hmmmp itu baju….baju itu.”
“Mah,Rio serius tanya,Mamah kenapa ko Mamah jawab terbata bata gitu ?.” Tanya Rio menatap tajam mata Mamah nya karena semakin heran sambil mengernyitkan dahinya.
Mamah hanya diam dan menoleh menatap mata Papah.
Semuanya kebingungan bagaimana cara menjawab semua pertanyaan Rio, dan bagaimana cara menyampaikan nya kepada Rio,karena mereka bingung harus memulai nya dari mana.
“Hmmp Mamah ko ngga jawab pertanyaan Rio ?.” Rio kembali bertanya dengan nada kesal.
Setelah mendengar pertanyaan Rio kembali, Papah memutuskan untuk memulai pembicaraan nya dengan menjawab pertanyaan Rio.
“Hmmp sebenernya ada yang mau Papah bicarakan Yo sama Rio.” Jawab Papah dengan gugup sambil menatap mata Rio .
“Membicarakan apa Pah ?.” Tanya Rio menoleh kearah Papah menatap mata Papah sambil mengernyitkan dahinya.
Kemudian Rio melangkah mendekati Papah dan Rio duduk di kursi samping Papahnya.
Papah menoleh ke arah Rio duduk, dan menjawab pertanyaan Rio. “Sebenernya Papah mau membicarakan tentang itu ke kamu.” Papah menjawab sambil melirik ke baju pengantin yang Rio pegang.
“Hah membicarakan baju ini ke Rio ? maksudnya pah ?.” Tanya Rio dengan nada terkejut menatap mata Papah sambil mengernyitkan dahinya.
“Iah Yo membicarakan baju itu ke Rio.” Jawab papah sambil menganggukan kepalanya.
“Ooh iah Rio tau ini pasti baju pengantin anak sahabat Papah sama Mamah itu kan ? dan pasti Papah mau membicarakan ke Rio kalo Papah sama Mamah nitipin baju ini di lemari Rio iya kan?.” Tanya Rio tersenyum polos.
__ADS_1
“Hmmp ngga Yo bukan.” Jawab Papah dengan hati-hati sambil menggelengkan kepalanya dan mengernyitkan dahinya.
“Hmmp lalu ?.” Tanya Rio semakin bingung sambil mengernyitkan dahinya dan mengangkat bahu nya.
Papah Rio membuang nafas nya dengan kasar,lalu menjawab pertanyaan Rio sambil menatap mata Rio dan memegang bahu Rio. “Hmmmp sebenernya itu baju pengantin Rio.”
“Hah,serius pah ?.” Tanya Rio terkejut,lalu dilanjutkan dengan perkataan Rio sambil tertawa karena tidak percaya. “Hahahha Papah becanda kan ? masa baju pengantin Rio,yang mau nikah kan anak sahabat Papah sama Mamah.”
“Ini Papah serius Yo,Papah ngga becanda,itu emang baju kamu,dan memang betul yang mau nikah itu anak sahabat Papah sama mamah tapi nikah nya sama kamu.” Jawab Papah dengan serius.
* Mendengar jawaban dari Papahnya seketika Rio terdiam, muka Rio berubah menjadi merah,Rio hanya menggeleng gelengkan kepalanya karena ketidak percayaan nya.
Kemudian karena ketidak percayaan nya,dan karena Rio menganggap Papah nya hanya bercanda,Rio menoleh dan menatap kearah Mamah dan Oma nya bergantian, sambil bertanya dan mengernyitkan dahinya. “Mamah,Oma pasti Papah cuma becanda kan ? iyakan Mah ? Oma Papah becanda kan Oma?.”
Oma membuang nafas nya dengan kasar,Oma menatap Rio, lalu Oma memjawab nya. “Hmmmp itu semua benar Yo,Papah kamu ngga becanda,dan kita semua ada di sini sebenarnya bukan untuk liburan tapi untuk nikahan kamu.” Oma berusaha meyakinkan Rio sambil menjelaskan mengenai tujuan sebenarnya keberadaan semua kelaurga nya di sini.
