TERJEBAK Pernikahan

TERJEBAK Pernikahan
Terungkap


__ADS_3

"Hiatus...!!?" suara Toby mengelegar. "Kamu tahu apa artinya hiatus pada saat ini?" Kali inj suara Toby sedikit menurun. " Mereka akan berasumsi kasus plagiat itu adalah benar" Toby mulai memijat dadanya. Rasa nyeri pada jantungnya tidak bisa dia tahan seperti biasa.


"ini hanya Masih rencana, itu belum seutuhnya benar..Lagi pula itu masih bisa kita bicarakan dengan Om Yoga " Albert tentu saja sangat mengerti akan situasi Toby saat ini.


Toby merebahkan tubuhnya kembali ke ranjang. "Tapi Yoga belun memberi pilihan kan?


" Sejak kapan kamu tergantung pada Om Yoga "Albert terkekeh.. Mencoba mencairkan suasana." Yang terpenting itu kesehatanmu, setelah itu semua bisa kita urus seperti biasanya "


" Benar..!! "Papa.. Tiba tiba muncul dari balik pintu kamar rumah sakit," apa papa salah waktunya?"Lanjutnya yang segera mengambil duduj di satu sudut sofa.


Albert dan Toby saling memandang" Ah ga papa om, hanya urusan kerja"Sapa Albert selanjutnya"


"Kalau kamu mengikuti saja jejak papa, kamu nggak akan berahir seperti ini" Tuan Reynald menghembus lepas ke udara "Aku mendengar sekilas, Apakah aku terlalu ikut canpur bika aku berpendapat?"


Albert memandang Toby dengan wajah ragu.


"Pa..! Menjadi anak seorang jenius bisnis seperti Papa itu tidak mudah. Dan aku tidak pernah berbakat untuk bertarung seperti para saudara Papa"


"Tapi kamu lihat bukan? Kamu juga hanya barang bagus yang menghasilkan uang. Celebrity..huh..? Super Star?" Tuan Reynald menarik nafas dalam "Pada ahirnya adalah cara untuk menumpuk kekayaan saja, kalau bukan kamu pasti Agencymu?"


Toby tidak bisa menyangkal apa yang baru saja Papa Ucapkan.


"Apa yang mereka keluarkan untuk mengurusmu itu bukan kebaikan, tapi investasi"


"Aku tahu... Tapi setidaknya aku tidak dibawah bayang bayang ayah"


"Tapi kamu tanpa sadar telah di bawah bayang - bayang ibumu"


Yang dikatakan Papa itu benar, bagaimanaoun statusnya sebagai putra Diva wanita dan Konglomerat adalah background yang cujuo menarik untuk mendapatkan perhatian public saat dia memulai karir.


"Karirmu masih bosa do atur, apalagi bosmu hanya butuh uang" Ahirnya Papa mengutarakan solusi


"Aku tidak ingin ada cara kotor" Potong Toby cepat.

__ADS_1


"Papa pembisnis, ini bukan cara kotor, tapi cara bisnis. Buat papa uang tidak jadi masalah, asal itu menguntungkan"


"Papa mau berinvestasi pada agency om Yoga..?" Albert segera memperjelas tanpa sengaja.


"Bisa di bilang begitu, dunia hiburan juga nampaknya menarik selain politik, bagaimanapun publicity selalu di perlukan bukan"


"Ini tidak gratis kan?" Tanya Toby penuh curiga.


"Tentu saja tida" Papa mengangkat kedua alisnya dan merebakan punggungnya di sandaran Sofa.


"Apa syarat yang harus aku penuhi?"


"Srmentara tidak banyak , Aku hanya ingin Kalian... Maksudku kamu dan Sandra pindah ke rumahku, agar aku m3mastikan kesehatan kalian berdua dengan baik"


"Papa tidak bermaksud ingin mendorongku bercerai lagi dengan Sandra bukan"


Papa Berdecih pelan.


" Papa ingin gwnerasi papa terawat dengan baik"


Tuan Reynald mengangguk


"Lantas, bagaimana dengan gadis yang aku temui di jepang?"


"Aku menyukainya, tapi dengan penyakit yang kamu derita dan cinta yang tak tumbuh di antara kalian, papa lebih khawatir kamu mati sebelum memiliki keturunan dengannya"


"Jadi?"


Papa menarik nafas panjang.


"Lebih baik yang sudah pasti.. Yaitu Sandra"


"Ckckkckc.... Kalau Sandra tidak hamil papa tidak mau?"

__ADS_1


"Jangan membahas Kalau... Dalam dunia papa semua Berdasarkan perhitungan yang matang. Seperti rencana pernikahanmu dengan Sandra, tidak ada yang kebetulan bukan?"


Kedua ayah dan anak itu saling menatap tajam.


"Syarat lainnya?"


"Syarat berikutnya aku belum pikirkan, Tapi... Apakah kamu yakin itu adalah nak kamu?"


"Sejuta persen aku yakin "


"Huh... Di dunia ini tidak ada gadis suci Tob.. Apalagi yang mendekati orang sepertimu"


"Tapi untuk Sandra saya berani menjamin bayi itu adalah milik Toby Om?" Albert tanpa sengaja ikut meyakinkan.


"Albert...!" Potong Toby dengan sepasang manik membulat.


"Tapi.. Tob ayahmu satu satunya jalan saat inj untuk membuat situasinya membaik"


"Tunggu..." Potong Tuan Reynald, sebelum perdebatan Albert dan Toby dimulai "Bagaimana kamu seyakin itu, apakah kamu m3nyaksikan pembuatannya"


"Lebih tepatnya saksi dari.. "


"Albert..!!" Toby mencoba menghentikan kalimat Albert selanjutnya.


"Kamu membuat bayimu di depan managermu?" Tuan Reynald ternganga dengan tubuh tegak dan condong ke arah Toby berada.


"Tidak seperti yang Papa pikirkan, aku tidak se mengerikan itu"


"Lantas bagaimana Albert bisa menjadi saksi?"


"Insaminasi Om!" Jawab Albert segera, sebelum kesempatan mendapatkan kepercayaan tuan Reynald terlewat begitu saja karena emosi Toby.


Tuan Reynald memaku sesaat, seiring Toby yang mulai mengalihkan pandangnya dari ayahnya.

__ADS_1


"Well..." tuan Reynald perlahan bertepuk tangan "Kamu ternyata perencana yang briliant".


Namun Toby hanya memutar maniknya dan menutup wajahnya dengan bantal.


__ADS_2