TERJEBAK Pernikahan

TERJEBAK Pernikahan
Akal


__ADS_3

" Setidaknya Toby tidak pernah berbohong padaku, termasuk tentang wanita yang di sukainya "Jawabku sekenanya, seraya mulai bersiap untuk meninggalkan kursiku.


" Kemana? "Dengan cepat tangan Jorge menahan ujung lenganku.


" Ke Toilet "Jawabku cepat" kamu tidak ingin mencium bau urrine di sini bukan? "


Aku menghentakkan tanganku dan segera berlalu.


" Kemana? "Tanya Jody ketika aku melewatinya.


Aku hanya melempar senyum dan memilih terus berlalu tanpa suara.


*****


Bukankah seharusnya aku senang, bahwa perasaanku kepada Jorge bersambut. Tapi aku justru merasa sedih. Mataku mengembun perlahan sebelum aku berhasil sampai di area rest room.


Haruskah aku menyerah sekarang?


Mngabulkan keinginan Rizal?


Dan membiarkan hidup Toby tenang?


Tapi siapa Toby? Hingga aku mau berkorban untuknya?


Dia orang yang masuk dalam hidupku dan mengacaukan segalanya. Seharusnya aku juga mulai bahagia, karena kini hidup dia mulai berantakan.

__ADS_1


Tapi yang ada sebaliknya, aku.. Justru sempat berfikir menyerah.


Aku mnarik semua oksigen yang aku bisa dan membiarkan seluruh paru paruku terisi penuh. Perlahan aku membasuh wajahku dengan air segar dan mulai memghela nafas.


"Tuhan... Apakaj kamu masih berfikir aku akan kuat menghadapi semua ini?" Huh... "Tuhan... Aku rasa kamu menilai terlalu tinggi tentangku"


****


Langkahku perlahan cepat menyusuri lorong gedung, aku berfikir bahwa aku sebaiknya pulang saja. Karena seperti biasa Albert pasti bisa mengurus Toby dengan baik.


"Ini dokumen yang bisa saya dapat" Sebuah suara lelaki terdengar setengah berbisik.


"Bagus..." Sahut yang lain.


Aku yang awalnya melangkah sedikit terburu, entah mengapa memilih otomatis berhenti saat itu.


"Sangat yakin"


"Apakah dia tertarik untuk membantu ayah atau ibunya"


"Belum ada komentar apapun, mungkin karena masih sibuk dengan peluncuran Album. Kita tidak tahu nanti"


"Aah.... Aku rasa dia anak yang baik dan berbakti, tapi aku salah. Tapi..." Suara kertas mulai bergemerisik di antara dua orang itu "Kepopuleran dia sangat berguna untuk misiku"


Apa ini soal Toby...?

__ADS_1


Aku mulai berjingkat pelan menuju asal suara itu berasal, meski tentu tidak mudah untukku yang sedang hamil besar.


Aku menempelkan punggungku di tembok dan menggeser tipis wajahku pada sudut Tembok.


Satu pria yang wajahnya nampak tertutup masker hitam dengan topi hijau di kepalanya. Sedangkan yang lain memakai setelan rapi berkualitas tinggi.


"Apakah Bapak anda masih akan melanjutkan niatnya untuk mengikuti Pemilihan?"


"Kerja sama kedua Tua bangka sulit sekali untuk di pisahkan. Yang satu gila lehormatan yang lain tidak pernah bosan mencetak uang"


"Satu satunya cara adalah menghancurkan reputasi sponsornya. Bila public sudah kehilangan kepercayaan pada sponsor terbesar ayahku. Kemungkinan kemenanganyapun tidak akan besar, mengingat dua tidak memiliki rekam jejak yang memadai"


Pemuda bersetelan rapi itu kini memberikan map coklat yang lebih tebal dengan ukuran kurang dari setengah Amplop yang lainnya.


"Kami sudah melakukan tugasmu dengan baik, sementara rencanaku yang baru tidal membutuhkanmu, jadi mungkin kita tidak akan bertemu untuk sementara"


"Tapi..." Pria yang memakai masker menunduk sejenak "Apakah posisi yang tuan tawarkan tidak akan berubah?"


Terdengar bunyi tawa kecil pria lainnya yang hanya singkat. "Aku bukan seperti ayahku, dan aku tahu betapa pahitnya janji yqng terlupakan" Pria itu menarik nafas panjang " Aku menargetkan untuk memiliki perusahaan Bosmu, jadi Pastikan pemilik acara hari ini, menjaga istrinya baik - Baik"


Keduanya saling mengangguk dan berpisah...


Aku memghembuakan nafasku yang tertahan cukup lama, mulai mencerna percakapan kedua pria itu,.


"Jadi.... Aku juga Alat buat Rizal... Aku hanya alasan saja?"Batinku yqng hampir yang hampir tak percaya. Tapi semuanya mulai masuk akal untukku.

__ADS_1


Ckckck... Sosok sepertiku mana mungkin membuat dua laki - laki super seperti mereka terobsesi.


__ADS_2