
Sementara di mobil perjalanan pulang ke rumah, Clara masih mempertegas kalau ia tak akan menikah dengan Kenan.
"Clara gak mau di paksa pa." Ucap Clara dengan tegas, untuk pertama kali nya Clara menaikkan suara nya berbicara dengan sang ayah.
"Clara, kamu gak boleh seperti itu." Tegur Bu Joya.
"Mama kok belain Papa, Clara selalu jujur sama Papa dan Mama, kenapa sekarang Mama dan Papa gak percaya aku, aku ke rumah nya karena menolong nya, dan kami tidak melakukan apa pun." Tutur Clara.
"Papa sudah tidak mau mendengar penjelasan apa pun lagi, keputusan Papa sudah bulat, kamu harus menikah." Ucap Pak Nanda.
.
Clara yang merasa percuma terus membela diri dan setiap ucapan nya terbuang sia-sia pun membuang nafas berat, menyadarkan tubuh nya di sandaran kursi mobil dan memilih untuk diam.
__ADS_1
Namun tentu saja itu bukan berarti kalau Clara menerima pernikahan ini, ia sangat tidak mau menikah dengan Kenan apa pun alasan nya, selain Kenan yang sangat menyebalkan untuk nya, dan juga tidak ada nya cinta di antara mereka, Clara juga ingin menyelesaikan kuliah nya.
Saat sampai di rumah, Clara keluar dari mobil lebih dulu, dan berlari kecil masuk ke dalam rumah dengan wajah yang kesal.
"Non, mau makan dulu?." Tanya Bibi pembantu rumah tangga Clara.
"Engak." Jawab Clara ketus dan terus berjalan.
Pembantu terheran melihat sikap Clara yang tidak biasa, lalu di ikuti kedua orang tua Clara yang masuk ke dalam rumah.
"Sudah lah Ma, ini yang terbaik." Kata Pak Nanda mengakhiri obrolan mereka tentang malam ini.
Malam Ini. Adalah malam yang paling buruk dalam sejarah hidup Clara, wanita itu duduk melamun duduk di depan jendela melihat ke atas langit yang di penuhi bintang-bintang. ia begitu dilema memikirkan bagaimana kalau pernikahan itu benar-benar terjadi.
__ADS_1
Harapan menikah dengan orang yang kita cintai menjadi mimpi setiap manusia salah satu nya Clara, Namun sekarang, ia diperhadapkan dengan pernikahan tanpa cinta, bahkan dengan laki-laki yang sangat tidak di sukai Clara selama ini.
Tiba-tiba pintu kamar Clara di ketuk dan terbuka, Bu Joya menghampiri putri nya yang tampak murung untuk menghiburnya.
"Sayang, Mama tahu kamu pasti sedih harus menikah dengan Nak Kenan, Tapi Mama percaya dia akan menjadi suami yang baik untuk kamu." Ucap Bu Joya.
"Mama gak tahu, Sikap dia itu gak baik ma, Menikah dengan dia, sama saja Mama menikahi aku dengan penjahat, dia itu selalu nindas Clara di tempat magang Clara, dia selalu bentak Clara Ma." Keluh nya dengan lembut.
Bu Joya yang mendengar tentu saja merasa sangat tidak rela putri nya di perlakukan seperti oleh Kenan, namun Pak Nanda yang tegas membuat Bu Joya menjadi bimbang.
"Ma, Tolong ngomong sama papa, Clara gak mau nikah sama dia." Kedua mata Clara berkaca-kaca, suara nya terdengar bergetar menahan tangisan yang rasa nya ingin pecah.
"Maaf sayang, Tapi kamu tahu Papa kan." Ucap Bu Joya. Clara menganggukan kepala nya.
__ADS_1
"Kamu Istirahat saja dulu, Kalau ada kesempatan Mama akan bicara lagi dengan Papa." Ucap Bu Joya. Clara mengangguk kembali dengan senyuman kecil di bibir nya. Bu Joya mengelus kepala putri nya dan mencium kening nya dengan hangat sebelum ia berlalu pergi dari kamar putri semata wayang nya itu.