
" Kamu terlalu berputar - putar, langsung saja "
" Aku yakin di antara kalian, ayah dan anak ada permainan saling mengancam. Tapi permainan kalian terlalu jauh hingga ke ranahku. Sederhana... "Toby menarik nafas dalam dalam dan menyandarkan punggungnya." Aku ingin dikeluarkan dari lingkaran permainan kalian "
Di luar dugaan, Rizal tertawa lepas dan terpingkal..
" Keluar? " tanyanya saat tawa itu mereda." Ayahmu sendiri yang masuk "
" Tapi aku tidak... Jadi pisahkan kami"
"Itu sudah tidak mungkin, dari awal orang tuamu sudah terlibat dalam karirmu, sadar atau tidak"
Kali ini Toby yang mulai tersulut emosi.
"Huh.. Jangan bercanda, aku memulai karir ini dari paling bawah. Mengikuti audisi, berlatih dan banyak hal"
"Tentu saja mereka melakukan itu agar harga dirimu tidak terluka. Dasar narsist"
Sikap tempramen Toby muncul seketika. Jemarinya yang panjang segera menarik kerah Rizal.
"Tob... Sabar..." Albert segera bergeegas melerai.
" Putra seorang Diva, anak dari konglomerat tentu lebih menguntungkan untuk memperkuat posisi Star Entertaiment di dunia bussiness dati oada bakat murni" Rizal kembali duduk tenang dan merapilan kemejanya "Kamu memang punya bakat, tapi bukan yang terbaik saat itu"
"Tob... Kita kesini tidak membahas ini" Albert mencoba me minimalist berkembangnya perselisihan antara Toby dan Rizal.
Toby perlahan menutup matanya, dan menarik nafas dalam - dalam. Dia juga perlahan meminta Albert untuk melepaskan cengkraman di pangkal lengannya.
__ADS_1
"Jadi..." Lirihnya "Siapa di antara kalian yang memegang kartu As"
Rizal menatap Toby dengan penuh tanya.
"Antara kamu dan Tuan Adilokso"
Rizal mulai tersenyum simpul
"Tentu saja yang memiliki amarah terbesar" jawabnya dingin.
"Bisakah kamu menjual sedikit amar itu padaku?"
"Kamu menckba membuat kesepakatan?"
"Bisa di bilanh seperti itu" Suara Toby nampak lebih tenang saat ini.
"Kami..?"
"Aku dan Sandra"
Rizal berpaling sejenak seraya menghela nafas panjang.
"Actingmu sebagai maniac yang terobsesi dengan Sandra, aku acungin empat jempolku" Lanjut Toby. "Sebagai bayarannya berikan aku sedikit api amarahmu untuk membasmi musuhku"
"Om Yoga?"
Toby memgangguk.. "Kamu pasti sudah mengetahui kartu As Star Entertaiment hingga bisa muncul di saat yang tepat saat kasus ibuku mencuat, padahal public belum mengetahui masalah internal Star Entertaiment"
__ADS_1
"Ternyata kamu jeli juga" Rizal tersenyum tipis.
"Bagaimanapun aku ini adalah anak Papaku" Bela Toby denga nada sedikit pahit "Juga masalah pembelian anak perusahaan Papaku, masalah gugatan itu bukankah harusnya tidak ada? Bagaimana kamu bisa membuat bank bertindak begitu ceroboh dengan mengajukan gugatan yang sudah pasti kalah?"
Plok... Plok... Tepuk tangan ringan segera terdengar.
" Aku pikir kamu hanya pandai menari dan melakukan sederet pertunjukan sebagai badut bertitle Celebrity, tapi ternyata... "Rizal mengetuk pelipisnya" Kamu di luar perkiraanku "
" Aku tidak butuh pujianmu "
" Aku belum selesai denganmu jadi bersabarlah dan tunggu " Rizal bersiap berdiri
" tidak mungkin... Management berencana mengubah statusku menjadi Hiatus "
Tubuh Rizal segera membeku.
" Kamu lupa bahwa dunia bussines entertainment itu sangat unik dan sulit di prediksi "
" Jadi Yoga menantangku? "
Kali ini Toby yang mulai tertawa renyah.
" Apakah aku salah satu alatmu? Ckckck... "
" Kamu memperalat Sandra, jadi kamu pantas mendapatkannya "
Toby segera berdiri " Jadi.. Harusnya kamu tidak punya pilihan selain membuatku kembali tajam dan bersinar"
__ADS_1