TERJEBAK Pernikahan

TERJEBAK Pernikahan
Kusut


__ADS_3

Suasana hening. "Iya atau tidak... Bukankah yang penting adalah ujungnya ceritanya? . Lagi pula kamu tidak mencintai istrimu sepenuh hati dan mungkin belum. Jadi cobalah m3ncintai wanita yang lebih baik sebelum terlambat"


"Apakah itu yang Papa lakukan pada Mama?? Meninggalkannya sendiri ketika keluarga besar Papa mengucilkannya?"


"Kenapa kamu jadi menyerang Papa..?" Kali ini suara Tuan Reynald mulai sedikit meninggi "Papa melakukan tugas papa dengan baik sebagai suami"


"Memberikan harta dan cinta dalam rumah tidaklah cukup... Papa juga perlu memberikan dia harga diri, dan aku sedang tidak ingin mengulangi kesalahan Papa pada ibu dari anakku... Jadi.."


"Toby..." Potong Tuan Reynald pada kalimat putranya "Papa selalu menuruti semua yang kamu inginkan. Papa hanya ingin damai dalam masa tua papa, apa itu terlalu berlebihan?"


"Apakah sebuah kedamaian Papa harus di bayar dengan kekacauan?"


"Apa maksudmu?"


"Entah versi mana yang Papa dengar dan percayai soal urusan cinta dan pernikahanku , tapi dalam versi ku. Alat kedamaian yang Papa ingin gunakan, akan mengacaukan kedamaianku dan Sandra"


"Toby..."


"Pa...!! Aku cukup dewasa untuk mengurus semuanya, kalau Papa memang bertujuan membantuku? Seharusnya Papa mengurus Rizal pergi dari hidup kita... Bukan malah membuang ivuvdari cucu Papa.. Ckckck.. Atau.."


"Toby...!!!"


Toby menarik nafas panjang dengan hardikan papanya di seberang sana.

__ADS_1


"Papa sudah tahu hasilnya dari sisiku.. Jadi sebaiknya Jangan buang waktu lagi untukku"


Toby mengakhiri panggilannya.


"Kalian bertengkar?" tanya Albert ketika mereka berada di lampu merah persimpangan.


Toby hanya mendesah ringan "Begitulah... Pria tua itu masih saja ingin menumpuk harta lebih banyak dari pada keturunan"


Albert sedikit menahan tawa "Dia sudah Tua Toby, kamu juga tidak mau punya adik saat ini bukan"


"Setidaknya itu lebih baik, sehingga aku bisa punya orang lain yang ikut bertanggung jawab mengurus kerajaan Papa"


"Semua orang normal bekerja keras untuk menjadu billioner, sedangkan kamu malah menari dan bernyanyi untuk menolaknya" komemtar Albert "Sebenarnya kamu itu waras atau tidak? "


"Ckckck... Naskah perebutan kekuasaan dan harta dalam film atau drama itu jauuuh lebih bagus dari cerita aslinya" Protes Toby dengan cepat "Jadi billioner tidak semenyenamgkan yang kamu pikir"


"Terserah padamu saja..!!" Albert kembali fokus pada jalanan.


"Andaikan aku gila, setidaknya kegilaanlu membuatmu tetap punya pekerjaan"


"Hahaha... Tidak salah"


Pikiran Toby mulai melayang pada Sandra yang harus tinggal sendiri di rumahnya dengan keadaan Hamil.

__ADS_1


"Apakah kamu sudah bilang pada Jorge..?"


"Aku langsung memyampaikannya pada Nora" sahut Albert yang segera mengerti subject baru obrolan Toby. "Sandra baik - baik saja, Nora memginap dua kali seminggu di sana... Hanya.. Saja.."


"Hanya saja... Apa?"


"Apakah kamu yakin Nora dan Jorge pacaran?"


"Apa kamu naksir Nora...?"


"Bukan begitu... Nora banyak tidak tahu apapun soal Jorge"


"Oh ya...?" Toby jadi mulai penasaran tentang percintaan sepupunya "Apakah semua pria tampan itu misterius, atau Aneh..??"


"Aku rasa Jorge bukan keduanya, dia cukup tenang dan ramah. Andai saja aku perempuan jatuh cinta padanya pasti mudah"


"Hush..!!" potong Toby "Kamu tidak berubah haluan kan?"


"Aku tidak jago acting seperti Billy yang bisa berpura - pura dengan orientasi seksualnya"


Toby menarik nafas dalam - dalam... Billy, Samdra, Mama, Papa dam juga Rizal. Kenapa dia harua banyak memikirkan masalah dari banyak orang. Sememtara saat ini kehidupannya juga di ujung tanduk.


Bukan hanya urusan karir.. Tapi...

__ADS_1


Toby memandangi kelima Jari tangan kirinya yang mulai bergetar sebelum dia meraih botol mineral water di sampingnya.


"Well... Selalu ada pengorbanan untuk suatu tujuan" desisnya sebelum mulai meneguk isi boto mineral itu sampai habis.


__ADS_2