“Iah Sayang betul,kami minta maaf karena sudah membohongi kamu,tapi percaya lah ini semua untuk kebaikan kamu.” Ucap Mamah memasang muka memelas sambil menatap mata Rio.
Setelah mendengar jawaban dari semuanya,Rio baru sadar jika memang yang di bicarakan Papah nya tidak bercanda,seketika Rio langsung menundukan kepalanya dan menopang dahinya dengan tangannya diatas pegangan kursi.
Semua keluarga merasa khawatir melihat Rio seperti itu, semuanya saling tatap satu sama lain,Mamah dan Papah Rio pun semakin merasa bersalah,hingga akhirnya Mamah Rio memutuskan untuk kembali meminta maaf.
Mamah bangun dari tempat duduknya dan berjalan mendekati Rio,Mamah duduk di samping Rio sambil mengusap bahu Rio yang sedang tertunduk lesu. “Yo kami minta maaf yah terutama Mamah sama Papah.”
Mendengar perkataan maaf Mamah nya, Rio mendongkakan kepalanya dan menoleh menatap mata Mamahnya sambil bertanya pelan dengan muka lusuh nya. “Iah Mah tapi kenapa harus Rio yang nikah sama anak sahabat Mamah sama Papah ? kenapa Mamah sama Papah lakuin ini sama Rio ?.”
“Karena anak Mamah sama Papah cuma kamu sayang,mangkanya kamu yang Mamah sama Papah nikahkan,karena sebenarnya kamu sama anak sahabat Mamah sama Papah itu sudah kami jodohkan.” Jawab Mamah pelan berusaha memberikan penjelasan.
Setelah mendengar kata perjodohan Rio semakin kesal,Rio mengajukan banyak pertanyaan dengan nada aga keras dan raut muka kesalnya, sambil menatap mata kedua orang tuanya. “Hah dijodohkan ? kenapa Mamah sama Papah harus menjodohkan kami Mah ? ini kan bukan zamannya Siti Nurbaya lagi Mah,ok memang sampe sekarang Rio belum menikah juga,tapikan bukan berarti Mamah sama Papah harus menjodohkan Rio dengan anak sahabat Mamah sama Papah kan ? kenapa Rio harus menikah dengan cara seperti ini Mah Pah ?.”
Belum sempat Mamah sama Papah nya menjawab,Rio sudah melanjutkan pertanyaannya. “Hmmp atau jangan-jangan perempuan itu hamil duluan Pah Mah jadi Rio jadi mangsanya,untuk menutupi aib keluarganya ? mangkanya Mamah sama Papah menjodohkan Rio sama perempuan itu ?.”
Mendengar tuduhan Rio mengenai perempuan yang akan di jodohkan dengannya hamil duluan, Papah Rio sangat marah dan kecewa,Papah Rio tidak menyangka Rio sampe berfikir sejauh itu tentang anak sahabatnya,Papah Rio langsung memotong pembicaraan Rio dengan nada keras sambil menatap mata Rio tajam. “Rio stop,kenapa kamu jadi menghakimi dia.”
Papah berdiri dari tempat duduk nya kemudian melangkah kan kaki nya kearah jendela,menatap keluar jendela membelakangi Rio,sambil melanjutkan menjelaskan ke Rio dengan nada kembali pelan. “Dia ngga hamil duluan,dia perempuan baik-baik,dan dia orang yang berpendidikan, Papah tau itu karena dia anak sahabat terbaik Papah sama Mamah,dan Papah sama Mamah sudah menjodohkan Rio dengan perempuan itu sejak kalian kecil,jadi bukan karena perempuan itu hamil duluan atau bukan karena Rio sampai saat ini belum menikah,tapi karena kami berfikir jika kami menjodohkan anak-anak kami,maka akan semakin mendekatkan ikatan persahabatan kami,bahkan sampai menjadi kan kami menjadi satu keluarga.”
