
"Wow... Wow...budgetnya gedhe nih?"
Aku mulai mendengus, berurusan dengan teman yang matrealistis memang kadang membuatmu susah bernafas. Tapi setidaknya mereka aelaku bersedia dengan jumlah yang pantas.
"Tentu...!" Jawabku tanpa pilihan, kecuali "Aku juga butuh kamu kenalkan dengan reporter yang memiliki reputasi baik, dan akan lebih bagus kalau mereka memiliki kecenderungan pada pihak yang berleawanan dengan Pak adilokso"
"Sand... Kamu mau perang dengan mereka?"
Ah... Itu... Apa kelihatannya seperti itu?
"Kenapa nggak kita laporin aja polisi kayak kejadian ibunya Toby, cepet kan..?" Nora memberi saran yang tidak buruk. Tapi saran itu menurutku tidak berlaku pada keluarga se kaya Adilokso.
"Itu urusanku, mungkin juga aku butuh alat untuk memgancam mereka seperti yang aku punya untukmu" Jawabku jenaka.
"Hey... Bukannya kita teman?"
"well di lihat dari sisi mana dulu" Kali ini aku yang mulai membasuh wajahku.
Dalam hatiku, apakah aku yakin akan sanggup melakukan rencana konyolku kali ini.
"Jadi awal minggu depan bagaimana?" Todongku pada Nora yang mulai menggali contact handphonenya.
"Aku kabarin segera begitu bisa, ini bukan seperti membeli permen di toko, tidak semua orang mau berurusan dengan orang sekuat dan seberpengaruh tuan Adilokso" Nora menutup handphoneya dan mulai memasukkan pada saku celananya.
"Yang jelas, pasti aku kabarin secepatnya, tapi yang jelas jangan sampai kamu ngomong macem - macem sama Jorge"
__ADS_1
"Tergantung..." Aku meringis sambil mendorong tubuh nora untuk keluar dari area rest room.
"Lho.. Batal nih pipisnya..?"
"Alasan doang Nor.."
"Ide miring kamu udah kayak pipis ya... Susah di tolak"
*****
Konser Toby berahir sekitar 15 menit kemudian. Jadi hanya berselang lima menit sejak aku dan Nora kembali ke kursi kami.
"Yah.. Sayang kalian baru datang" Gerutu Jody "Barusan tuh lagunya buat kamu"
Aku hanya mengangguk tanpa terkesan. Pandamganku masih lurus mengamati Toby yang kini mulai kembali duduk memainkan piano. Dan seiring music usai, sosok Tobypun menghilang dari panggung di balik balutan LCD raksasa yang menampilkan langit dan awan.
Konser Toby terbilang lancar, semua tiketnya habis terjual. Namun sepertinya itu tidak cukup untuk menampik semua berita miring tentangnya dan keluarganya.
Brak...!!! Bunyi nyaring menggema dari arah ruang tengah.
"Aah... Apa lagi?" Batinku yang segera bwrjalan cepat menuju suara itu berasal.
Sosok Toby yang tinggi nampak berdiri tegak memandang acara berita Tv yang berlangsung. Dan tubuh remot yang sudah tercecer mengenaskan di lantai.
"Hah...." entah memgapa aku sedikit merasa lega, karena kali ini layar TV kami selamat.
__ADS_1
Apapun beritanya aku tidak peduli, tapi...
"Bila kamu punya Energy, sembuhlah dengan cepat. Buktikan bahwa berita apapun itu salah" Tegurku yang mulai menghampiri Toby yqng masih berdiri dengan infus yang masih terpasang.
"Kamu tahu bukan.. Kita tidak memiliki pembantu 24 jam? Dan kondisi kita berdua cukup sulit untuk membungkuk" Aku mengarahkan jari telunjukku pada beberapa pecahan tubuh remot.
Toby masih diam, tapi kini menatapku.
"Huh...!! Apa kamu bisa memungutinya sendiri? Aku ingin m3lanjutkan membuat sarapan."
"Kamu tidak penasaran berita apa yang membuatku marah?"
"Apapun itu..... " Jawabku berusaha setenang mungkin "Apapun itu, kita harus tetap makan untuk agar cukup memiliki tenaga untuk menghadapinya" Aku memandang sekali lagi remot Tv yang tercecer di lantai.
"Sebelum kamu makan sebaiknya kamu m3mbersihkannya dulu, tidak lucu bila kita menambah kabar buruk hanya karena salah satu di antara kita tergelincir karenanya" Aku menghirup nafas sepenuh mungkin dan menghembuskannya perlahan usai m3mbalas tatapan Toby yang datar ke arahku.
Sebenarnya aku juga tidak nyaman dengan semua berita yang bergulir, tapi menjadi istri seorang Celebrity kamu harus siap dengan semua itu. Meski prestasi Toby cukup gemilang, dan Albumnya cukup laris manis di pasaran. Tapi itu hanya berita singkat yang akan terdengar. Sisanya.... Tentu saja kontroversi yang mungkin sebagian besar hanya karangan.
****
"Jadi... Apa yang membuatmu marah?" Aku mulai memberanikan diri untuk bertanya saat Toby menyelesaikan makannya.
"Mereka menuduh salah satu lagu di albumku selanjutnya adalah plagiat" jawab Toby singkat.
"Dan itu pasti salah" Gumamku yang mulai meneguk susu ibu hamim yang sudah menghangat.
__ADS_1
"Bagaimana kamu yakin?"