TERJEBAK Pernikahan

TERJEBAK Pernikahan
Serius


__ADS_3

"Toby selalu menyukai perempuan yang mencolok, pengacara, Ceo, bahkan Jaksa.. Hah.." kali ini Mama kembali menggenggam tangan Toby "Seharusnya Mama menyetujuimu menikah dari dulu, sebekum bertemu dengannya"


"Mama bilang Mama setuju waktu aku bercerita tentang Sandra.."


"Itu karena kamu terlalu pandai mengarang cerita Tob.." Celetukku yang sungguh tidak menyangka oertemuan kami menjadi seperti ini.


Mama menggeleng... "Kamu tidak berniat menceraikannya Tob.... Demi Mama?"


"Ma.."


Kata cerai itu lagi... Uhf..


"Rizal terlalu tahu banyak hal.. Papamu juga pasti mengalami kesulitan saat ini, terutama dia juga berencana untuk mengambil bagain untuk mensponsori pemilihan walikota tahun ini"


"Kenapa Ma... Kenapa aku tidak tahu?"


"Kamu hanya perlu meceraikannya, dan semua akan damai lagi"


"Mama percaya itu? Bangkai pasti tercium pada ahirnya Ma.." Toby melepaskan tangannya dari genggaman Mama "Apa mama juga peduki padaku saat memulainya? Atau Mama hanya ingat reputasi mama saja serta derajat Mama dalam keluarga Papa? "


Kali ini Toby nampak terluka,


"Tentu saja.." Suara Mama bergetarr "Mama tidak ingin kamu dikucilkan, hanya karena ketidak mampuan Mama"


Sepasang ibubdan anak itu saling membuang muka.

__ADS_1


Ckckkc akunpikirbkehidypan orang kaya itu memyenangkan. Damai... Dan tentram. Aku yang semula iri dengan keluarga Toby yang nampak cukup harmonis, batal.


Mamusia bagaimanapun pasti ada sisi kurangnya.


"Lantas.. Soal Om Yoga? Sejak kapan dan bagaimana?" kalimat Toby kali ini sedikit terburu - buru. Seakan dia sudah menantikan cukup lama untuk menanyakan hal ini.


"Dia yang membantuku... Nagaimanapun kami pernah dalam dunia yang sama, tentu saja tidak sulit untuk berteman. Apalagi kamu bernaung di bawah peeusahaannya" Jawab Mama dwngan suasana mood yang lebih tenang.


"Kenapa kamu tidak datang saja ke persidangan Mama, semua lebih detail"


"Aku tidak sanggup..." Toby menggeleng pelan dan mulai menarik mundur kursinya "Aku peduli sama Mama, dan aku juga ingin memastikan bahwa alu bukan produk nepotism"


"Apakah Media sudah membesarkan hingga behitu?"


"Apakah Yoga tidak membantumu?"


"Aku belum tahu.. Aku masih akan konsentrasi pada peluncuran Albumku di Jepang"


Toby kini meminta bantuanku untuk beranjak dari kursinya dengan cara semula, dalam Acting kakek bongkok yang dia perankan.


" Jaga diri baik - baik Ma... Meski aku kecewa, aku tetap mencintai Mama"


Toby menarikku untuk melangkah pergi.


******

__ADS_1


Aku melajukan mobil demgan pelan hingga beberapa kilo meter, sebelum Toby mwminta intuk mengambil alih.


"Kenapa kamu pergi sebwlum kita dapat apa yang kita mau?" Aku memberanikan tanyaku ketika Toby sudah di belakang kemudi.


"Bagaimana Mama bisa berhubjngan dwngan Rizal dan bagaimana mereka memulai"


Toby terdiam sejenak dengan sepasang manik menatap lurus pada jalanan.


"Mungkin aku terlihat egois" Toby mengeluarkan ponselnya. Dwngan cepat dia mulai men dial swbuah nomor.


"Apakah ada yang harus kita bicarakan Pa..?" Toby langsung menodong tanya pada lawan bicaranya yang swpertinya adalah Papa.


Dwngusan lecil segera dilakukan Toby sebelum memulai menyalakan mobil. Dan kami mulai melaju dengan suasana hening yanh aku ragu untuk menganggu.


Apakah aku memang penganggu? Andaikan Aku tidak menikah dengan Toby, apakah hidup keluarga Toby akan damai? Kenapa Rizal tidal muncul dari dulu? Kauh sebelum aku bertemu Toby.


Aku tidak peenah bersembunyi, setiap hari suaraku mengudara swlama satu jam pada pagi hari dan juga sore hari.


Alu juga tidak jarang naik kendaraan umum, memiliki social media dan kehidupan mormal lainnya. Tapi kenapa Rizal baru mengejarku saat ini? Dan mengacaukan kehidupan keluiarga Toby. Bukan keluargaku.


"Kita ke kantor Papa?" tanyaku yang mulai menyadati bahwa kami tidak dalam rite pulang


Toby hanya mengangguk tanpa bersuara.


"Ada hal yang ingin aku bicarakan serius dengannya"

__ADS_1


__ADS_2