“Tapi Rio belum mau menikah Pah,Rio belum siap,lagipula Rio tidak mengenal perempuan itu,mana mungkin Rio menikahi perempuan yang Rio sendiri tidak kenali dan tidak pernah bertemu sebelumnya.” Ucap Rio menatap kearah Papahnya sambil mengernyitkan dahinya.
“Sampai kapan Rio akan berkata tidak siap terus untuk menikah ? sedangkan Rio belum mencobanya,bukankah menikah itu tidak harus dengan yang sudah kita kenal dan dengan yang pernah kita temui ?.” Tanya Papah sambil membalikan badannya menatap kearah Rio.
“Tapi pernikahan bukan untuk main-main Pah,bukan untuk bahan percobaan,Rio ingin jika suatu saat nanti Rio menikah,Rio menikah sekali seumur hidup dengan orang yang tepat.” Jawab Rio.
“Tapi ini adalah orang yang tepat di jadikan istri untuk Rio menurut Papah sama Mamah, karena kalian mempunyai kesamaan yang sama,yaitu sama-sama workaholic (penggila bekerja).” Ucap Papah kembali berusaha meyakinkan Rio.
“Iah Yo menurut Oma,perempuan ini sangat tepat untuk Rio.” Timpal Oma menatap Rio ikut berusaha meyakinkan Rio.
Mendengar perkataan Papah dan Oma nya Rio tidak membalas nya dengan berbicara lagi,Rio hanya menunduk lesu menatap lantai dengan tatapan kosong.
“Percayalah Yo Papah sama Mamah pasti selalu mengingingkan yang terbaik untuk kamu,anak Papah sama Mamah satu-satunya.” Ucap Papah masih tetap berusaha meyakinkan Rio sambil melangkah mendekati Rio.
Mendengar perkataan Papahnya Rio kembali menatap kearah papah dan bertanya. “Tapi Pah kalo sudah begini apakah masih bisa dikatakan yang terbaik buat Rio ? jujur Rio kaget Pah,Rio syok,ngga nyangka kalo Papah sama Mamah bakal ngelakuin hal kaya gini ke Rio.”
“Kami minta maaf yo,kami memang mengaku cara kami salah,tapi hanya ini yang dapat kami lakukan sebagai orang tua, agar anak-anak kami Bahagia dan mendapatkan yang terbaik,karena Rio sama anak sahabat Papah itu menurut Papah sama Mamah cocok,kalian sama-sama penggila kerja,sama-sama mapan,sama-sama orang terpelajar,dan sama-sama sorang hebat.” Ucap Papah berdiri di depan Rio sambil menepuk nepuk bahu Rio.
“Hmmp tapi itu kan menurut Papah sama Mamah,belum tentu menurut Rio,nanti yang jalanin kan Rio,terus kalo sudah begini bagaimana Pah? lagipula Rio ngga habis fikir juga sama perempuan itu,katanya cantik,ngga hamil di luar nikah dan berpendidikan tapi ko semudah itu yah mau menikah sama orang yang belum pernah bertemu dan belum di kenalnya.” Tanya Rio serius kepada Papah nya yang berdiri di depannya.
“Papah sama Mamah pasrah yo,semuanya ada di tangan Rio,kalo Rio mau membatalkannya Papah sama Mamah ngga papa yo,kalo itu yang terbaik menurut Rio,dan sebenarnya sampai sekarang dia juga belum mengetahui jika dia akan di nikahkan, karena dia sendiri masih di Bandung,dia baru akan datang ke sini besok dan dia kesini besok itupun karena orang tua nya membohongi dia juga sama seperti Papah sama Mamah membohongi kamu, agar kamu datang ke sini,dan sekali lagi kami minta maaf karena sudah membohongi kamu,ini semua rencana kami,kami sudah merencanakan ini semua sejak lama,untuk menjodohkan kalian dengan cara langsung menjebak menikahkan kalian secara diam-diam seperti ini.” Jawab Papah Pasrah dengan memasang muka memelas.
