
Setelah Erik pergi ke kantor, El berpikir mau dibelanjakan apa uang suaminya itu. Dibuka lemari masih banyak pakaian mewah yang menggantung disana bahkan ada yang belum sempat dia pakai. Di buka pula lemari koleksi sepatu tasnya hasil sama saja. Dilihat peralatan make up semua masih lengkap dan baru. Di duduk diranjang berfikir sejenak mengetuk-ngetukkan jari pada ranjang.
"Ah iya" Dia mulai mengambil HP sambil cengar-cengir memilih barang yang dia inginkan. Selanjutnya apa kalau ini tidak seberapa, pikirnya.
Beberapa saat kemudian wajahnya mulai sumringah dan mulai menelpon Erik.
"Halo Sayang, Udah kangen ya baru ditinggal sebentar" ledek Erik
"Ih dasar GR Hehehe. Sayang Aku mau izin keluar ya sayang. Mau cari angin" Ujar El
"Baik perginya bersama Lela ya Sayang, nggak boleh sendirian"
"Ok baiklah suamiku Sayang. Bagaimana acara tadi Sayang?"
"Lancar Sayang"
"Syukurlah"
"Tunggu Lela di kamar ya, dia akan menjemputmu. bersiaplah dulu" Ujar Erik
"Ok baik Sayangku, Makasih Honey".
El merasa senang dan bersiap-siap untuk pergi
Tak lama Lela sudah mengetuk pintu.
" Tok tok tok".
"Iya masuk".
" Selamat siang Nona El. Maaf Nona tadi tuan muda memperintahkan saya untuk mengantar Nona"
"Oh iya. Ayo kita pergi".
Diperjalanan
" Maaf Nona tujuan kita kemana ya?"
"Kita ke supermarket dulu ya Lela"
"Baik Nona".
" Oh ya Lela ngomong-ngomong kenapa kamu selalu bicara formal seperti itu sudah seperti sekretaris Jim saja. Bicaralah santai anggap saya temanmu"
"Maaf Nona ini perintah tuan muda"
__ADS_1
"Sekarang kan cuma ada kita berdua" El melirik Lela dari spion".
"Maaf Nona ada dan tidak ada tuan muda sama saja bagi saya. Saya harus profesional, agar beliau tidak kecewa" tutur Lela
"Baiklah kalau begitu, oh iya apa kamu sudah punya pacar Lela?" Lela hanya tersenyum tipis tanpa menjawab
"Uhh sama aja sama sekretaris Jim. Kenapa mereka tidak bisa santai sedikit
Di supermarket El membeli banyak makanan minuman dan pakaian. Lela heran apa yang sedang dilakukan Nona mudanya. Tak lupa dia mengambil Foto El tanpa El ketahui sebagai laporan pada Tuan mudanya.
Setelah puas berbelanja El menyusuri jalan yang banyak pengemisnya. Kemudian mulai membagikan makanan dan minuman serta pakaian yang dibelinya tadi. Nona El juga bersikap ramah kepada mereka. Senyum tulus terpancar dari wajahnya membuat hati Lela ikut bahagia. Lela juga membantu Nona mudanya untuk melakukan kebaikan tersebut.
Setelah selesai berkeliling membuat El capek juga. Dia tidak bisa bayangkan bagaimana capeknya pengemis-pengemis tadi. Tapi dia bersyukur telah memberikan sedikit kebahagiaan kepada mereka.
Lela kemudian mulai memejamkan mata karena seharian tadi menguras tenanganya.
"Nona, kita sudah sampai" Lele melirik kaca spin rupanya El telah tertidur tapi dia tidak berani membangunkannya. Jadi dia akan menunggu sampai El bangun sendiri.
Dibuka kembali galeri HPnya dan segera mengirim laporan kepada tuan mudanya.
Erik tengah menikmati secangkir kopi setelah seharian mempelajari file otaknya mulai mumet.
"Zzzz "
Dia membuka laporan Lela
hari ini Nona membeli banyak makanan pakaian dan baju"
lalu ada Foto El yang tengah berbelanja, dia terlihat serius dan cantik sekali. Erik tersenyum kembali men scrool Hpnya.
"Agenda 2
Nona membagikan semua makanan, minuman dan minuman kepada pengemis. diikuti Foto El tengah membagikan makanan dia terlihat penuh senyuman kepada para pengemis itu.
