TERJEBAK Pernikahan

TERJEBAK Pernikahan
Batasan


__ADS_3

Pak Sony mulai mengulang dengan suara cukup lantang.


"Apa...?? Bapak mau mampir?"


Pak Sony kembali mengulang lagi dengan lebih lantang. Dan aku harap setidaknya pegawai yang lain bisa mendengar permohonannya kepadaku.


****


"Ck.. Ck.! Kamu mulai suka mempermainkan orang " Toby mengambil ponselku dan mengahiri panggilan dari pak Sony.


"ini lebih baik dari pada aku memaki" aku m3nggeleng "Di pikir bagaimanapun aku masih sangat jengkel dengannya"


Dia memeriksa sejenak dan kemudian mulai memblock nomor Pak Sony.


"Sudah waktunya dia mulai menghormatimu, kalaupun ada perlu dia seharusnya menghubungi Tia, selaku meanagermu"


"Haruskah seperti itu? "


"Mungkin... Karena aku memutuskan untuk kamu menjadi bagianku tidak hanya setengah - setengah lagi" Toby mengembalikan handphoneku "we are limited akses people, jadi tidak semua orang bisa berbicara atau menemuimu seenaknya, meski mereka teman"


"Aku tidak begitu..."


"Dulu, tapi sekarang tidak" potong Toby


"Tapi aku bukan Celebrity" sangkalku


" Papa juga bukan Celebrity, tapi dia tidak berhubungan dengan sembarang orang "


Aku mencoba menerka sejenak, tapi aku memang tidak mengenal mertuaku dengan baik. Tunggu... Setidaknya mereka harusnya orang penting bukan?


" Posisi kalian harusnya tidak berbeda, maksudku Pak Sony. Bagaimanpun dia cuma pegawai bukan?"


"Tapi punya kuasa lebih dariku"


"Kamu juga bisa memiliki kuasa lebih kalau mau"

__ADS_1


"Mana mungkin"


"Sangat sederhana, lahirkan anakku dengan sehat dan aman. Jangan ambil pekerjaan lebih dari empat jam apalagi pada jam malam"


"hah... Pekerjaan apa yang cuma empat jam"


"kamu cukup pintar, jadi cobalah memikirkannya"


"Kontrak kerja samanya tidak ada masalah, hanya kamu harus pandai memilih jenis pekerjaannya" Toby menyerahkan kontraknya padaku "Diskusikan setiap detail pekerjaan yng kamu pilih padaku lebih dulu, dan jangan setuju sebelum mendapatkan persetujuan dariku.


" Lantas apa gunanya Tia "


" Dia akan mengatur jadwal, memastikan kebutuhan dan kerjasama berjalan sesuai dengan kontrak kerja"


"Bisakah kamu meminta manager yang tidak matre?"


"Hah... Aku saja belum dapat"


Aku mengerutkan keningku "Maksudmu Albert itu juga matre?"


"Apakah sungguh kamu tidak ingin ikut?"


"tidak ada yang bisa aku kerjakan di sana?"


"Aku tahu bukan hal yang mudah?" Toby seakan sedang memilih kata "Mama bukan orang yang buruk, mungkin beberapa hal di antara kalian tidak akan berjalan baik"


Ah iya soal Mama..


"Mungkinkah bila kamu memahaminya?"


Uh... "Apakah dia menarik kembali persetujuannya tentang pernikahan kita?"


Toby menunduk dan tersenyum "Pernikahan kita." . Desisnya" karena pernikahan ini juga punyamu, bisakah kamu mulai berjuang bersamaku? "


Benar... Seharusnya ini pernikahan Toby, semua dia yang mengatur. Bahkan calonnya. Aku hampir tidak pernah ikut campur atau tepatnya selalu mencoba untuk menolak.

__ADS_1


" Meski aku tidak pernah mengeluh padamu, frekuensi menyemprotkan mouturizer ke kulitku yang semakin meningkat. Sudah sangat jelas bahwa aku cukup lelah" Toby mengerucutkan bibirnya.


"Hari - hariku segera sibuk dan mungkin sangat sibuk. Mungkin akan ada masalah yang timbul dengan Mama atau Papa pada masa itu" Toby mengeluarkan Pocket Hip Wine dari saku jasnya.


"Tapi menghindar bukan solusi karena mereka juga tidak akan pernah pergi" Toby mulai membuka tutupnya dan mulai meneguk


"Begitupun mungkin ada masalah antar orang tua. Jadi.. Mau kah kamu membantuku kali ini?" Toby meneguk sekali lagi dengan ekor matanya terarah padaku.


"ehem... Setidaknya hingga usai grand launching albumku saja"


"Kamu tidak mengurangi kebiasaan minummu?"


Apa yang toby bicarakan penting, tapi kebiasaan alcohol Toby juga penting.


"Ayolah, kita tidak berselisih untuk ini" Toby menutup kembali botol wine pocketnya dan segera mengembalikan ke dalam kantong jasnya.


"Pertama untuk menghilang insomnia, kemudian menjadi teman saat membicarakan masalah, bukankah itu sudah meningkat?"


"Sandra... Aku sedang pusing, kamu tidak bisa membayangkan betapa pusingnya aku"


"Tob... Itu bukan alasan.. Kamu akan menyesal ketika Alcohol telah merebut hidupmu"


"Ok... Ok.." Toby mengeluarkan pocket hip winenya yang tak lebih dari ukuran tangannya. "Ini..." Toby menyerahkannya padaku.


"Tapi sungguh Sandra... Apakah kamu tidak berlebihan?"


"Apakah kamu mau menunda hingga jantungmu memiliki alat bantu picu jantung, seperti ayahku, atau mungkin saat mulai depresi dan menyiksa keluargamu?"


"Aku tidak akan se menyedihkan itu.."


"Benar, karena aku tidak akan membiarkannya, anakku butuh ayah yang setidaknya selalu sadar"


"Well... Terserah"


****

__ADS_1


__ADS_2