“Apakah masih bisa Rio batalkan ? sedangkan acara akan dilakukan lusa,sepertinya persiapan sudah hampir 100%,benar kan ?.” Tanya Rio sambil mengernyitkan dahinya.
Setelah mendengar semua penjelasan dari Papah,Mamah dan semua keluarga nya, dan setelah melihat wajah Papah,Mamah dan semua keluarga nya, spontan Rio menarik nafas panjang, membuang nya dengan kasar dan Rio mengatakan jika Rio menyetujui rencana pernikahan itu namun dengan syarat. “Hmmp kalo begitu kalo menurut Mamah sama Papah ini yang terbaik buat Rio,dan menurut Papah sama Mamah perempuan ini tepat untuk Rio,ok Rio setuju,Rio mau melanjutkan rencana pernikahan ini,asalkan dia juga mau,dan asalkan untuk sementara waktu Rio mohon sama Papah,Mamah dan semua keluarga yang mengetahui pernikahan ini untuk merahasiakan dulu dari semua orang termasuk dari semua sahabat dan teman-teman Rio,gimana Pah Mah ?.”
Mendengar persetujuan Rio, Papah Mamah dan semua keluarga terkejut merasa tidak percaya,semua keluarga saling pandang satu sama lain,namun semuanya saling menggelengkan kepalanya dan mengangkat bahu nya.
Kemudian untuk meyakinkan nya, Papah menanyakan kembali kebenaran jawaban yang dikatakan Rio.
“Hah Rio serius ?.” Tanya Papah menatap mata Rio dengan nada terkejutnya sambil mengernyitkan dahinya.
“Iah Rio serius,asalkan Papah,Mamah sama semuanya mau mengikuti persyaratan dari Rio tadi,gimana Pah Mah ?.” Jawab Rio meyakinkan sambil menanyakan persetujuan persyaratan yang dia ajukan.
Setelah mendengar jawaban dari Rio untuk yang kedua kalinya, mengenai persetujuan nya mau menikah,semua keluarga merasa sangat senang dan bahagia,seketika suasana di ruangan itupun berubah dari yang tadi nya hening dan tegang menjadi kebahagiaan,Rio dapat melihat itu semua dari pancaran mata dan senyuman semua keluarga nya.
“Ok Yo Papah dan semuanya setuju." Jawab Papah tersenyum sambil menganggukan kepalanya dengan semangat dan yakin Papah menyetujui persyaratan dari Rio.
*Papah menyetujui persyaratan Rio,karena memang sebelum Rio memintanya pun keluarga sudah berencana untuk merahasiakan pernikahan Rio untuk sementara waktu.
"Alhamdulillah akhirnya kamu mau,kamu memang anak baik,Papah tau itu,kamu ngga akan mungkin kecewain Papa sama Mamah,terimakasih Yo.” Lanjut Papah mungucapkan rasa syukur sambil menepuk nepuk bahu Rio .
“Ok Pah sama-sama,Rio pasrah,semoga ini memang yang terbaik buat Rio, Rio tunggu kabar selanjutnya dari Papah mengenai jawaban dari perempuan itu.” Ucap Rio pelan tersenyum masih dengan muka lusuh nya.
“Iah Yo Aamiin,do’a kami selalu menyertai kamu,ok Papah akan segera memberitahu Rio jika sudah ada kabar dari pihak Bagas .” Ucap Papah tersenyum semangat.
“Oiah Pah siapa nama perempuan itu dan apah pekerjaannya ?.” Tanya Rio.
“Nama perempuan itu Ameera Setiawan anak om Bagas setiawan dan dia adalah seorang dokter umum,dokter spesialis dan seorang dosen di universitas negri kedokteran.” Jawab Papah menjelaskan.
“Ok terimakasih Pah." Ucap Rio tersenyum.
"Ya udah Pah,Mah,Oma dan semuanya Rio istirahat dulu yah.” Ucap Rio menoleh menatap kearah Papah,Mamah,Oma dan semua keluarga nya.