Erik tertegun, dia baru mengetahui sisi lain istrinya itu. Dia sangat kagum, tak hanya cantik istrinya juga suka berbagi seperti dirinya.
" Agenda 3
Tertidur dalam mobil. Foto El sedang tertidur dengan wajah Lelah
Erik tersenyum tipis, melihat wajah istri yang sangat dicintainya itu.
Sekian Laporannya Tuan Muda terimakasih
"Baik Lela, terimakasih telah melakukan tugasmu dengan baik.Jangan bangunkan Nona, biarkan saja sampai dia terbangun sendiri"
__ADS_1
"Ok siap Tuan Muda"
Erik merasa sangat bahagia El sudah menggunakan uangnya. Selama ini dia sama sekali tidak membelanjakan uang Erik. Dia juga tidak menghambur-hamburkan uangnya. Ternyata dibalik kecantikannya El wanita yang rendah hati.
Erik bersiap akan pulang kerumah dia tersenyum ramah melawati para stafnya. Banyak staf perempuan yang curi-curi pandang dengan tatapan kagum Sekretaris Jim memperhatikan wajah mereka satu persatu. Tampak mereka seperti pada tidak tahan lagi seperti cacing kepanasan.
Tapi berbeda dengan Miranda dia tampak lebih tenang dan bersikap profesional saat Erik melewatinya. Hal itu untuk menarik perhatian sekretaris Jim. Itu sebuah trik yang dia pakai agar dia terlihat profesional sehingga memperbesar peluangnya untuk jadi sekretaris pengganti Jim untuk sementara.
"Ok Miranda termasuk kedalam salah satu kategori" Bisik hati Sekretaris Jim
Mereka telah berlalu, senyum mengambang di wajah Miranda sepertinya trik Miranda berhasil.
Sekretaris Jim mengantar Erik pulang, Erik sudah tidak sabar bertemu istrinya.
Di halaman rumah mereka yang luas tampak mobil yang dikemudikan Lela masih terparkir itu artinya El belum bangun.
Melihat Erik datang Lela dengan sigap membuka pintu mobil dan memberi hormat kemudian membuka pintu mobil
Erik tersenyum melihat El masih tertidur, dia ingat ketika dulu El juga sering tertidur di mobil.
Dia menggendong tubuh El dan masuk kedalam rumah. Para pelayan sudah berbaris menyambut kedatangan Erik yang diikuti sekretaris Jim yang dengan sigap membantu Erik membukakan pintu kamar. Setelah sampai di kamar Erik meletakkan tubuh El perlahan.
"Terimakasih sekretaris Jim".
" Sama-sama Tuan, kalau begitu saya pamit dulu" Sekretaris Jim undur diri.
Erik menatap El masih tertidur mungkin dia sangat lela. Erik membuka sepatu El perlahan. Kemudian mengambil satu set baju tidur bewarna pink.
Erik mulai membuka kancing kemeja El satu persatu. El menggeliat dia berhenti dan mulai lagi perlahan. Setelah kemeja terbuka area dada El telah tampak. Membuat Erik menelan ludah.
"Tahan Rik, El sedang lelah" Bisik hatinya
Dengan hati-dia dia berhasil mengganti baju El, El menggeliat merangkul suaminya,
"Sayang bobok gi" begitu ucapnya setengah sadar
sambil menjadikan Erik gulingnya. Tak lama dia pun tertidur kembali. Erik melepaskan pelukan El perlahan mengecup kening El dan menyelimuti tubuhnya.
Malam ini Erik makan malam sendirian dia tidak tega membangunkan El.
Erik memerintahkan para pelayan menyiapkan makanan di kamar. Mungkin malam nanti El terbangun jadi El tidak usah lagi keruang makan.
Erik kembali ke kamar, melihat istrinya tertidur dia tidak tega membangunkan istrinya.
"Sayang, terimakasih telah menuntut hak mu. Sekarang aku merasa jadi suami yang sempurna sekaligus berguna untukmu. Lakukan sebanyak yang kau mau asal kau bahagia" Erik mencium bibir El memeluknya erat. Dia mulai memejamakan mata betapa beruntungnya dia memiliki El. Sosok yang sempurna dimatanya.
__ADS_1
bersambung.