TERJEBAK Pernikahan

TERJEBAK Pernikahan
Peran


__ADS_3

Toby menggeleng "Aku bukan pengecut sepertimu, keluar dari keluargamu dan hanya mensupport financial?" Toby menarik kerahku. Dia memang sulit membedakan bermasalah dengan oerempuan atau laki - laki "Lihatlah.. Takdirmu pada ahirnya juga tetap merawat pasien penyakit jantung dan alcoholic sepertiku"


Tubuhku m3mbeku saat itu, ucapan Toby menghujam keegoisanku yang tak aku sadari selama ini.


"Kamu bahkan tidak pernah menanyakan kenapa ibumu tidak pernah mengganggumu? Bahkan bagaimana Ayahmu?"


Wajahku seakan tertampar saat itu... Aku baru sadar.. Aku juga kejam. Dan memang pengecut.


Suasana hening sejenak.


"Jangan merasa lebih baik dariku Sand... Tidak ada manusia yang baik 100%"bisik Toby sebelum melonggarkan cengkeramannya.


*****


" Jadi Toby menolak dramaku? "


Albert mengangguk mantap meski dengan wajah resah. Dia tahu akan ada pinalty yang harus diselesaikannya mengenai pembatalan kontrak sepihak yang dilakukan Toby.


Tapi berbicara soal uang dengan Toby tidak akan pernah membuatnya merubah keputusan. Karena dari awal Toby sama sekali tak menilai uang dari jumlahnya. Dan yang paling memyedihkan, Toby sangat mudah membayar pinalty itu tampa merasa kehilangan.


"Tapi ini season ke dua, mengganti pemeran prianya begitu saja akan membuat drama ini kacau. Dan aku tidak mungkin membatalkan yang lainnya hanya karena ulah Actormu itu"


"Saya mengerti...." Albert hanya bisa duduk dan menjadi sampah dari omelan producer yang dipredikso akan berlangsung cukup panjang.


"Minum...?" tiba - tiba suara tenang muncul di antara mereka sambil menyodorkan coke bottle dingin. "Mengomelinya seharian tidak akan memperbaiki keadaan" Sutradara itu mulai mengambil duduk dan menatap Albert serta producer bergantian.


"Bukan rahasia lagi, kalau Toby pemilih"


"Tapi membatalkan kontrak secara mendadak dan sepihak, itu baru pertama kali" Producer masih memekik karena emosinya yang sulit di redanya. "Kita selalu mempercayakan Toby pada proyek besar, karena bukan hanya keahliannya yang menakjubkan tapi juga komitmennya pada pekerjaan, bahkan meski bulan madu saja dia masih berkenan untuk melakukan shooting"


Albert menarik nafas panjang dan segera membuka botol coke nya dengan cepat.


Dengungan debat antara producer dan sutradara terasa akan segera panjang.

__ADS_1


Untung saja, dia sudah manajer seorang penyanyi rap dalam waktu lama. Anggap saja perdebatan yang terjadi di hadapannya adalah salah satu dari tahapan raper amatir yang harus di hadapinya. Hingga...


"Hmmmm... Tidak buruk..." entah sejak kapan sang producer mulai mendekati wajah Albert dengan wajah tak berkedip. Dan anehnya sang Sutradara juga mmelakukan hal yang sama beberapa saat kemudian.


"Kamu rajin ke gym?"


Albert yang hanya berfikir untuk segera keluar dari situasi meeting ini secepatnya langsung mengangguk.


"Toby tidak banyak jadwal bukan? Kalau dia tidak jadi membintangi drama kami" tanya Producer lagi.


"Setidaknya jadwalnya akan berkurang" Albert mulai merasakan atmosphere yang sedikit aneh, terutama saay sang Sutradara mulai mengelilinginya sambil menebar pandangan pada dirinya dari atas hingga bawah.


Dan....


"Tangkap...!!"


Dengan sigap Albert segera menangkap kaleng coke kosong yang di lemparkan ke arahnya dengan sigap.


Albert hanya termangu dan diam penuh tanya menatap keduanya.


"Sebenarnya kamu juga cukup tampan?"


Albert kali ini tertawa kecil. "Setidaknya di mata ibuku" Desisnya.


"Kamu punya komposisi bagus dari samping maupun depan"


"Aku tidak pernah melihat diriku dari samping tentunya" kilah Albert yang kini mulai santai.


"Setelah musim semi, sebaiknya kamu segera resign jadi manager Toby. Kami akan memgirimkan pelatih untuk memgikutimu yang akan membantumu mempersiapkan peranmu selama masa s3nggangmu di jepang bersama Toby"


Manik Albert segera membulat, apa dia tidaak salah dengar.


"Maksudnya...??"

__ADS_1


"Aku dan Sutradara sepakat untuk kamu menggantikan Toby"


"Aku...????" Suara Albert meninggi... "Peran utama?"


"Kita ganti scenarionya, jadi butih sedikit waktu lagi"


"Tunggu..." Albert mencoba berpendapat. Tapi...


"Melakukan Casting lagi bukan hanya urusan biaya dan waktu tapi juga berurusan dengan sifat Celebrity yang kadang bikin pusing" Producer mulai kembali duduk dengan manik tetap menatap Lurus pada Albert yang justru berdiri.


"Benar... Lagi pula attitude kamu baik, tampan dan bertubuh atletis, beberapa bulan tubuhmu juga akan lebih bagus denga sedikit sentuhan"


"Heu... Hey.." Alberr coba mencegah kedua orang itu berucap lebih. Tapi...


"Refflek kamu juga bagus..." Kali ini producer mulai berdiri dengan kontrak Toby yang telah diganti dengan tinta pulpen menjadi nama Albert. "Kamu tinggal tanda tangan di sebelah tanda tangan Toby dan kita akan adakan pertemuan sebelum keberangkatan Toby ke jepang. Aku akan atur team untuk mengikutimu"


"Tapi..." Albert mencoba menolak jemari sang sutradara yang mulai menyematkan bolpoint ke jemari kanannya.


"Star Entertainment tidak akan keberatan.. Dalam kondisi mereka yang hampir collaps itu, kami bayar kamu 30%lebih dari tarif Toby"


"Bu... Bukan.. Itu.. Aku.."


"Welll..." Kedua pria itu mulai menarik nafas dalam - dalam "Setidaknya tolonglah kami.. Yang sudah lelah dan hampir purus asa, kami juga butuh waktu dengan keluarga kami. Bagaimanapun kita sudah kenal satu sama lain cukup lama bukan?"


Albert menatap sang sutradara yang memang kerap bekerja sama dengan Toby begitu juga denga sang producer.


" Demi pertemanan... "Keduanya serempak.. Hingga..


Albertpun dengan berat ahirnya membubuhkan tanda tangannya.


" Ini yang pertama dan terahir "desisnya ketika menyerahkan kontrak itu pada sang Producer.


" Ok.. "

__ADS_1


__ADS_2