”Tunggu Yo masih ada yang perlu Papah sampaikan." Ucap Papah menahan Rio yang akan bangun dari tempat duduk nya.
Mendengar perkataan Papah Rio,Rio dan semua keluarganya terkejut dan bertanya-tanya apa yang akan di sampaikan lagi, sedangkan yang keluarga besar nya tau semuanya sudah selesai, tidak ada yang harus di sampaikan lagi,Rio menoleh karah Mamah dan Oma nya,namun Mamah dan Oma nya hanya menggeleng kan kepala nya dan mengangkat bahunya, lagi-lagi semua keluarga saling tatap satu sama lain,namun semuanya tidak ada yang tau apa yang akan di bicara kan.
Rio membatalkan niatnya untuk bangun dari tempat duduknya,Rio kembali menatap kearah Papah dan bertanya sambil mengernyitkan dahinya. "Ada apa lagi pah ?."
"Hmmp Papah cuma mau menyampaikan kalo senin sehari setelah acara pernikahan kamu,Ameera akan pergi ke Landen selama 2 minggu untuk urusan pekerjaan.” Jawab Papah dengan khawatir takut Rio mempermasalahkan nya.
Semua keluarga terkejut mendengar nya, kecuali Mamah yang memang sudah mengetahui nya,namun semuanya kembali normal karena semua keluarga mengingat jika memang pernikahan Rio dan Ameera di adakan tanpa sepengetahuan Rio dan Ameera terlebih dahulu,jadi wajar saja jika Rio dan Ameera tetap pada aktifitas nya seperti biasa,namun semua keluarga pun ikut khawatir menunggu respon dari Rio takut Rio mempermasalahkan nya dan justru menjadikan nya sebagai alasan untuk membatalkan rencana pernikahan nya.
“Oh ok Rio ngga masalah,lagipula beberapa jam setelah pernikahan itupun Rio ada meeting pertemuan sama klayen, seperti yang sudah Rio katakan kepada Papah dan Mamah ketika di rumah Rio, dan senin nya Rio juga sudah langsung masuk kantor." Ucap Rio tersenyum sambil menjelaskan ketidak masalahnya.
Untuk yang kesekian kalinya semua keluarga sangat senang dan bahagia mendengar jawaban dari Rio,semuanya menatap Rio dengan senyuman.
"Apakah ada yang mau disampaikan lagi Pah ?." Lanjut tanya Rio.
"Hmmp ga ada,sekarang Rio boleh istirahat." Jawab Papah tersenyum sambil menggelengkan kepalanya.
Rio hanya membalas nya dengan menganggukan kepalanya dan tersenyum.
Kemudian Rio bangun dari tempat duduknya dan melangkah kan kaki nya menuju kamar, dengan satu tangan berada di dalam saku celana dan satu tangan lagi membawa baju pengantinnya.
Setelah Rio memasuki kamar nya,semua keluarga saling mengungkapkan rasa syukur dan bahagia nya satu sama lain karena dengan Rio menyetujui rencana pernikahan nya berarti mereka sudah lolos dari misi ke dua nya yaitu babak yang paling menegangkan dan mereka juga merasa rencana mereka berjalan dengan lancar sesuai dengan yang sudah di rencanakan.
Ditengah tengah kebahagiaan nya bersama keluarga nya, tak lupa Papah menelpon Bagas Ayah Ameera untuk menyampaikan kabar gembiranya.
Papah mengambil telepon dari dalam saku celananya, dan langsung mengetikkan nama Ayah Ameera di kontak telponnya.
__ADS_1
Kemudian Papah menelpon Bagas Ayah Ameera.
Setelah telponnya di jawab oleh Ayah Ameera,Papah Rio langsung mengucapkan salam. "Hallo Assalamualaikum."
"Waalaikumsalam,iah Bram kenapa ?." Tanya Ayah Ameera.
