TERJEBAK Pernikahan

TERJEBAK Pernikahan
Manusia biasa


__ADS_3

"Setidaknya kamu terlahir dari keluarga kaya dan terhormat" Albert mencoba menghibur denga sisa takdir Toby yang nampak masih indah.


Toby menggeleng "Albert... Hidup ini tidak ada yang sempurna, menurutku hal yang kamu sebutkan adalah bagian yang terburuk. Karena citraku sudah di tuntut sempurna dari aku lahir"


Toby kembali membuka kaleng beernya yang kedua.


"Sorry.. Sandra untuk kesekian kalinya aku belum bisa menurutimu untuk berhenti minum" gumamnya sambil meninghikan kaleng beernya ke langit lepas.


Cheers!!!


*****


Bell pintu rumah Toby berdering beberapa kali. Tentu bukan Toby atau Albert yang datang. Serta juga bukan Tia.


Wanita itu sedang bersamaku, menemaniku melakukan banyak hal yang tak jelas.


"Siapa yang menggajimu?" Tanyaku pada Tia yang Sebenarnya masih bingung atas situasi kami.


Dering telphon antara ponselku dan Tiapun juga mulai bersahutan. Baik orang yang sama maupun berbeda.


"Pak. Yoga pastinya" Jawab Tia dengan jemari yang sedang menipiskan adonan ravioli.


"Tertarik bekerja untukku?" Aku pun mulai mwngolesi tiap adonan pipih itu dengan olive oil.


"Apakah kita akan terus membuat pasta tanpa menghiraukan mereka?"

__ADS_1


Kami serempak melihat ke arah pintu utama dan ponsel masing - masing.


"Salah satu pekerjaanmu adalah membantuku untuk memutuskan hal - hal seperti ini" aku menghembuskan nafas panjang.


"Kamu sungguh tidak ingin menemui ibu mertuamu?"


"Kamu lihat sendiri bukan obrolanku dengan pak Rizal? Apakah kamu mira dia perlu mendatangiku kalau dia setuju dengan keputusanku?"


*****


Dua jam sebelumnya,


"Apakah kamu sudah mendapatkan panggilan dari kepolisian?" tanya Nyonya Carolina. Dari seberang


"Kenapa semua jadi memusingkan begini"


"Bagaimana aku bisa tahu, kamu pikir aku juga mau begini?"


"Aku dengar yang melaporkan adalah kantor hukum kawindra, bukankah itu adalah besan dari keluarga adilakso?"


"Hah... Tidak mungkin!! Mereka berjanji akan melqkykan investasi di perusahaanku, untuk apa mereka membuatku dalam masalah" Keluh Om Yoga yang mulai pusing aka keadaan perusahaannya "Itu sangat merugikan untuknya"


"Apakah dia tidak mengajukan syarat apapun atas investasi itu?"


Sejenak Om Yoga mencoba mengingat beberpa hal "Hanya meminta menantumu untuk menerima kerja sama dalam program acara yang di sponsori perusahaan chemicalnya"

__ADS_1


"Oh... Wanita itu juga tidak pulang dati semalam, dia hanya mengirim managernya untuk berkemas entah kemana"


"Apakah karena Sandra menolak pekerjaan itu.. Aah.."Om Yoga segera membanting pesawat telphonnya dan segera mencoba menghubungi Tia ataupun Sandra.


*****


" Kalau aku dalam skandal, karir managermu juga akan hancur bukan? "Aku mencoba melakukan negoisasi konyol dengan Tia.


" Lebih baik kamu berhenti sementara dalam kasus ini dan menjadi private manajerku, aku akan mengajukan nominal dua kali lipat untukmu " aku sunghuh sombong mencoba menawar mahal, padahal aku juga tidak tahu pasti kondisi keuanganku.


"Setidaknya aku berusaha... Tapi aku tidak memaksa" Aku kembali terus melanjutkan menyatuka dua sisi ravioli.


"Apakah ketika kamu stress, kamu akan memasak begini?" tanya Tia di luar konteks.


"Kira - kira begitu, meaki rasanya mungkin tidak enak" Jawabku jujur.


"Bukan tawaran yang buruk" Jawab Tia yang ahirnya mengisi telinganya dengan airphone dan terus melanjutkan untuk menggiling adonan pasta dan aku buat subuh tadi.


******


Ting... Tong....ting...tong..


Maaf aku belum tahu harus menjawab apa. Jadi aku hanya sanggup bersikap sama sepeeti Tia.


*****

__ADS_1


__ADS_2