"Aku mau ngasih kabar gembira nih." Jawab Papah dengan nada bahagia.
"Hah kabar gembira apah ?." Tanya Ayah Ameera penasaran.
"Rio udah setuju mau menikah." Jawab Papah dengan nada bahagia.
Ayah Ameera ikut bahagia mendengar kabar gembira dari Bramantyo. "Alhamdulillah,aku seneng dengernya,tinggal nunggu jawaban dari anak aku nih Bram." Ucap Ayah Ameera .
"Iah,kita perbanyak doa' ajah,semoga ajah anak kamu mau menyetujui nya juga, jadi biar kita bisa beneran besanan dan jadi satu keluarga." Ucap Papah Rio,menyemangati Ayah Ameera.
"Iah betul Bram,sekarang yang bisa kita lakukan hanya berdo'a,semoga berjalan lancar yah sesuai rencana kita." Ucap Ayah Ameera.
"Iah aamiin,eh ya udah yah udah dulu,besok kalo anak kamu sudah sampai dan sudah ada jawaban tolong kabari aku yah." Ucap Papah Rio.
"Oh iah ok,nanti aku langsung kabari." Timpal Ayah Ameera.
Papah Rio mengakhiri telponnya dengan mengucapkan salam. "Ok, Assalamualaikum."
Ayah Ameera menjawab salam penutup telpon dari Papah Rio. "Waalaikumsalam."
***
Sesampainya Rio di dalam kamar, Rio duduk di pinggir tempat tidurnya dan meletakkan baju pengantinnya di samping nya,Rio merenung memikirkan semuanya,rasa percaya dan tidak percaya terus menghantui fikiran Rio.
“Apakah benar lusa aku akan menikah ?." Tanya Rio pada dirinya sendiri.
"Aku ngga mimpi kan ?." Tanya Rio lagi pada diri nya sendiri, sambil memukul mukul pipinya.
"Aaaah kenapa ini semua terjadi." Ucap Rio pada dirinya sendiri dengan kesal sambil mengacak acak rambutnya.
"Hmmmp sadar Yo,kamu harus ingat kalo ini semua kamu lakukan demi orang tua dan keluarga kamu.” Ucap Rio sambil memukul mukul pipinya berusaha untuk menyadarkan dan menyemangatinnya.
"Semoga ini adalah pilihan yang tepat,hmmp lebih baik aku sholat dan berdo'a,setelah itu istirahat." Ucap Rio tersenyum sambil menggangukan kepalanya.
***
Rio melangkah kan kaki nya memasuki kamar mandi untuk mengambil air wudhu.
setelah selesai mengambil air wudhu dan keluar dari dalam kamar mandi,Rio sholat dan berdo'a.
Setelah sholat dan berdo'a,Rio memutuskan untuk beristirahat dan tidur karena Rio kelelahan setelah beraktivitas seharian.
***
Pukul 07.00 setelah Rio selesai berolahraga, tiba-tiba hp Rio berdering pertanda ada yang menelpon,Rio langsung mengambil nya dan mengecek nya,setelah Rio melihat layar hp nya, Rio terkejut ternyata yang menelponnya tak lain adalah Jerry salah satu sahabat nya, yang berasal dari Bali namun sudah lama tinggal di Jepang.
*Rio terkejut karena sudah lama Jerry menghilang tidak bisa di hubungi dan tidak menghubunginya.
Rio menjawab telpon Jerry. "Hallo Jer."
"Iah hallo Bro,hahahha lo masih inget gue ternyata." Ucap Jerry tertawa menggoda Rio.
"Hmmmp kemana ajah lo Jer,ngilang kaya di telen bumi ajah ?." Tanya Rio kesal.
"Weis selow bro,gue ada nih gue telpon lo kan heehhe." Jawab Jerry sambil terkekeh.
"Dimana lo sekarang ?." Tanya Rio.
"Gue lagi di Bali nih bro,lo kesini lah gue kangen nih, kita nongkrong di kafe lo." Jawab Jerry sambil membujuk Rio untuk datang menemui nya.
"Hmmp ok pukul 8.00 gue nyampe,kita langsung ketemu di cafe." Ucap Rio.
"Hah serius nih bro ?." Tanya Jerry untuk meyakinkan.
"Iah serius,gue kebetulan lagi di Bali nih baru nyampe semalam." Jawab Rio.
"Oh ok,kalo gitu gue siap-siap dulu,bentar lagi gue meluncur." Ucap Jerry.
"Ok." Rio mengakhiri telponnya.
Setelah menerima telpon,Rio langsung mandi dan bersiap-siap untuk pergi menemui Jerry.
***
Setelah siap, Rio keluar dari kamar nya,Rio melangkah mendekati semua keluarga nya yang sedang breakfast.
* Hari ini Rio pergi menemui Jerry dengan menggunakan pakaian celana jeans berwarna biru tua,atasan kaos berwarna putih,jaket berwarna hitam dan sepatu casual berwarna putih semakin menambah ketampanannya.
“Waaah cucu Oma pagi-pagi sudah,rapih dan ganteng,ayoo kita breakfast sama-sama.” Ucap Oma.
“Ya ganteng dong Oma kan pancaran auranya beda kalo calon manten hehe.” Celetuk Anis menggoda Rio.
“Heheh Anis nih,Mas ganteng bukan cuma karena mau jadi calon pengantin tau,tapi emang udah dari sanah nya." Ucap Rio kepada Anis sambil menatap Anis dan menepuk bahu Anis.
"Huust udah-udah,sini Yo duduk samping Mamah kita breakfast sama-sama." Ajak Mamah sambil menoleh kearah kursi dan menepuk nepuk kursi di samping nya.
"Hmmp maaf Mah,Oma dan semuanya,Rio ngga bisa ikut breakfast sama-sama,Rio mau keluar dulu ada janji sama Jerry, nanti biar Rio breakfast di luar ajah sama Jerry." Ucap Rio tersenyum.
“Jerry sahabat kamu itu Yo ?." Tanya Papah menatap mata Rio.
"Iah Pah,dia kebetulan lagi pulang ke sini,tadi dia telpon ngajak ketemuan,nah kebetulan kan Rio lagi ada di sini juga." Jawab Rio sambil menjelaskan.
“Ya udah hati-hati Yo,besok kan kamu nikah.” Ucap Papah tersenyum.
“Iah Pah." Ucap Rio tersenyum.
“Hmmp ya udah boleh,tapi ingat harus hati-hati,jangan pulang terlalu sore,dan kamu ngga boleh bawa mobil sendiri.” Ucap Mamah.
“Hmmp Iah Mah." Ucap Rio dengan berat hati menuruti perintah Mamah nya untuk tidak membawa mobil sendiri.
"Hmmp ya udah Rio berangkat dulu yah." Lanjut Ucap Rio sambil berpamitan dan bersalaman dengan semua keluarga.
Rio melangkahkan kaki nya menuju pintu keluar Villa sambil mengucapkan salam. "Assalamualaikum.”
“Waalaikumsalam.” Semua keluarga menjawab salamnya.
Setelah keluar dari dalam villa, Rio langsung melangkah mendekati mobil yang sudah terparkir di halaman villa,Pak Salman Supir keluarga Rio di Bali yang selalu standbay langsung membukakan pintu mobil sambil tersenyum dan menundukan kepalanya kepada Rio sebagai tanda penghormatan nya,,Rio menatap Pak Salman dan membalas senyuman Pak Salman sambil memasuki mobil dan duduk di bangku belakang pengemudi,setelah Rio masuk dan duduk Pak Salman menutup pintu mobil nya, dan Pak Salman segera melangkah memasuki mobil nya juga,Pak Salman mulai melajukan mobil yang di kendarainya sesuai tujuan Rio.
BERSAMBUNG... NEXT EPISODE 😊
#Maaf post ulang kemarin text berantakan.
__ADS_1